DISEMINASI PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN JALAN DIPUSJATAN BANDUNG, TGL 18-29 JULI 2011

Oleh : Rina Windarti, ST & Intan Permata Sari, ST, Staf Bidang Perencanaan.

Dalam rangka meningkatkan profesionalisme pelaksanaan dan pengawasan, bidang jalan dan jembatan, Pusat Litbang Jalan dan Jembatan, Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum pada tahun Anggaran 2011 mengakan kegiatan peningkatan profesionalisme pada pelaksanaan dan pengawasan dalam bentuk “Diseminasi Pelaksanaan dan Pengawasan Lapangan” . Melalui kegiatan Diseminasi Pelaksanaan dan Pengawasan ini diharapkan dapat memberikan penyegaran/pembekalan kepada para engineer yang akan terlibat langsung dalam pelaksanaan dan pengawasan pekerjaan jalan dan jembatan.

Diseminasi dibuka oleh Kepala Sub Bidang Diseminasi, Ir. Benyamin Saptadi R, M.Si. Kegiatan diseminasi diikuti oleh 50 orang peserta yang berasal dari lingkungan Satuan Kerja, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional, serta utusan-utusan dari Dinas PU Provinsi seluruh Indonesia.

Kasubdis Standard dan Diseminasi Diseminasi menyampaikan tentang profil Puslitbang secara umum, tugas dan fungsi pokok, hasil-hasil pencapaian serta juga informasi tentang SIMPUL layanan. Simpul layanan merupakan salah satu bentuk sarana komunikasi yang dikembangkan oleh Puslitbang untuk memberikan advis teknis mengenai permasalahan yang terjadi di daerah-daerah. Simpul layanan sendiri akan direncanakan akan dilaunching pada tahun 2012 di 5 provinsi diantaranya Bangka Belitung, Surabaya, Bandung, dll.

Dalam acara pembukaan, Kepala Bidang Standard dan Diseminasi, Ir. Tranggono, M.Sc  juga memberikan materi tentang Akreditasi laboratorium yang mulai diterapkan di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. Berdasarkan surat edaran Direktorat Jenderal Bina Marga pada tahun 2011 yang menyatakan bahwa dalam sasaran pencapaian mutu, diperlukan suatu sarana laboratorium yang mempunyai suatu metode kerja dan alat-alat yang telah memenuhi standar secara internasional. Hal ini juga sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 02/SE/M/2007 yang menyatakan untuk menjamin produk konstruksi yang handal di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum, setiap laboratorium pengujian baik milik pemerintah maupun swasta harus memiliki sertifikat dari Komite Akreditasi Nasional (KAN).  Untuk mendorong laboratorium di setiap Balai Besar/Balai Pelaksana Jalan Nasional I sampai dengan  XI dalam memenuhi persyaratan tersebut, Badan Litbang Kementerian Pekerjaan Umum akan membantu menfasilitasi pembinaan melalui Evaluasi Kelayakan Operasional Laboratorium Pengujian oleh Assesor dari para peneliti Pusat Litbang Jalan dan Jembatan.  Pada tahun 2011 ditargetkan semua laboratorium pengujian di Kementerian PU telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) sebagai lembaga independen yang memberikan penilaian tentang akreditasi di Indonesia. Dengan adanya akreditasi laboratorium diharapkan mutu pekerjaan dapat dicapai sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.

Para peserta diseminasi juga diajak melakukan kunjungan lapangan Balai-balai  yang ada di Puslitbang, antara lain yaitu :

  1. Balai Bahan dan Perkerasan Jalan yang mempunyai tugas melaksanakan perencanaan teknis, pelaksanaan penelitian dan pengembangan, penunjangan ilmiah, layanan pengujian laboratorium dan lapangan serta pemberian saran teknis, teknologi bahan dan perkerasan jalan.
  2. Balai Geoteknik jalan yang mempunyai tugas melaksanakan perencanaan teknis, pelaksanaan penelitian dan pengembangan, penunjangan ilmiah, layanan pengujian laboratorium dan lapangan serta pemberian saran teknis, teknologi geoteknik jalan.
  3. Balai Teknik Lalu Lintas dan Lingkungan Jalan, yang mempunyai tugas melaksanakan perencanaan teknis, pelaksanaan penelitian dan pengembangan, penunjangan ilmiah, layanan pengujian laboratorium dan lapangan serta pemberian saran teknis, teknologi teknik lalu lintas dan lingkungan jalan.
  4. Balai Jembatan dan Bangunan Pelengkap Jalan, yang mempunyai tugas melaksanakan perencanaan teknis, pelaksanaan penelitian dan pengembangan, penunjangan ilmiah, layanan pengujian laboratorium dan lapangan serta pemberian saran teknis, teknologi jembatan dan bangunan pelengkap jalan.

