PROGRES PELAKSANAAN PENANGANAN JALAN DAN JEMBATAN

PROVINSI LAMPUNG DAN PROVINSI BENGKULU

Oleh Intan Permata Sari, ST , Staf Bidang Perencanaan BBPJN III

Pada 31 Mei 2011 dan 1 Juni 2011 bertempat di ruang Rapat Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional III di Palembang, diadakan Rapat Pembahasan Progres Pelaksanaan Wilayah untuk Provinsi Lampung dan Provinsi Bengkulu. Agenda rapat ini adalah paparan atau presentasi dari Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jalan Nasional per wilayah diikuti oleh presentasi masing-masing Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) mengenai progress kemajuan proyek fisik dilapangan, kemajuan penyerapan anggaran, dan pembahasan kendala-kendala yang muncul di setiap lapangan.

Dari masing-masing provinsi diikuti oleh Satuan Kerja Wilayah I, Satuan Kerja Wilayah II, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), dan Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN). Rapat dibuka oleh Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional III, Bapak Bastian S. Sihombing dan dihadiri oleh Kasubdit Wilayah ID, Ir. Ahmad Sofian Lubis, M.Si, Kasi Penyiapan Pelaksanaan Wilayah ID, Ir. Achmad Cahyadi, M.Eng.Sc, serta para Kabid BBPJN III dan staf. Rapat ini juga mengacu Kontrak Kinerja masing-masing PPK yang ditandatangani bulan Febuari, dimana capaian Kontrak Kinerja didapat dari hasil akhir penanganan jalan dan jembatan tahun 2011.

 

Pembahasan oleh masing-masing PPK dimulai dari progress kemajuan penanganan masing-masing ruas jalan. Dimana dalam setiap ruas jalan harus ditangani baik pemeliharaan rutin atau swakelola, maupun yang terpaket seperti pelebaran jalan, pemeliharaan berkala, dan rekonstruksi. Dari pemaparan PPK dapat diketahuikan bahwa hampir seluruh penanganan terpaket sudah berjalan dan sebagian besar kontraktor sudah menerima uang muka proyek.

Misalnya untuk paket Pelebaran Lintas Timur Lampung Pematang Panggang – Simpang Pematang – Bujung Tenuk sepanjang 19,57 km yang berlokasi di Kabupaten Tulang Bawang, penyerapan anggaran berupa uang muka 20% dan progres fisik per 25 Mei 2011 sebesar 2,42% (awal pelaksanaan proyek 2 Mei 2011). Sedangkan pada Provinsi Bengkulu untuk ruas jalan Simpang Rukis (Manna) – Tanjung Kemuning tahun ini mendapat penanganan peningkatan struktur sepanjang 2,5 km, progres fisik mencapai 17,24% dan penyerapan anggaran uang muka sebesar 20%.

Selain penanganan terkontrak, pemeliharaan rutin juga menjadi point penting yang dibahas dalam rapat ini. Rata-rata setiap ruas jalan sudah mendapat penanganan fisik dan penyerapan anggaran sekitar 20-30% dari total keseluruhan penanganan. Penanganan rutin yang dilaksanakan antara lain perawatan rumija, perawatan bahu jalan, perawatan selokan, tebas bayang, dan kegiatan rutin lainnya.

Selain progress penanganan juga dibahas kondisi existing jalan nasional banyak mengalami kerusakan yang mengakibatkan perubahan kondisi sehingga perlu penanganan secepatnya untuk pengembalian kondisi pada daerah non efektif dengan pemeliharaan rutin.

Untuk paket-paket SKPD Bengkulu, akan ada pembahasan lebih lanjut di Direktorat Pelaksanaan I Sumatera, di Jakarta, pada tanggal 13 Juni 2011. Serta direncanakan pembahasan progres pelaksanaan penanganan jalan dan jembatan selanjutanya untuk Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung.