Konsultasi Masyarakat Analisis Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL)

Peningkatan Jalan Sultan Mahmud Badaruddin II dan Jalan Kol. H. Barlian

Oleh: Sari Novrianti, ST, MT, Staf Seksi Program& Data, Bidang Perencanaan.

 

Konsultasi Masyarakat Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) Kegiatan Peningkatan Jalan Sultan Mahmud Badaruddin II dan Kol. H. Barlian (Paket 5) Kota Palembang dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus 2011 di Balai Pertemuan Kantor Camat Sukarami. Kegiatan Konsultasi Masyarakat merupakan rangkaian kegiatan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup sesuai dengan Undang-undang No. 23 tahun 1997.

Pada acara tersebut di buka oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Sumatera Selatan (KMS. Abubakar), dihadiri oleh Kepala Seksi Program & Data, Bidang Perencanaan BBPJN III ( Ir.Harunnurasyid, MT), PPK Perencanaan & Pengawasan Metropolitan Palembang (Azwar Eddy, ST, MT), Konsultan PT. Dianzani Utama Konsultan (Andang Aji P.) serta perwakilan dari masyarakat masing-masing Kelurahan Sukarami, Kelurahan Kebun Bunga, Kelurahan Karya Baru dan Kelurahan Talang Betutu.

 

Pada pembukaan Kepala BLH menjelaskan aturan-aturan yang terkait dengan pembuatan dokumen AMDAL dan proses yang harus diikuti dalam penyusunan AMDAL sampai dengan keluar rekomendasi dari Badan Lingkungan Hidup. Dilanjutkan dengan sambutan dari PPK Perencanaan dan Pengawasan Metropolitan Palembang yang menjelaskan maksud dan tujuan diselenggarakannya konsultasi masyrakat ini.  Kemudian dilanjutkan dengan paparan dari konsultan yang disampaikan oleh Bapak Andang Aji P. beberapa hal yang disampaikan yaitu :

 

  1. Tahapan Pekerjaan yaitu :
    1. Pembebasan tanah
    2. Pemindahan utilitas
    3. Pekerjaan konstruksi
    4. Pembersihan dan pemulihan lokasi
    5. Operasional jalan
  1. Latar Belakang Studi AMDAL
    1. Kegiatan pembangunan diperkirakan akan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan sehingga untuk mendukung pelaksanaan pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan diperlukan AMDAL.
    2. Sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2006, Pembangunan dan/atau peningkatan jalan tersebut wajib dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan.
    3. Penyusunan dokumen AMDAL ( berdasarkan ketentuan – ketentuan yang berlaku) : ’Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.08 tahun 2006, tentang pedoman Penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.
    4. Keterbukaan Informasi dalam Proses AMDAL sesuai Kep Men LH No. 18 Tahun 2000 tentang Keterlibatan Masyarakat Dalam Proses Penyusunan AMDAL.
  1. Dampak Penting Hipotek di Jalan Kol. H. Barlian dan Sultan Mahmud Badaruddin II yaitu : Gangguan Masyarakat diantaranya hilangnya aset, terganggunya lalu lintas, Penurunan Kualitas Lingkungan diantaranya berubahnya penggunaan lahan, hilangnya vegetasi budidaya, terganggunya infrastruktur diantaranya terganggunya utilitas dan terganggunya aksesbilitas.

Selesai paparan kemudian dilakukan sesi penyampaian masukan dari masing-masing masyarakat, dimana diantaranya hasil dari masukan masyarakat yang menjadi hal penting yaitu :

  1. Masalah Banjir di beberapa titik Jalan Kol. H. Barlian pada saat hujan.
  2. Koordinasi penanganan infrastruktur antar instansi terkait perlu ditingkatkan.
  3. Secara administrasi Dokumen AMDAL setelah rekomendasi di dapat maka 6 (enam) bulan selanjutnya harus melapor ke Tim Penilai di Badan Lingkungan Hidup.
  4. Strategi Penanganan perlu disusun sehingga pelaksanaan AMDAL dapat dilakukan sesuai dengan rekomendasi.

Kepala Bidang Perencanaan (Ir. Syarkowi, MSc) menyampaikan Dokumen AMDAL Jalan Kol. H. Barlian, dilaksanakan simultan dengan konstruksi kegiatan Pelebaran Jalan Kol. H. Barlian karena merupakan usaha percepatan mendukung kegiatan nasional yaitu SEA GAMES XXVI. Di dalam Renstra Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2010 – 2014 telah direncanakan Peningkatan Kapasitas Jalan dimana pelaksanaan dilaksanakan setelah pembebasan lahan dan Dokumen AMDAL selesai, namun dalam rangka mendukung SEA GAMES XXVI hal ini dilaksanakan simultan. Lokasi lain yang akan dilakukan studi Dokumen AMDAL secara simultan yaitu Sp. Tanjung Api-api ke Sp. Bandara (Kol. H. Barlian) dan ke Batas Kota (Sultan Mahmud Badaruddin II).

 

Disampaikan juga oleh Kepala Bidang Perencanaan maupun PPK Perencanaan & Pengawasan Metropolitan bahwa outlet akhir dari drainase merupakan bagian dari sistem jaringan drainase sehingga hal ini perlu dikoordinasikan dengan instansi terkait yaitu pemerintah daerah maupun yang terkait lainnya.

Konsultasi masyarakat ditutup oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup untuk kemudian akan dilanjutkan oleh konsultan sebagai Kerangka Acuan Dokumen AMDAL.