LOKASI RAWAN KECELAKAAN DAN POTENSI RAWAN KECELAKAAN SERTA RAWAN KEMACETAN DI LINTAS TIMUR; BATAS KOTA PALEMBANG – BATAS PROVINSI LAMPUNG.

Oleh: Syarkowi, Ir. M.Sc, Kepala Bidang Perencanaan.

Dalam rangka implementasi salah satu Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Bidang Perencanaan BBPJN III yaitu Aspek Keselamatan jalan dan  Aspek Lingkungan bidang Jalan, maka dilakukan inventarisasi dan telah dilakukan Inspeksi lokasi lokasi rawan kecelakaan dan lokasi potensi rawan kecelakaan, data data kasus kecelakaan serta jumlah korban kecelakaan di ruas-ruas jalan Nasional  di Lintas Timur arah Provinsi Lampung baik dari Korlantas, Dishub maupun dari Media massa, untuk segment dari( Batas Kota Palembang/km 14 – Smp. Inderalaya – Smp. Meranjat –Tanjung Raja –Smp. Celikah – Kayu Agung – Smp. Penyandinagan- Lubuk Siberuk – Batas Provinsi Lampung).

Di Ruas  jalan Nasional Lintas Timur ( Jalintim), lokasi rawan kecelakaan ruas Batas Kota Palembang- Simpang Inderalaya – Simp. Meranjat – Kayu Agung – Batas Provinsi Lampung, seperti yang ditulis Koran Sumatera Express hari senin tanggal 8 Agustus 2011, lokasi rawan kecelakaan di kawasan Kabupaten  Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir (OI), mulai dari km 12 (batas kota Palembang ), yaitu di desa Bunut, desa Lubuk Siberuk, Desa Tugu Jaya dan Tugu Agung. Untuk di Ruas Palembang _ Inderalaya yaitu di Km 17 dan Km 21 , di tikungan Rumah Makan Lembah Anai dan Serai Indah., Faktor penyebab karena jumlah kendaraan yang terus bertambah terutama angkutan berat batubara dari Kabupaten Lahat di ruas Palembang – Inderalaya, namun tidak diimbangi dengan sarana dan prasarana yang memadai, dan minimnya rambu lalu lintas,tidak ada marka jalan juga sebagian ruas jalan terdapat tanjakan dan jalan menikung tajam, sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Ruas Jalan Lintas Timur, segmen ruas Penyandingan – Batas Provinsi Lampung ,masih ada lebar jalan 6 m,yang kurang dari Standar Minimal Jalan Nasional, Bahu+ Perkerasan+ Bahu ( 2 m + 7 m + 2 m ), sepanjang 40 km, saat ini dalam masa konstruksi pelebaran jalan sepanjang 9 ,5 km. Di dalam kontrak/ Spesifikasi edisi Novembar 2010 telah tercantum item pembayaran tersendiri manajemen pengaturan lalu lintas,. Zona kerja adalah lokasi yang ber potensi kecelakaan, apalagi di malam hari. Dilapangan cukup baik rambu-rambu lalu lintas sementara di zona kerja, namun perlu di jaga kondisi dan keberadaannya.

Di ruas Jalintim arah Batas Lampung masih banyak daerah potensi kecelakaan karena masih sangat kurang tanda atau rambu lalu lintas terutama belum adanya rambu bentuk chevron di tikungan-tikungan. Juga masih adanya ruang bebas yang cukup di jembatan – jembatan bentang pendek yang belum dilakukan pelebaran jembatan ataupun duplikasi di segmen jalan yang telah di lebarkan dari 5,5 – 6 meter jalan existing menjadi jalan standar dengan lebar 7 m atau lebar standar jalan kelas sedang (2 + 7 + 2) m. Hal lain lokasi ptesi rawan kecelakaan akibat gangguan fungsi jalan dimana banyak kegiatan-kegiatan masyarakat yang menggunakan ruang manfaat jalan ( Rumaja ) sehingga menimbulkan roadside hazard.

Jalan Lintas Timur yang merupakan salah satu koridor ekonomi Pulau Sumatera, sangat padat lalu lintas dengan bermacam jenis kendaraan, baik lokal maupun antar Provinsi (Regional), diperlukan pengaturan yang intensif dan kesadaran serta disiplin para Pengguna Jalan serta Izin  Pemanfaatan dan Penggunaan bagian-bagian jalan. Rawan macet di ruas Palembang- Inderalaya karna banyak angkutan batubara, pasar tumpah diTugu Mulyo, Lubuk Siberuk.

 

Ketertiban atau kepatuhan atas peraturan yang berlaku seperti batasan Muatan/beban kendaraan, Muatan Sumbu Terberat ( MST) sangat diperlukan. Kelas jalan Lintas Timur secara umum masih dalam kelas JALAN SEDANG berdasarkan Undang-Undang No:38/2004 dan Peraturan Pemerintah No:34/2006 tentang Jalan, saat ini telah diprogramkan peningkatan kapasitas. Jalan Lintas Timur rawan macet, dengan kendaraan yang agak kurang terkendali Muatan Sumbu Terberat (MST), memperhatikan hal tersebut, Jalan TOL sudah sangat perlu intensif di programkan. Study Master Plan Arterial Road Sumatra (MARS)- KOICA, Korea maupun JICA- Jepang, telah membuat Rekomendasi tentang Jaringan jalan TOL tersebut. Untuk jaringan jalan di Sumatera Bagian Selatan ( SumBagSel), lebih dikenal dengan BELAJASUMBA, para Gubernur mengintegrasikan program jaringan infrastruktur jalan.

  

Program Pemerintah Daerah telah merencanakan Megaproyek infrastruktur jalan Tol sepanjang 137 km dari kota Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) hingga ke kota Betung, Kabupaten Banyuasin seperti yang ditulis Koran Sumatera Ekspres pada hari Jumat tanggal 5 Agustus 2011, terdiri dari 3 (tiga) koridor yaitu Kayu Agung- Palembang; Lingkar Timur kota Palembang, dan Palembang- Betung, sedangkan Koridor I: Jakabaring (Palembang) – Jejawi- Kayu Agung,sepanjang 37,5 km adalah koridor yang paling siap untuk pelaksanaan pembangunannya yang diperkirakan 1,5 tahun selesai.