Rapat Pembahasan Monitoring dan Evaluasi Serta

Program Penanganan Jalan Nasional TA 2012

Oleh: Sari Novrianti, ST, MT, Staf Seksi Program& Data, Bidang Perencanaan.

Rapat merupakan pembahasan monitoring dan evaluasi serta Rapat Program Tahun Anggaran 2012 bersama Direktorat Jenderal Bina Marga pada tanggal 14 September 2011 di Kementerian Pekerjaan Umum Jakarta.

Rapat dipimpin oleh Direktur Jenderal Bina Marga didampingi Direktur Bina Program, Direktur Kasubdit Wilayah 1D serta jajaran dan dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional III dihadiri oleh Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional III didampingi Kepala Bidang Perencanaan (Ir. Syarkowi, MSc), Kepala Bidang Pelaksanaan (Ir. Kgs. Syaiful Anwar, MT), Kasatker P2JN Provinsi Sumsel (Ir. Marsudi), Kasatker P2JN Provinsi Bengkulu (Zakaria, ST.), , Kasatker P2JN Provinsi Kep. Babel (Ryandra Narlan, ST, MT.), dan Kasatker P2JN Provinsi Lampung (Subagio, ST, MT.). Rapat juga dihadiri oleh Kasatker PJN Wilayah 1 Provinsi Sumsel (ir. Junaidi, MT), Kasatker PJN Wilayah 2 Prov. Sumsel (Sarwojoyo Soeyono, ST, MM.), Kasatker PJN Wilayah 1 Prov. Lampung (Adri Saputra, ST, MM, MT.), Kasatker PJN Wilayah 2 Provinsi Lampung (Ir. Arif Budiyono, MT.) dan didampingi oleh beberapa PPK.

Beberapa hal penting yang menjadi pembahasan pada rapat ini adalah:

  1. Pada TA 2012 jalur utama untuk diprogramkan menggunakan rigid pavement.
  2. Penanganan Jalan Nasional di SKPD-TP untuk diprioritaskan hanya penanganan pemeliharaan rutin saja.
  3. Berkaitan dengan Paket Pemeliharaan Berkala Jalan Sp. Sugihwaras – Batas Kota Baturaja Kontraktor, saat ini sedang kontraktor telah mengajukan perpanjangan waktu karena keterlambatan pengiriman material asbuton.
  4. Perubahan lokasi penanganan untuk menjadi perhatian pada perencanaan sehingga akurasi lokasi penanganan tepat sehingga tidak ada lagi pemindahan lokasi. Oleh karena itu survei desain harus akurat dibandingkan dengan survei review desain dan dilakukan koordinasi antara P2JN dan PJN sehingga bukan kondisi baik yang dilelangkan.
  5. Perubahan dapat dilakukan pada saat proses pengadaan tetapi setelah tanda tangan kontrak tidak boleh lagi ada perubahan pada fisik desain. Peran Pokja pada proses lelang juga menjadi sangat penting untuk melelangkan kondisi yang terkini/terupdate.
  6. Overheating harus diperhatikan berkaitan dengan lokasi AMP yang jauh dari efektif penanganan.
  7. Penanganan jalan pada Tahun Anggaran 2012 untuk diprogramkan fisik berjalan sesegera mungkin (bulan Januari) sampai bulan Juni, sehingga sebelum Libur Nasional Lebaran 2012 telah dapat diselesaikan 100 % yaitu pada H-7 dan H+7 tidak ada lagi pekerjaan. Hal ini dapat dilaksanakan dengan percepatan proses lelang pada bulan November 2011 sehingga pada bulan Januari kegiatan pelaksanaan dapat segera dimulai.
  8. Untuk disamakan pewarnaan Stripmap Kondisi jalan yaitu kondisi baik = hijau, kondisi sedang = kuning, kondisi rusak ringan = orange dan kondisi rusak berat = merah.
  9. Berkaitan dengan UKP4, pada akhir bulan September diharapkan progres mampu mengejar 60 %. Untuk Satker PJN Wilayah 1 Provinsi Sumsel, sebelum tanggan 25 September 2011 progres 60 %.

Rapat ditutup pada pukul 18.30 WIB dimana untuk segera diupdate data UKP4, SIPP dan E-Mon.