Peserta diajak untuk melihat kondisi peralatan laboratorium serta penjelasan secara umum tentang fungsi dan penggunaan alat-alat laboratorium yang ada di masing-masing Balai. Secara ringkas materi yang disampaikan dan kunjungan lapangan yaitu sbb:

MATERI BALAI BAHAN DAN PERKERASAN JALAN

Disajikan oleh: Prof.M. Furqon Affandi dan Dr. Ir. Raden Anwar Yamin, MT

CAMPURAN ASPAL

Proses produksi campuran beraspal panas pada prinsipnya dimulai dari pemenuhan persyaratan manajemen dan teknis dan kemudian dilanjutkan dengan langkah-langkah operasional seperti pembuatan Formula Campuran Rencana, FCR (Design Mix Formula), dan formula Campuran Kerja, FCK (Job Mix Formula, JMF), kegiatan rutin di unit pencampur aspal (Asphalt Mixing Plant, AMP) dan kemudian kegiatan penghamparan dan pemadatan di lapangan.

Proses produksi campuran beraspal dimulai dari pengadaan bahan dan pemeriksaan bahan dan proses pencampuran di AMP, dan pelaksanaan di lapangan yang meliputi pelaksanaan penggelaran dan pemadatan di lapangan. Pada bagian ini, diuraikan kegiatan yang berhubungan dengan proses produksi campuran beraspal panas di AMP.

PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT)

Perkembangan jalan beton di Indonesia dimulai pada tahun 1985. Pada awalnya perkembangannya sangat lambat karena harga semen yang mahal. Tetapi semakin berkembang jalan beton mulai diminati di Indonesia akibat harga aspal yang mahal sehingga dijadikan salah satu alternatif konstruksi perkerasan jalan. Disamping itu Indonesia mempunyai produksi semen berlimpah dengan kapasitas produksi pabrik 47 juta ton/tahun, namun konsumsi domestic hanya sekitar 35 juta ton/tahun.

Permasalahan yang terjadi pada Perkerasan Kaku (rigid pavement) antara lain faktor biaya konstruksi  (initial cost) yg mahal dan pelaksanaan perkerasan kaku yang dibangun di Indonesia tidak selalu menunjukkan kinerja seperti yang diharapkan.

KUNJUNGAN LAPANGAN KE AMP SEWO

Kunjungan lapangan dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 20 Juli 2011, bertempat di AMP Sewo, di Kabupaten Subang. Adapun data-data AMP Sewo sebagai berikut:

Lokasi                                     : Desa Sewo, Kab Subang

Jenis Alat                               : AMP type Batching Plant

Merk/Type                            : Bukaan/ type timbangan

Tahun Pembuatan              : 2007

Kapasitas                                : 35-40 ton/jam setelah dikalibrasi

FOTO DOKUMENTASI KUNJUNGAN LAPANGAN KE AMP SEWO

MATERI PENANGGULANGAN LONGSORAN JALAN DAN GALIAN & TIMBUNAN

disajikan oleh Dr. Ir. Munarto Eddie Sunaryo, M.Sc. & slamet Prabudi Setianto, ST

PENANGGULANGAN LONGSORAN JALAN

Sebelumnya disajikan materi Pengantar Geologi yang disampaikan oleh Ir. Benyamin Supriyadi, M.Si ini dijelaskan mengenai fisiografi daerah yang membantu ahli geoteknik untuk mengindentifikasikan dan menyusun karakteristik alam dari setiap daerah dengan suatu prosedur yang ideal. Batas-batas fisiografi daerah ditentukan oleh perubahan besar dalam topografi, struktur geologi, serta jenis tanah dan batuan. Pemahaman tentang faktor-faktor ini dalam masing-masing daerah memberikan suatu kerangka yang baik untuk perencanaan dan interpretasi hasil-hasil dari eksplorasi bawah permukaan dan korelasi dari satu lokasi ke lokasi yang lain.

