RAPAT PEMBAHASAN DAN VALIDASI DATA IRMS & BMS SESI 1

Oleh: Rina Windarti, ST & Intan Permata Sari, ST, Staf Bidang Perencanaan

Sesuai undangan Kepala Bidang Perencanaan BBPJN III,  maka pada hari Senin  tanggal 27 Juni 2011 bertempat di ruang rapat Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional III  dilaksanakan Rapat Pembahasan dan Validasi Data IRMS (Intergrated Road Management System) & BMS (Brigde Management System)  Sesi 1. Rapat  dilakukan dengan agenda untuk membahas metode, validasi data dan sistem pelaporan untuk IRMS dan BMS.

Rapat yang dihadiri oleh perwakilan P2JN Provinsi yang termasuk di dalam wilayah BBPJN III yaitu Provinsi Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, dan Bangka Belitung. Rapat dipimpin Kepala Bidang Perencanaan (Ir.  Syarkowi, M.Sc.), Ir. Harunnurasyid selaku Kasi Bidang Program dan Data  BBPJN III, Ir. Erwin H. Pakpahan, MM  selaku Kasi Bidang Barang Milik Negara,  Ir. Marsudi, MT selaku Kepala Satker P2JN Provinsi Sumatera Selatan,  Ryandra Narlan, ST, MT. selaku Kepala Satuan Kerja P2JN Provinsi Bangka Belitung, asisten program dan data  dari masing-masing P2JN, Core Team P2JN Prov. Sumatera Selatan dan Konsultan Manajemen Proyek (KMP).

Dalam rapat dibahas mengenai hasil survey kondisi yang akan digunakan sebagai salah satu dasar  dalam Planning & Programming (IRMS/BMS) dan Project Level (Detailed engineering Design). Dibahas juga mengenai pengumpulan hasil data survey IRMS dan BMS ke Direktorat Bina Program yang dijadwalkan pada awal bulan Juli 2011.

Point-point penting mengenai verifikasi dan validasi data IRMS & BMS yang ditekankan oleh Kepala Bidang Perencanaan, Ir. Syarkowi, M.Sc., antara lain adalah  mengenai SK jalan nasional yang digunakan sebagai acuan panjang di dalam survey kondisi jalan, Patok KM & Leger jalan, data kondisi akhir jalan pada tahun 2011, 2012, 2013 dan 2014, laporan survey dari pihak penyelenggara fisik jalan   yang dilaporkan per 3 bulan sekali  sedangkan dari P2JN dilaporkan per 6 bulan sekali . Hal-hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah mengenai kontrak fisik 2011 terkait dengan koordinat UKP4.

Bapak Ir. Syarkowi, M.Sc. juga menekankan akan data-data dari kontrak fisik sebelumnya (As Built Drawing) yang memuat tentang data proyek dan lokasi pemeliharaan berkala jalan dengan umur rencana jalan 5 tahun sebelumnya, Data jalan yang dilakukan pembangunan/peningkatan kapasitas jalan dengan umur rencana jalan 10 tahun sebelumnya dan dokumen leger jalan yang diperlukan sebagai syarat administrasi laik fungsi Jalan. Data IRMS/BMS sebagai acuan dalam pembuatan planning & programming sehingga program yang ditetapkan dapat tepat guna serta tepat sasaran.

Dalam rapat pembahasan juga diperkenalkan mengenai PARVID (Positioning Accurated Roughness with Video) yang dipresentasikan oleh penyedia alat pengolah data dari P2JN Bengkulu. PARVID adalah peralatan-peralatan yang digunakan untuk mensurvei data perkerasan jalan (rougness) beserta video yang terdiri dari : Loger, GPS Tracking, Naasra Meter dan Kabel Pegas, Rotary Halda dan Rotary Naasra, Counter, Power Inverter, Laptop, Handycam dan Monitor.  Para peserta juga diajak untuk melihat kendaraan yang digunakan untuk melakukan survey kondisi jalan dengan PARVID).

Dengan diadakannya presentasi dan rapat koordinasi ini diharapkan adanya pertukaran informasi mengenai kemajuan pekerjaan, penambahan pemahaman tentang standard dari pekerjaan survey IRMS dan BMS yang dilakukan sehingga didapatkan suatu hasil yang optimal yang dapat  dipertanggungjawabkan secara teknis sesuai dengan persyaratan yang ada sehingga nantinya akan dihasilkan suatu program perencanaan yang optimal, tepat guna serta tepat sasaran.