Upaya Menciptakan Lokasi Pekerjaan Yang Lebih Berkeselamatan

Oleh Intan Permata Sari, Bidang Perencanaan BBPJN III

Direktorat Jenderal Bina Marga sebagai institusi penyelenggaraan jalan sesuai dengan misi Direktorat Jenderal Bina Marga yaitu :”Mewujudkan jaringan jalan nasional yang berkelanjutan dengan mobilitas, aksesibilitas dan keselamatan yang memadai, untuk melayani pusat – pusat kegiatan nasional, wilayah dan kawasan strategis nasional”, melakukan peningkatan keselamatan jalan dengan fokus pada permasalahan pada bagaimana mereduksi angka dan resiko fatalitas dan luka serius akibat kecelakaan. Salah satu kegiatan untuk mencapainya melalui sosialisasi kepada unsur penyelenggara jalan, koordinasi dengan unsur lalu lintas dan kepolisian, review desain perencanaan agar mengikuti standar keselamatan ataupun melalui Audit Keselamatan Jalan langsung di Lapangan.

Workshop Keselamatan Jalan dan Upaya Menciptakan Lokasi Pekerjaan Jalan Yang Lebih Berkeselamatan yang diadakan di Bandar Lampung, 9-10 Juli 2012, bertujuan untuk membantu para ahli teknik jalan dalam melaksanakan manajemen lalu lintas pada pekerjaan jalan yang lebih berkeselamatan untuk mengurangi angka fatalitas kecelakaan lalu lintas pada masa konstruksi berjalan. Acara yang berlangsung selama dua hari ini dihadiri oleh utusan dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Lampung, Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandar Lampung, utusan dari Satuan Kerja, Kontraktor, Konsultan Pengawas, Coreteam P2JN, dan Coreteam BBPJN III, dimana terlihat antusias dari peserta, dari 40 orang yang diundang, yang memenuhi undangan sebanyak 59 orang.

Workshop ini terselenggara atas kerjasama BBPJN III dan Indonesia Infrastructure Initiative (INDII)-Ausaid, dengan pembicara Ir. Herry Vaza, MengSc (Kasubdit Teknik Lingkungan dan Keselamatan Jalan), Mr. Phillip Jordan, Ibu Jany Agustin, dan Bapak Victor Taufik dari IndII. Selain paparan dan diskusi di kelas, juga diadakan kunjungan lapangan ke Ruas Tegineneng-Sp. Tanjung Karang, untuk melihat kondisi rambu-rambu keselamatan pada saat konstruksi berjalan. Dari hasil pengamatan di lapangan, lalu didiskusikan lebih lanjut melalui simulasi, agar para peserta dapat langsung mempratekkan pemasangan rambu dan jenis rambu yang perlu dipasang pada saat pelaksanaan konstruksi.

Acara ini ditutup oleh Plh. Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional III (Ir. Ahmad Sofian Lubis, M.Si). Kesimpulan dari diskusi antara lain diperlukan koordinasi lebih lanjut antara Dinas Perhubungan, Ditlantas, dan Bina Marga, serta dari pemerintah daerah yang berkaitan dengan ijin utilitas dan pemanfaatan bagian-bagian jalan.