RENCANA MUTU KONTRAK DED & UKL-UPL SIMPANG TIDAK SEBIDANG PATAL-PUSRI (PALEMBANG)

Oleh : Rina Windarti, ST & Intan Permata Sari, ST

Staf Bidang Perencanaan BBPJN III

Rencana Mutu Kontrak merupakan bagian yang wajib disediakan oleh penyedia jasa, sesuai dengan Permen PU,No.04/PRT/M/2009 tentang Sistem Manajemen Mutu (SMM). Dijelaskan bahwa di dalam Rencana Mutu Kontrak (RMK) berisi hal-hal sebagai berikut :

  1. Informasi Kegiatan: uraian penjelasan nama paket, no. kontrak, sumber dana, lokasi, lingkup pekerjaan, waktu pelaksanaan dan penanggung jawab Penyedia Jasa;
  2. Sasaran Mutu: menguraikan target pencapaian mutu yang terukur sesuai dengan KAK/RKS;
  3. Struktur Organisasi dari Unit Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/PPK) & Konsultan Pengawas
  4. Struktur Organisasi Penyedia Barang/Jasa: penanggung jawab pelaksanaan pekerjaan; + Tugas, tanggungjawab dan wewenang: uraian tugas, tanggungjawab dan wewenang masing2 kedudukan yang ada dalam struktur organisasi;
  5. Bagan alir pelaksanaan Kegiatan: urutan proses kegiatan dari persiapan sd penyerahan akhir  kegiatan, termasuk kegiatan verifikasi, validasi, monitoring, evaluasi, inspeksi dan pengujian;
  6. Jadwal pelaksanaan kegiatan: uraian tahapan pelaksanaan sesuai dengan perencanaan waktu, termasuk perencanaan bobot pekerjaan;
  7. Jadwal Peralatan: uraian rencana penggunaan peralatan yg diperlukan setiap tahap kegiatan;
  8. Jadwal Material: uraian rencana penggunaan bahan setiap tahap kegiatan;
  9. Jadwal Personil: uraian rencana personil, tenaga ahli dan staff pendukung setiap kegiatan;
  10. Jadwal Arus Kas: uraian rencana penerimaan dan pengeluaran Kas sesuai nilai kontrak;
  11. Rencana khusus: terhadap metoda verifikasi, validasi, monitoring, evaluasi, inspeksi dan pengujian yang diperlukan beserta kriteria penerimaannya;
  12. Daftar Kriteria Penerimaan: uraian ketentuan2 dari setiap  tahapan proses dan hasil pekerjaan  sesuai dengan persyaratan Kerangka Acuan Kerja (KAK), spesifikasi teknis, standar atau peraturan perundang2an).
  13. Daftar Induk Dokumen: daftar dokumen (internal dan eksternal) yang diperlukan dalam proses pelaksanaan kegiatan berupa Standar Kerja, Prosedur Kerja, Instruksi Kerja dan peraturan perundang2an yang berlaku dalam rangka mencapai kesesuaian mutu yang dipersyaratkan;
  14. Daftar Induk Rekaman/Bukti Kerja: sebagai bukti bahwa kegiatan telah dilaksanakan;

Mengingat pentingnya Sistem Manajemen Mutu (SMM) dalam suatu pekerjaan konstruksi dan mengacu pada Perpres No.54 tahun 2010 maka dalam setiap  pekerjaan harus dilaksanakan rapat persiapan pekerjaan yang salah satunya memuat tentang pembahasan Rencana Mutu Kontrak (RMK) tentang standar mutu kerja yang akan dilaksanakan oleh Konsultan maupun Kontraktor dalam melaksanakan pekerjaan. Berdasarkan pada hal tersebut, pada tanggal 9 Juni 2011 bertempat di kantor Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Provinsi Sumatera Selatan dilaksanakan rapat presentasi RMK paket Detailed Engineering Design (DED) & UKL-UPL Simpang Tidak Sebidang Patal-Pusri (Palembang). Rapat dihadiri oleh Kepala Satker P2JN Provinsi Sumatera Selatan, Ir. Marsudi, MT; PPK P2JN Metropolitan Palembang, Azwar Edie, ST, MT, beserta Staf Teknik P2JN; Staf Bidang Perencanaan BBPJN III, Intan Permata Sari, ST & Rina Windarti, ST; Core Team P2JN, Konsultan Perencana PT. Cipta Strada dengan Team Leader Asep Mulyanto beserta seluruh Tenaga Ahli lainnya.

Latar belakang dilakukanya Detailed Engineering Design (DED) ini adalah peningkatan kebutuhan pergerakan orang dan volume lalulintas. Penurunan tingkat pelayanan dari sistem jaringan jalan yang ada disebabkan oleh kurang memadainya jaringan jalan yang ada, khususnya pada persimpangan, dapat menghambat arus pertumbuhan perekonomian. Hal ini harus segera diantisipasi terutama untuk kawasan perkotaan dimana memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi dan volume lalu lintas di daerah tersebut yang sangat padat. Dengan dilakukannya desain perencanaan persimpangan Patal Pusri (pertemuan Jl. R. Sukamto, Jl. Patal Pusri (Jl. Residen Abdul Rozak), Jl. AKBP Cek Agus, dan Jl. Mochtar Prabu Mangku Negara)  diharapkan akan menjadi solusi bagi kemacetan lalu lintas yang ada sehingga dapat memperlancar pergerakan arus orang, barang dan jasa yang berimbas pada Kota Palembang pada khususnya dan Provinsi Sumatera Selatan pada umumnya.

Dalam rapat ini dibahas mengenai kemungkinan alternatif-alternatif desain yang akan digunakan untuk mendapat hasil perencanaan yang optimum. Dalam kajian Feasibility Study  (FS) yang telah dilakukan terdapat beberapa alternatif desain yang dapat diaplikasikan seperti fly over atau underpass. Dibahas pula mengenai isu-isu penting seperti utilitas yang berada di sekitar lokasi pekerjaan yaitu pipa PDAM, pipa gas, telkom, listrik, dan Fiber Optic (FO). Dalam melaksanakan survey pendahuluan nanti, pihak Konsultan diharapkan untuk menginventarisasi utilitas sedetail mungkin, lokasi serta jumlahnya. Hal ini berkaitan dengan alternatif desain yang akan direncanakan agar tidak menganggu pada saat pelaksanaan proyek nantinya. Kemudian mengenai kondisi muka air tanah yang kerap naik pada saat musim hujan serta koordinasi dengan instansi-instansi terkait seperti Dinas Tata Kota, Badan Lingkungan, Kepolisian dan pihak-pihak lain yang terkait.