Trial Project Kontrak Berbasis Kinerja

Oleh Intan Permata Sari, Info Publik BBPJN III

Kontrak Berbasis Kinerja atau Performance Based Contract (PBC) adalah bentuk kontrak dimana penyedia jasa dibayar bukan hanya dari progress fisik yang dicapai tetapi juga tingkat layanan yang didapat oleh masyarakat melalui indikator-indikator kinerja yang dibuat oleh pengguna jasa. Dalam kontrak PBC ini, penyedia jasa dikontrak dari tahap perencanaan, pelaksanaan, sampai masa layanan. Sehingga penyedia bertanggung jawab penuh untuk hasil pekerjaannya, apabila dari tahap perencanaan atau tahap pelaksanaan kurang baik, maka akan berdampak terhadap pengeluaran biaya yang tinggi saat masa layanan.

Ruas Ciasem – Pamanukan merupakan salah satu bagian dari jalur transportasi utama di lintas utara Pulau Jawa (Pantura) dan merupakan jalan nasional. Pada Tahun 2011 mendapat penanganan berupa Paket Peningkatan Ruas Jalan Ciasem – Pamanukan. Adapun lokasi pekerjaan KM 117+057 – KM 121+170 dan KM 123+390 – KM 137+777, sepanjang 18,5 km. Paket ini merupakan salah satu dari dua ruas yang menjadi trial project untuk kontrak berbasis kinerja dengan waktu pelaksanaan keseluruhan 1000 hari kerja. Waktu pelaksanaan dibagi menjadi tiga tahap yaitu waktu perencanaan dan waktu konstruksi 540 hari kerja, waktu masa layanan 460 hari kerja, dan waktu pemeliharaan 365 hari kerja.

Beberapa perbedaan antara kontrak biasa dan kontrak berbasis kinerja antara lain :

–          Pada kontrak biasa pembayaran dihitung dari presentase progress fisik yang dicapai, sedangkan pada kontrak berbasis kinerja dihitung dari indikator progress fisik dan indikator tingkat layanan (progress fisik yang dihitung merupakan progress yang telah mencapai tingkat layanan)

–          Perencanaan pada kontrak berbasis kinerja dilakukan oleh kontraktor, sedangkan pada kontrak biasa disiapkan oleh pengguna jasa dibantu konsultan perencana

–          Pengawasan atau  supervisi pada kontrak biasa menggunakan konsultan pengawas yang ditunjuk oleh pengguna jasa, sedangkan pada kontrak berbasis kinerja selain ada konsultan pengawas, kontraktor juga memiliki Unit Pengendali Mutu sebagai pengawas internal

–          Spesifikasi yang digunakan dalam perencanaan tidak mengikat spesifikasi yang dikeluarkan oleh Bina Marga, tetapi penyedia jasa dapat berinovasi menggunakan standar lain

Sebagai trial project PBC, Ruas Jalan Ciasem-Pamanukan menjadi sarana diskusi dalam mencari solusi dan perbaikan-perbaikan untuk kontrak PBC selanjutnya, yang rencana kedepannya, paket-paket di Bina Marga akan menggunakan kontrak PBC untuk penanganan Jalan dan Jembatan. Melalui Kontrak Berbasis Kinerja ini pemerintah berharap agar tingkat layanan bidang jalan yang didapat oleh masyarakat dapat meningkat.