LOKASI RAWAN KECELAKAAN DAN RAWAN BANJIR DI JALAN  NASIONAL PROVINSI KEPULAUAN BANGKA-BELITUNG

Oleh: Syarkowi, Ir. M.Sc, Bidang Perencanaan


Dalam rangka implementasi salah satu Tupoksi Bidang Perencanaan BBPJN III yaitu Aspek Keselamatan jalan dan Lingkungan, maka pada tanggal 12 Juli 2011, dilakukan Inspeksi lokasi lokasi rawan kecelakaan di ruas jalan Batas kota Pangkal Pinang- Namang- Koba- Air Bara.

Survey lokasi rawan kecelakaan tersebut berdasarkan tanda peringatan rawan kecelakaan yang ada di sepanjang jalan tersebut dimana Bidang Perencanaan bersama Kepala SNVT P2JN Provinsi Kep. Bangka-Belitung, Ryandra Narlan, ST.MT, .Lokasi-lokasi rawan kecelakaan di Km 35-36,jalan lurus; di km 45-46,ada tikungan yang kurang jarak pandang ; di Km 50-51, ada tikungan, dan km 67,5-68,5. Untuk inspeksi diruas Pangkal Pinang- Namang telah dilakukan dan dilaporkan  Bidang Perencanaan BBPJN III bersama Tim InDII , Autralia dan Direktorat Bina Teknik tahun 2010.

Upaya BBPJN III untuk meng eliminir potensi  kecalakaan di lokasi blackspot  akibat ketidak infrastruktur jalan, maka pada tahun 2011 untuk di km 50-51, ada tikungan yang kurang jarak pandang dengan Radius yang agak kecil dibuat lajur terpisah ( One way  traffic lane),  ditengahnya dibuat taman sebagai program beutifikasi masuk kota Koba dan daerah peristirahatan dipinggir pantai/laut (Rest Area).

 

Lokasi rawan kecelakaan untuk di km 67,5-68,5, karena ada empat jembatan yang terasa sempit karena adanya pelebaran jalan/ paket peningkatan kapasitas jalan. Tahun 2011 ini,tiga jembatan yaitu A. Nibung I, Jembatan Nibung II dan Jembatan Nibung IV dilakukan pelebaran jembatan, untuk Jembatan Nibung III tidak diperlukan karena tidak ada railing/ pagar jembatan.

Upaya-upaya penyempurnaan infrastruktur jalan & jembatan akan terus dilakukan seiring dengan program Uji Laik Fungsi Jalan (LFJ) mulai Oktober 2011 sampai dengan akhir tahun 2013 untuk seluruh jaringan jalan Nasional diwilayah BBPJN III ( Sumatera Selatan, Kep. Bangka-Belitung, Bengkulu dan Lampung).

 

Tanda, rambu sementara di zona kerja, diperlukan penambahan jumlahnya. Bentuk, bahan dan tempat pemasangan masih perlu disempurnakan untuk mengurangi potensi kecelakaan di zona kerja.

 

Jumlah kecelakaan tidak tertera dari papan Pengumuman Polres tahun 2008, hal ini perlu di isi oleh Polres sebagai peringatan ke Pengguna jalan, namun Sesuai info dari e-mail KaSubdit Bin Gakkum ( Bpk Irwan D. Nasution, SIK), Direktorat lalu lintas Polda Kepulauan Bangka-Belitung, untuk Polres Bangka Tengah, Lokasi sering terjadi kecelakaan di desa Namang, Kecamatan Namang, karena tidak ada/hilang rambu-rambu peringatan juga di persimpangan jalan Kenanga Koba. Diperlukan partisipasi masyarakat untun menjaga rambu-rabu tersebut serta ketertiban pemanfaatan dan penggunaan bagian-bagian jalan yang ditunjukan dengan patok Ruang Milik Jalan (RMJ).

 

Data jumlah kasus kecelakaan diwilayah Polres Bangka Tengah tahun 2010 terjadi 41 kasus; korban meninggal dunia 33 orang; Luka berat 26 orang serat luka ringan 8 orang, dengan total kerugian materil sebesar Rp. 243.200.000.,, Dari jumlah kasus tersebut, 22 kasus tabrak depan; 6 kasus tabrak belakang; tabrak samping 6 kasus; tabrak pejalan kaki 4 kasus; satu kasus tabrak lari; Kecelakaan tunggal 2 kasus.. Secara total pada 7 Polres dilingkungan Polda Babel, terjadi 263 kasus kecelakaan tahun 2010 dengan korban meninggal dunia 182 orang; luka berat (luber) 120 orang dan Luka ringan ( Luring) sebanyak 123 orang, sedangkan kerugian materil  lebih dari 1,6 milyar.

 

Dibanding dengan semester pertama tahun 2011, data Januari – Juni 2011, memperlihatkan tren kenaikan kasus kecelakaan, namun fatalitas menurun. Data kasus kecelakaan di Polda Bangka Tengah semester ini terjadi 35 kasus; korban meninggal dunia 3 orang; luka berat 10 orang dan luka ringan 10 orang, dengan kerugian materil Rp.150.800.000.. Data untuk tujuh Polres dalam wilayah Polda Babel semester I yaitu terjadi 319 kasus dengan korban meninggal dunia 11 orang; lukaberat 89 orang dan luka ringan sebanyak 305 orang serta total kerugian materil sebesar 1 milyar lebih.Jenis kecelakaan berupa tabrak depan 10 kasus; tabrak belakang 12 kasus, tabrak samping terjadi 9 kasus; tabrak lari 1 kasus, sedangkan kecelakaan tunggal 2 kasus.

Data yang didapat untuk tahun 2010 dan 2011 tersebut belum terinci jenis kendaraan yang terlibat dalam kasus kecelakaan tersebut.