RAPAT KOORDINASI  DAN  PEMBAHASAN JUSTIFIKASI TEKNIS DAN PRESENTASI PAKET DESAIN P2JN PROVINSI LAMPUNG.

Oleh: Ir. Iwan hardi ( Team Leader KMP Balai 3) & Ir. Aidil Fitri (Kasie Ren Ling, Bid Ren)

Pada hari Senin dan Selasa tanggal 20-21 Juni 2011, atas prakarsa Kasatker P2JN  Provinsi Lampung diadakan rapat koordinasi antara BBPJN III, Para Kepala Satuan Kerja di Provinsi Lampung, termasuk Kepala SKPD, para Team Leader Core Team Consultant dan SE dibawah P2JN serta KMP BBPJN III.

Agenda yang dibahas dalam rapat ini antara lain:

  • Expose dari para Perencana (Designer)
  • Expose dari para Satker Fisik
  • Masalah Justek
  • Program 2012

Yang memimpin rapat pada hari pertama adalah Kasatker P2JN (Subagio,ST,MT), sedang hari kedua dipimpin oleh Kabag Tata Usaha BBPJN III (Ir. Sailan Ibrahim, MM).

Selain Kabag TU BBPJN III, dari BBPJN III hadir juga Kabid Pelaksanaan (Ir. Kgs Syaiful Anwar, MT), Wakil dari Kabid Perencanaan,yaitu Kasie RenLing (Ir. Aidil Fitri), Staff Kabid Perencanaan (Amjah Jayasaputra, ST,MT). Sedang dari KMP BBPJN III hadir Team Leader (Ir. Iwan Hardi) dan Ahli Manajemen Mutu dan Perkerasan (Ir. Komarudin).

Pada kata pembukaannya, Kaer P2JN menyampaikan bahwa tugas utama dari P2JN yang didelegasikan ke para Konsultan Supervisi adalah mengawal kualitas pekerjaan. Hal ini baru bisa tercapai bila ada sinergi antara P2JN dan Satker fisik. Ada rutinitas menyangkut Monitoring dan Evaluasi,

Satker P2JN dan Satker Fisik harus mempunyai visi yang sama mengenai kualitas pekerjaan. Tanpa sinergi antara kedua belah pihak ini,akan sulit tercapai tujuan kualitas yang diinginkan. Namun demikian kita masih terkendala dengan struktur Kontraktor yang tidak jelas dan sumber daya manusia yang sangat kurang.

Kabag TU BBPJN III yang mewakili Ka Balai menyatakan antara lain bahwa:

Sekarang ini masalah mutu pekerjaan tidak ada tawar menawar lagi. Hal ini juga telah ditegaskan dengan surat Ka Balai, bagaimana konsultan harus tanggung jawab dalam masalah mutu ini.

  • Kepada P2JN diminta untuk melengkapi semua fasilitas konsultan.
  • Harus selalu ada rapat mingguan yang dihadiri PPK, SE dan GS, untuk mengevaluasi hasil pekerjaan minggu sebelumnya dan merencanakan kegiatan yang akan dilaksanakan untuk minggu depan.
  • Justek sudah jelas harus selesai dalam waktu 2 bulan setelah SPMK. Justek yang disiapkan harus dibicarakan dan disepakati dulu dengan PPPK (Panitia Peneliti Pelaksanaan Kontrak), baru dibahas di Tim Teknis.

Setelah pembukaan rapat dilanjutkan dengan paparan dari para Perencana dan para SE.

Perubahan yang signifikan lebih dari 10 % target efektif ataupun penambahan dana diperlukan persetujuan Kepala Balai.

PPK – 8, Wilayah 2; Suparjono, ST, MT, telah menjelaskan proses Justek dan perubahan terhadap kontrak untuk mendapatkan Persetujuan Kepala BBPJN III sebagai dasar Amandemen kontrak.

Perencanaan yang dipaparkan pada kesempatan ini adalah:

  • Perencanaan Jalan Sanggi – Bengkunat
  • Perencanaan Teknis Jembatan Way Tenumbang dan Way Atim
  • Perencanaan Teknis Jalan Bengkunat – Batas Bengkulu.

Selanjutnya para SE menyampaikan Kemajuan pekerjaan dari paket masing-masing dan permasalahan yang dihadapi.

Rapat hari pertama ditutup pada jam 17.30 dan malamnya dilanjutkan dengan rapat Justek PPK-06 Wilayah II. Tanggal 21 Juni 2011 rapat koordinasi dilanjutkan,  serentak di kantor Satker Wilayah II dilanjutkan rapat Justek paket-paket lainnya.