KONTRAK BERBASIS KINERJA (PERFORMANCE BASE CONTRACT)

Workshop tentang Penyusunan Dokumen Kontrak Berbasis Kinerja (Performance Base Contract) dilaksanakan oleh Bintek Kementerian Pekerjaan Umum pada tanggal 5-6 Desember bertempat di Galery Cimbeluit, Bandung. Acara workshop dihadiri oleh perwakilan dari tim penyusunan dokumen lelang dari masing-masing daerah seperti P2JN Provinsi Lampung, P2JN Provinsi Makasar dan tim penyusunan dokumen lelang dari Propinsi Jawa Tengah. Materi yang diberikan oleh fasilitator dari tim Bintek Kementerian Pekerjaan Umum terdiri dari penjelasan umum dokumen pengadaan dan simulasi pengisian dokumen lelang (syarat-syarat khusus kontrak & spesifikasi kinerja dan keluaran). Ringkasan dari materi yang disampaikan  adalah sebagai berikut:

Definisi Performance Base Contract (PBC) menurut Bank Dunia ialah kontrak yang mendasarkan  pembayaran untuk biaya manjemen dan pemeliharaan jalan  secara  langsung  dihubungkan  dengan  kinerja  kontraktor dalam memenuhi   indikator kinerja minimum yang ditetapkan. Secara bebas, PBC dapat diterjemahkan pula sebagai produk akhir yang  pencapaiannya  sepenuhnya  ditentukan  oleh kontraktor  dan pembayaran kontrak ditentukan oleh seberapa  baik  kontraktor  berhasil  memenuhi standar kinerja minimal yang ditetapkan dalam kontrak, dan bukan pada jumlah pekerjaan dan jasa yang dikerjakan.

Berbeda  dengan  metode  kontrak  tradisional, pemilik proyek (owner) biasanya menentukan spesifikasi teknis, teknologi, bahan baku dan jumlah bahan baku yang diperlukan, jangka waktu pelaksanaan pekerjaan, dan pembayaran kepada  kontraktor  didasarkan  atas  jumlah input yang digunakan. Dengan PBC pemilik proyek tidak secara rinci menentukan metode atau material apa yang digunakan, sebagai gantinya pemilik proyek menetapkan indikator kinerja minimum yang harus dipenuhi oleh pihak kontraktor, misalnya untuk pemeliharaan jalan tidak ada toleransi adanya lubang dengan diameter tertentu, tidak boleh ada retakan, marka jalan harus terlihat jelas, saluran drainase berfungsi baik  dan sebagainya.

PBC juga menetapkan suatu pendekatan kontrak yang menyediakan insentif dan disinsentif  atau  keduanya  kepada kontraktor  untuk  mencapai  standar kinerja atau target hasil yang terukur. Ukuran kinerja dinyatakan dalam tingkat layanan (level of services) dengan skala standar  kinerja tertentu,  termasuk respon waktu yang diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan, disertai dengan pemantauan  kinerja  yang  sistematik  (performance monitoring) guna menilai kinerja  kontraktor sebagai  dasar  pembayaran kontrak.

Pada  jenis  kontrak  PBC  terdapat  keleluasaan kontraktor untuk   menentukan perancangan, proses   manajemen dan metode kerja yang paling efisien, termasuk penerapan teknologi  inovatif, sehingga  membuka  peluang untuk meningkatkan keuntungan karena kontraktor  dapat menghemat  biaya  melalui  peningkatan  efisiensi  dan efektivitas desain, proses, dan teknologi.

Prinsip dan Ciri Performance Base Contract (PBC):

  • Kepuasan Pengguna Jalan.
  • Pengalihan Risiko.
  • Peluang Inovasi.
  • Memotong Rantai Birokrasi.
  • Kontrak Terintegrasi.
  • Nilai Kontrak Lumpsum >Rp 100 M.
  • Periode Kontrak ± 10 tahun.

Cakupan layanan pada Performance Base Contract (PBC):

–  Perencanaan Teknis;

–  Pekerjaan Konstruksi; dan

–  Layanan Pemeliharaan.

Terhadap PRASARANA JALAN meliputi:

  • Lajur Lalu-lintas, mulai dari penyiapan tanah dasar s.d. lapis permukaan ;
  • Bahu Jalan ;
  • Drainase ;
  • Perlengkapan Jalan ;
  • Bangunan Pelengkap ; dan
  • Pengendalian Tumbuh-tumbuhan,

Yang ada di dalam “WILAYAH KONTRAK”

 

pbc1

pbc3

pbc2