Presentasi Perencanaan Teknis Simpang Jakabaring, Studi Kelayakan Simpang Tanjung Api-Api, dan Jalan Penghubung Lingkar Kota Palembang

Oleh Intan Permata Sari, ST dan Rina Windarti, ST

Kota Metropolitan Palembang merupakan pusat pemerintahan dan juga sebagai  titik sentral kegiatan ekonomi di Provinsi Sumatera Selatan.  Dimana pertumbuhan perekonomian, akan berdampak pada jumlah kendaraan dan perubahan tata guna lahan, sehingga sebagai akibanya kemacetan lalu lintas menjadi salah satu masalah yang harus dihadapi. Kemacetan berdampak besar pada efisiensi waktu, efisiensi penggunaan energi, serta polusi yang ditimbulkan.

 

Salah satu titik rawan kemacetan di kota Palembang adalah persimpangan Ampera-Plaju-Jakabaring-Kertapati (Jl. Riacudu – Jl. Gub. HA Bastari – Jl. A. Yani – Jl. Rasyid Sidiq). Sehingga untuk perencanaan penanggulangan kemacetan simpang Jakabaring tersebut diperlukan perencanaan penanganan persimpangan. Dalam pembahasan yang digelar di ruang rapat Dinas PU Bina Marga Provinsi Sumatera Selatan, salah satu agendanya adalah rapat laporan antara perencanaan teknis flyover simpang Jakabaring. Beberapa hal yang dibahas dalam rapat adalah pemilihan permodelan stuktur I-Girder dan

Box-Girder,  posisi dan arah flyover, keperluan pembebasan lahan, serta permodelan manajemen lalu lintas saat pelaksanaan. Dari sisi lingkungan juga diperlukan penyiapan dokumen lingkungan sesuai dengan UU No 23 tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup serta UU No 26 tahun 2007 tentang penataan ruang. Selain itu untuk kebutuhan perencanaan diingatkan kembali mengenai pembuatan peta lokasi utilitas.

Rencana pengembangan dan pembangunan jalan dalam kota Metropolitan Palembang  selain diperlukan untuk perkembangan kota, juga harus sejalan dengan rencana pengembangan secara Regional dan Nasional dimana Provinsi Sumatera Selatan dilewati Jalur Lintas Timur  (jalur Trans Asia). Untuk pembangunan jaringan jalan Metropolitan Palembang maka direncanakan akan ada jalan lingkar timur, lingkar luar barat, dan lingkar luar timur dimana untuk interkoneksi jaringan jalannya diperlukan penghubung lingkar barat-lingkar luar barat dan penghubung lingkar selatan-lingkar timur.

Agenda rapat yang kedua, yaitu Presentasi Laporan Antara Studi Kelayakan Pembangunan Jalan Penghubung Lingkar Kota Palembang yang bertujan melakukan kajian kelayakan pembangunan jalan penghubung lingkar kota Palembang sepanjang lebih kurang 16 km.

 

Rapat ini dipimpin oleh Kepala Bidang Bina Teknik Dinas PU Bina Marga Provinsi Sumsel (Ir. Syarifudin MF, S. IP, MT). Peserta rapat dari Dinas PU Bina Marga Provinsi Sumsel dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pu Bina Marga (Ir. A. Sjarbani, MEng), Kepala Bidang Pelaksanaan Wilayah I Dinas PU Bina Marga, (Ir. H. Darwin, MM). Sedangkan dari BBPJN III dihadiri oleh Kasie Perencanaan Teknik dan Lingkungan bidang Perencanaan (Ir. Aidil Fitri), staf Bidang Perencanaan BBPJN III (Sari Novrianti, ST, MT; Rina Windarti, ST; Intan Permata Sari, ST), dari P2JN Sumsel dihadiri oleh  Kepala SNVT Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Sumatera Selatan (Ir. Marsudi, MT), PPK P2JN Metropolitan (Azwar Edie, ST, MT), tim konsultan perencana, beserta Core Team. Pembangunan jalan penghubung lingkar kota Palembang ini juga mempertimbangkan tata ruang kota, pergerakan lalu lintas, dan arah perkembangan kota Palembang 20 tahun mendatang.

Pembahasan terakhir dalam rapat ini yaitu mengenai laporan antara “Studi Kelayakan Fly Over Simpang  Tanjung Api-api” yang bertujuan untuk melakukan kajian kelayakan pembangunan Fly Over di Simpang Tanjung Api-api untuk mengatasi kemacetan lalu-lintas di simpang tersebut serta tersusunnya indikator kelayakan ekonomi dan rekomendasi tahapan selanjutnya. Beberapa masukan dari peserta rapat antara lain bahwa perlu dipertimbangkan pula alternatif lain misalnya desain underpass atau pelebaran jalan. Diharapkan diskusi dalam rapat ini dapat menjadi masukan positif bagi perencanaan persimpangan dan jalan penghubung lingkar kota Palembang.