Kemudian dijelaskan pula klasifikasi batuan yang dibagi secara garis besar menjadi butiran sedimen mekanis yang dibawa ke daerah pengendapan oleh air, angin, atau aliran es atau salju,  serta batuan yang terbentuk oleh pengendapan secara kimia dari larutan dalam air, dan atau akumulasi sisa-sisa bahan organik dari tanaman dan hewan yang hidup.

Mengenai penanganan longsoran, dengan nara sumber Bapak Dr. Ir. Munarto Edie Sunaryo, M.Sc Dijelaskan bahwa persyaratan dalam melaksanakan penggalian adalah :

  1. Kenali morfologi (topografi)
  2. Geologi yang akan memberikan arahan tanah termasuk sedimen atau residual
  3. Investigasi mengenai karakteristik per lapisan
  4. Peruntukan (land use) dan pola aliran air

GALIAN DAN TIMBUNAN

Materi Galian dan Timbunan disampaikan oleh Slamet Prabudi Setiyanto, ST. Timbunan pada tanah mengakibatkan tekanan air pori tanah menjadi naik, sebagai akibat beban yang terkompresi, sehingga kuat geser tanah turun. Akibatnya faktor keamanan turun dan dapat menyebabkan keruntuhan, sedangkan untuk penanganannya diperlukan stabilitasi jangka panjang. Pada Galian mengakibatkan tekanan air pori turun sampai dengan kondisi minimal (dengan kuat geser tanah tetap stabil), kemudian kembali berubah sampai kondisi tekanan air setimbang (kuat geser tanah turun). Dalam pelaksanaan galian biasanya proses keruntuhan berlangsung pada saat konstruksi tergantung jenis tanahnya sehingga diperlukan penanganan stabilitas jangka pendek.

KUNJUNGAN LAPANGAN KE TOL CIPULARANG

Kunjungan lapangan dilaksanakan pada hari Jum”at, tanggal 22 Juli 2011, bertempat di Tol Cipularang Km. 91,2 di Kabupaten Purwakarta.

Pada saat peserta melakukan kunjungan ke lokasi, ditemukan beberapa permasalahan, yaitu :

  1. Longsoran terjadi Tol Cipularang yang menyebabkan turunnya badan jalan sekitar sepanjang 20 meter.
  2. Drainase yang kurang baik sehingga menyebabkan tekanan air lebih besar daripada daya dukung tanah

FOTO KUNJUNGAN LAPANGAN KE TOL CIPULARANG

 

MATERI PEMERIKSAAN JEMBATAN

disajikan oleh Panji Krisna Wardana, ST. MT dan Imam Murtosidi, ST

PEMERIKSAAN JEMBATAN,

Tujuan dari pemeriksaan jembatan adalah untuk meyakinkan bahwa jembatan berada dalam keadaan aman terhadap pemakai jalan dan juga mengamankan nilai investasi jembatan itu. Data hasil pemeriksaan jembatan digunakan untuk merencanakan suatu program pemeliharaan, rehabilitasi, dan perkuatan jembatan.Pemeriksaan Jembatan dibagi menjadi inventarisasi jembatan, pemeriksaan detail, pemeriksaan rutin, dan pemeriksaan khusus.

Preservasi Jembatan adalah upaya mempertahankan suatu struktur jembatan dari penurunan kualitas atau kerusakan, melalui kegiatan pemeliharaan rutin, berkala, rehabilitasi (perbaikan dan perkuatan) untuk mempertahankan dan mengembalikan fungsi jembatan.

KUNJUNGAN LAPANGAN KE JEMBATAN CITARUM (ORTHOTROPIK)

Kunjungan lapangan dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 26 Juli 2011, bertempat di Jembatan Citarum. Adapun data-data umum jembatan citarum adalah sebagai berikut :

Nama Jembatan            :  Jembatan Citarum

Nomor jembatan          :  22.048.022.1

Panjang Bentang           : 55 Meter

Kelas Jembatan             :  Kelas A

Type bangunan atas    :  Rangka Baja T

Jembatan citarum selesai dibangun pada tahun 1996, seiring dengan peningkatan lalu  lintas dimana jembatan tersebut menerima beban – beban berat sehingga terjadi kerusakan pada pelat lantai jembatan.  Untuk mengatasi permasalahan tersebut telah dilakukan rehabilitasi lantai dengan menggunakan metode Orthotropik pada tahun 2009.

