LOKASI RAWAN KECELAKAAN DAN POTENSI RAWAN KECELAKAAN JALUR LEBARAN 2011 DI PROVINSI LAMPUNG

Oleh: Syarkowi, Ir. M.Sc, Bidang Perencanaan

Provinsi Lampung masuk 12 Penyelengara Mudik Lebaran tahun 2011/ 1432 Hijryah. Untuk itu dalam rangka monitoring jalur lebaran 2011 serta dalam rangka implementasi salah satu Tupoksi Bidang Perencanaan BBPJN III yaitu Aspek Keselamatan jalan dan Lingkungan, maka pada tanggal 12- 13 Agustus  2011, dilakukan Inspeksi lokasi lokasi rawan kecelakaan dan potensi rawan kecelakaan di ruas jalan Lintas Tengah ( Jalinteng) Provinsi Lampung  yaitu Batas kota Bandar Lampung- Bandar Jaya- Terbanggi Besar- Kotabumi- Bukit Kemuning- Batas Prov.Sumsel,dan Penghubung Lintas ruas Bukit Kemuning- Padang Tampak.

Survey lokasi rawan kecelakaan dan potensi rawan kecelakaan  tersebut berdasarkan tanda peringatan rawan kecelakaan atau spanduk yang ada di sepanjang jalan tersebut  bersama  Konsultan Manajemen Proyek ( KMP ) BBPJN III, yaitu Team Leader, Ir. Iwan Hardi dan Pavement  and Material Engineer ( Ir. Komaruddin ).

 

Di ruas Batas Kota Bandar Lampung- Bandar Jaya- ;Terbanggi Besar, didapat lokasi rawan kecelakaan di km 27 -28; km 44 – 45; km 46-47 di tikungan,km 48-49 karena jarak pandang, km 50-51, tikungan  dan di km 69-70, rawan kecelakaan, ada truk dan kendaran pribadi tabrakan saat survey..

Untuk ruas Terbanggi Besar- Kota Bumi, tanda rawan kecelakaan di km 86-87; km 91-92; km 96-97; km 97-98 dengan peringatan sering terjadi kecelakaan; km 99-100 serta peringatan di pohon warna biru muda, sering terjadi kecelakaan sepanjang 5 km ( km 101-106 ).

 

Diruas Bukit Kemuning ( Km 155 +600) – Padang Tambak – Liwa, ada rawan kecelakaan di tikungan antara km 155, 700 – 156,600; km 161-162, tikungan; km 163,300-164,300, tikungan dan licin diwaktu hujan; km 172 ,90 – 173, 300, tikungan tajam dan penurunan serta km 173,900 – 174,900, ada tikungan turun serta jurang.

 

Pada km 181 – 182, ada spanduk rawan longsor; km 183 -184, ada tanda turunan dan jurang. Untuk km 189 -190 dan km 193 -194, ada tikungan dan tanjakan. Pada tikungan km 207+ 685, ada jembatan Way Giham Balak, yang rawan kecelakaan, ada penurunan dan tikungan yang cukur tajam. Pagar jembatan ditabrak kendaraan. Di ruas tersebut ada paket pelebaran jalan yang juga dapat meng-eleminir rawan kecelakaan.

 

Pada ruas Kota Bumi- Bukit Kemuning yaitu di km 116-117; km 132-133; km 137-138; km 149- 154 dengan tanda peringatan rawan kecelakaan sepanjang 5 km serta km 155-156. Sedangkan ruas Bukit kemuning – Batas Sumatera selatan di km 156-157; km 158-159 karena tikungan yang jarak pandang kurang serta km 168-170.

Di km 170, jembatan Way Besai, yang ditabrak truk batubara beberapa waktu lalu  sudah selesai perbaikan oleh Satker/PPK SKPD Provinsi Lampung. Mengingat kekuatan atau kondisi jembatan, maka beban dibatasi dan melintasi jembatan dihimbau satu persatu.

 

Di km 170- 170+500, dan km 171 – 173, ada tanda rawan kecelakaan , ada tikungan ganda; km 176 -177, rawan kecelakaan di perkampungan; km 178- 179, rawan kecelakaan karena alinyemen vertical yang kurang baik. Lokasi rawan kecelakaan yang diberi tanda yaitu km 190-191; km 196-198; di km 200 – 201; km 202-203 tikungan yang tajam; km 206-207; km 208-km 209 juga ada tanda rawan kecelakaan.

Di antara km 211 -212, ada jembatan Way Tahmi, yang baru selesai perbaikan lantai jembatan yang bolong dengan pemasangan pelat baja oleh SKPD Provinsi Lampung dengan PPK nya Syahroni, ST dan Satker SKPD, Ir. Syamsul Bahri, MM. Jembatan ini juga dihimbau agar satu satu kendaraan untuk melintasi jembatan tersebut.

Lokasi dengan tanda rawan kecelakaan sampai ke batas Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan di Jalur Lintas Tengah ( Jalinteng) dengan tanda batas alam di jembatan Way Pisang,yaitu di km 213- 214; 216- km 2018; km 221 -222 serta di km 227-228.

 

Saat ini, para Satker/PPK. Kontrakror dan Konsultan, masih berupaya agar semua lobang tertutup maksima H-10, sedangkan kegiatan utama maksimal H-7 sebelum lebaran.

Di jalur lebaran banyak peringatan “ Bila anda lelah/ngantuk, istirahatlah sejenak’ dan banyak posko-posko jalur lebaran serta ada lokasi Rest Area yang dapat disinggahi dengan pemandangan yang indah untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan untuk keselamatan Pengguna jalan., ingat Safety First !!.