SYMPOSIUM  DAN KONFERENSI GEOTEKNIK DAN JALAN RAYA INTERNASIONAL DI SEMARANG.

Oleh: Urusan Informasi Publik, Bidang Perencanaan.

Rehabilitasi dan Mitigasi Bencana salah satu yang telah menjadi perhatian utama oleh para insinyur geoteknik dan ahli geologi .Pada tanggal 17- 20 Mei 2011 diadakan One-day International Symposium on Recent Advances in Geotecnical Engineering  dan The Third International Conference on Geotechnical Engineering for Disaster Mitigation and Rehabilitation ( 3 ICGEDMAR) di gabung dengan The Fifth International Conference on Geotechnical and Higway Engineering ( 5 ICGHE) dengan Thema “Geotechnical and Highway Engineering Practical Application Challenges and Opportunities at the Future” di Gumaya Tower Hotel, Semarang.

Sambutan selamat datang dari Panitia, Rektor Universitas Diponegoro dan Acara dibuka oleh Menteri Pekerjaan Umum, Ir. Djoko Kirmanto dilanjutkan dengan penyampaian paparan dari Keynote Speaker antara lain Prof. Jean-Louis Briaud, President ISSMGE , Profesor di A & M University, texas USA;DR. Hermanto Dardak, Wakil Menteri PU; Ir. Djoko Kirmanto, Dirjen Bina Marga serta yang lainnya dari Universitas Kazakhastan, Australia; Singapore; Thailand; Portugal; New Zealand dan Jepang.

Dari tema Konferensi “Geotechnical and Higheay Practical Aplications Chalalenges and Opportunities at the Future”, dari semua Abstrak yang disampaikan beberapa Negara antara lain dari Indonesia, Malaysia, Vietnam, China,Switzerland, India, Canada, Iran, Iraq, Russia, Jerm,an, Bahrain, Turki,USA dan lain-lain yang akan disampaikan dikatagorikan sub tema sebagai berikut:

  1. Case Studies on Recent Disasters.
  2. Soil Behaviours and Mechanisms for Hazard Analysis.
  3. Disaster Mitigation and Rehabilitation Techniques.
  4. Risk Analysis and Geohazard Assessment.
  5. Innovations Foundations for Rail, Highway and Embankments.
  6. Soil Failures and Remedial Measures.

Acara konfrensi juga diisi Stand Pameran dari Perusahaan yang terkait Geoteknik dan Pengujian antara lain seperti PT.Panarisan,Geobrugg dan lainnya serta juga dari PT. Jasa Marga.

Untuk di wilayah Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional III ( BBPJN III) meliputi Provinsi Sumatea Selatan, Kepulauan Bangka-Belitung; Bengkulu dan Provinsi Lampung, yang perlu menjadi perhatian serius berkenaan aspek Geologi dan  Geoteknik serta Mitigasi Bencana, sehubungan dengan wilayan rawan gempa dan longsor karena di Jalur Lintas Barat (Jalinbar) Provinsi Bengkulu dan Lampung, melintasi Bukit Barisan juga Sesar Semangko. Untuk rencana Jembatan Selat Sunda ( JSS) sisi Lampung ada anak Gunung Krakatau dan pertemuan Lempengan bumi. sedangkan Pantai Timur Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan, dominan Swampy Area. Untuk Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung, relative aman dari sisi Geologi.

Peserta disamping dari Luar Negeri dan Indonesia sebagai tuan rumah, dihadiri oleh peserta Asosiasi Profesi seperti Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia ( HPJI),dari Perguruan Tinggi, Pusat Penelitian, dan Instansi terkait lainnya seperti Kementerian Pekerjaan Umum. Dari BBPJN III yang hadir, Kepala Balai ( Ir. Bastian S. Sihombing, M.EngSc); Kabid Perencanaan, Ir. Syarkowi, MSc serta Staf Sari Noviriati, ST,MT; Kabid Pelaksanaan dan Staf, Ir. Kgs. Syaiful Anwar, MT dan Dina Febrianti, ST,MT; Kabid. Pengendalian Sistim Pelaksanaan, Pengujian dan Peralatan, Ir. Yudo Mukiarto, MT. Dari SNVT Pelaksanaan Jalan Nasional, Ir. Junaidi, MT; Ir. Sarwojoyo, MM, SNVT P2JN, Ir. Marsudi, MT,; SNVT SKPD Dinas PU Bina Marga Provinsi Sumatera Selatan, Affandi, ST, MSc serta  M. Yusuf Usman ,M.EngSc,wakil dari DPD HPJI Provinsi Sumatera Selatan.