Rapat Pembahasan Kesiapan Prasarana Jalan dan Jembatan

Kementerian Perhubungan

Dalam rangka pembahasan kesiapan prasarana jalan dan jembatan dengan  Kementerian Pekerjaan Umum yang diselenggarakan oleh Direktur Lalu Lintas Angkutan Darat, Kementerian Perhubungan.

Dihadiri oleh intansi terkait yaitu Kementerian Pekerjaan Umum diantaranya perwakilan dari Direktorat Bina Pelaksanaan Wilayah I dan II, Direktorat Sistem Pengendalian Wilayah I dan II, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional III dan IV, Dinas Perhubungan Provinsi, Kepolisian dan Kementerian Perhubungan.

Rapat dibuka oleh Direktur Lalu Lintas Angkutan Darat Bapak Sudirman Lambali kemudian dialnjutkan dengan paparan oleh Ibu Judika. R Zahrir. Disampaikan kondisi eksisting jalur lebaran di Sumatera dan Jawa yang merupakan hasil survei bersama yang dilakukan Kementerian Perhubungan bersama denga Kementerian Pekerjaan Umum.

Sebagai informasi dan data juga disampaikan berkaitan dengan jalur lebaran di Lampung dan Sumatera Selatan yang disampaikan oleh Kepala Seksi Pelaksanaan Bapak John Girsang, Subdit Bina Pelaksanaan Wilayah 1D, Ditjen Bina Marga. Diantaranya disampaikan berkenaan dengan Pelebaran Jalan Soekarno Hatta yang merupakan program SRIP. Untuk kondisi di Provinsi Lampung disampaikan beberapa hal yaitu :

i.     Jembatan Way Kanan pada tahun 2011 ditabrak oleh truk angkutan batubara dan telah dilakukan penanganan darurat dengan penanganan sementara plat besi dan pada tahun 2012 direncanakan duplikasi.

ii.     Ruas jalan Bakauheni KM 87 gorong-gorong ambrul saat ini sudah perbaiki.

iii.     Pengadaan lahan di Sukadana 8 (delapan) titik yang belum dibebaskan karena masyarakat keberatan setelah dilakukan koordinasi saat ini masyarakat sudah mengijinkan. Disampaikan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Lampung sudah dilakukan koordinasi dengan pihak Polda dan Bina Marga untuk dilakukan perbaikan menunggu pembebasan lahan.

iv.     Untuk keselamatan jalan saat ini sudah dipasang rambu-rambu.

  1. Penanganan jalan yang berlubang dan jika belum dilaksanakan penanganan akan dilakukan penutupan lobang sehingga fungsional sebelum Lebaran.Serta penambahan rambu-rambu petunjuk jalan. Dari Dinas Perhubungan diupayakan lampu penerangan dan rambu petunjuk jalan untuk jalur-jalur alternatif.
  2. Disampaikan juga kondisi jalan di pulau Jawa yang disampaikan oleh Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional IV dan PT. Jasa Marga dan pihak swasta yang merupakan operator jalan tol jalur Lebaran.
  3. Dari rapat tersebut beberapa kesimpulan yaitu :

i.      Rapat Koordinasi Lebaran akan dilaksanakan pada akhir bulan Mei atau awal bulan Juni.

ii.      Kondisi jalan dalam keadaan siap difungsikan sebelum Lebaran dan setelah Lebaran.

iii.      Titik-titik lokasi rawan kemacetan untuk dilakukan berkoordinasi dengan penanganan wilayah.

iv.      Himbauan berkenaan dengan pengaturan Lebaran diberikan sebelum H-10. Peta mudik memuat informasi kondisi eksisting H-7 sudah bisa didistribusikan.