FOTO DOKUMENTASI KUNJUNGAN LAPANGAN KE JEMBATAN CITARUM (ORTHOTROPIK)

 

MATERI AUDIT KESELAMATAN JALAN

Diisajikan oleh Ir. Erwin Kusnandar & Drs. Muhammad Idris

ROAD SAFETY ENGINEERING ,

Rekayasa Keselamatan Jalan adalah modifikasi/rekayasa lingkungan fisik jalan dengan menggunakan proses-proses dan teknik-teknik, dalam upaya mengurangi resiko semua pengguna jalan. Dua proses utama dalam Rekayasa Keselamatan Jalan adalah:

–        Investigasi kecelakaan “blackspot” (proses reaktif) – berdasarkan pada data tabrakan suatu lokasi, dan bertujuan untuk mengurangi jumlah tabrakan dan/atau tingkat keparahan pada lokasi tersebut.

–        Audit Keselamatan Jalan (proses proaktif) – dengan menggunakan keahlian yang sama, tetapi dilakukan dalam tahap perencanaan untuk  mencegah tabrakan.

Inspeksi keselamatan jalan merupakan pemeriksaan sistematis dari jalan atau segmen jalan untuk mengidentifikasi bahaya-bahaya, kesalahan-kesalahan dan kekurangan-kekurangan yang dapat menyebabkan kecelakaan. Bahaya-bahaya atau kesalahan-kesalahan dan kekurangan-kekurangan yang dimaksudkan adalah potensi-potensi penyebab kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh penurunan (defisiensi) kondisi fisik jalan dan atau pelengkapnya, kesalahan dalam penerapan bangunan pelengkapnya, serta penurunan kondisi lingkungan jalan dan sekitarnya.

Prinsip Inspeksi Keselamatan Jalan :

  • Proaktif, mencegah terjadinya kecelakaan;
  • Tidak bergantung pada data kecelakaan lalu lintas;
  • Bukan pemeliharaan rutin
  • Penanganan efektif dan berbiaya rendah
  • Meminimalisasikan peluang terjadinya kesalahan-kesalahan manusia yang  dapat mengakibatkan kecelakaan dan apabila kesalahan tersebut masih terjadi menimalisasikan dampak “forgiving road

Tahapan Inspeksi :

KUNJUNGAN LAPANGAN LOKASI JALAN LINGKAR NAGREG ,

Jalan Lingkar Nagreg merupakan jalan baru yang umumnya digunakan sebagai salah satu jalan alternatif arus mudik lebaran. Jalan Nagreg ini dibangun akibat jalan Raya Nagreg yang selalu mengalami kemacetan menjelang mudik lebaran. Jalan Lingkar Nagreg dibangun pada  dari tahun 2006 sampai dengan sekarang. Jalan Nagreg  ini menghubung kan arus mudik dari Bandung menuju ke Garut danTasik. Jalan Lingkar Nagreg merupakan salah satu jalan arteri yang dibangun dengan satu jalur yang lebarnya 8 m.

Keuntungan dari pembangunan Jalan Lingkar Nagreg  yaitu :

  1. Memberikan alternatif baru untuk mengurangi kemacetan sehingga dapat mecegah terjadinya kecelakaan.
  2. Meningkatkan kondisi keselamatan  jalan dan keselamatan pengguna jalan.

Kekurangan dari pembangunan Jalan lingkar Nagreg yaitu :

  1. Rute perjalanan melalui jalan lingkar Nagreg yang menghubungkan Bandung menuju Garut dan Tasik lebih jauh dari rute perjalanan melalui jalan raya nagreg yang menjadi jalan rute awal.
  2. Jalan lingkar Nagreg banyak tikungan tajam dengan Jarak pandang yang tidak baik serta tidak mempunyai rambu jalan yang dapat memudahkan dan memberikan keselamatan bagi para pengguna jalan.
  3. Elenyemen vertikal lebih besar dari 10%, sehingga kurang memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan.
  4. Pada bagian dalam drainase ditumbuhi banyak rumput sehingga drainase tidak berfungsi  maksimal.
  5. Guardrail tidak sesuai dengan standar keselamatan jalan.
  6. Bahu jalan turun lebih rendah 10 cm dari permukaan jalan.

FOTO DOKUMENTASI KUNJUNGAN LAPANGAN LOKASI JALAN LINGKAR NAGREG