PENGENALAN PROGRAM IRMS Ver. II

Oleh Staf Bid. Perencanaan BBPJN III

Integrated Road Management System atau disingkat IRMS adalah suatu sistem perangkat lunak terpadu yang digunakan untuk “membantu” perencana jalan dalam menghimpun data dan merencanakan program pemeliharaan jalan Nasional dan Provinsi. Selain menjadi alat perencanaan program, perangkat lunak ini juga dirancang untuk menjadi alat pemantau kondisi jalan yang dapat digunakan baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah.

Latar Belakang program IRMS ini dibuat adalah sebagai berikut :

Asset jaringan jalan dan jembatan yang ada harus dapat terus dipelihara

Pemeliharaan asset jalan dan jembatan memerlukan dana yang cukup dan bersifat kontinu.

Dana yang dialokasikan tidak mencukupi untuk memenuhi seluruh kebutuhan penanganan jalan yang diperlukan dan harus didistribusikan secara proporsional.

Pengambil keputusan (manajemen ) memerlukan alat bantu untuk melaksanakan manajemen jalan dan jembatan secara optimal berdasarkan kaidah teknis dan ekonomi.

IRMS sendiri terdiri dari sistem pangkalan data, sistem perencanaan pemeliharaan jalan, sistem pemograman pemeliharaan jalan, dan sistem penganggaran pemeliharaan jalan.

Gambar 1. Bagan Alir Peran Sistem-sistem Manajemen Jalan

Dengan perkembangan kebutuhan penggunaan program IRMS baik dari segi pelaporan maupun perencanaan, tahun 2011 dikembangkan IRMS Ver. 2 oleh Bina Program Kementrian Pekerjaan umum, dimana dari segi fungsi, fasilitas, dan waktu proses lebih baik dari IRMS Ver.1, seperti :

IRMS V2 dibangun secara integrated database dengan  flatform Power Builder 9

Sistem IRMS V2 menerapkan fungsi berupa automatic internal audit system, yang berguna untuk proses validasi otomatis sehingga dapat menjamin akurasi data, keamanan data didalamnya, dan memudahkan pemeliharaan database.
Waktu proses mulai dari analisis sampai dengan programming jauh lebih cepat dengan versi IRMS sebelumnya.
IRMS V2 menyediakan fasilitas berupa hak pengguna sistem yang dapat dibagi ke dalam 3 unit terkait (P2JJ, Balai, dan Pusat).
IRMS V2 menerapkan fasilitas sistem yang berkemampuan menjaga keutuhan database utama berupa daftar ruas jalan yang telah disesuikan dengan ketetapan ruas jalan sesuai Kepmen PU.
IRMS V2 selain mendukung penggunaan penggunaan sistem input data bersama ( multi user)  maka bila kedepan dikembangkan,  IRMS V2  juga support terhadap pemanfaatan inputing data survai secara on-line sistem seperti gambar di bawah ini :

Gambar 2. Inputing data survai secara online

Data-data utama yang dipakai dalam pemograman IRMS, adalah sebagai berikut :

Data Titik Referensi (STR/DRP)

Survai data titik referensi disingkat STR (Data Reference Point Survai, DRP) dimaksudkan untuk menentukan titik-titik referensi pada satu ruas jalan yang akan digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan survai jalan lainnya.

Data Inventarisasi Jalan (RNI)

Survai Invetaris Jalan disingkat SIJ (Road Network Inventory, RNI) dimaksudkan untuk menginventarisasi atau mencatat keadaaan jalan saat ini dan juga saat yang lampau sebagai data sejarah perkembangan jalan tersebut dalam bentuk table/tekstur. Periode survai adalah 5 tahun sekali dan apabila ruas jalan yang ada penanganannya maka harus disurvai kembali, mengingat badan jalan ketika ada penanganan akan mengalami perubahan.

Data Kondisi Jalan (RCS)

Maksud dan tujuan survai kondisi jalan disingkat SKJ (Road Condition Survey,RCS) adalah untuk mendapatkan data kondisi dan bagian-bagian jalan yang mudah berubah; baik untuk jalan aspal, maupun jalan tanah /kerikil sesuai kebutuhan untuk penyusunan rencana dan program pembinaan jaringan jalan.

Data Kekasaran Permukaan Jalan (IRI)

Survai kekasaran permukaan jalan (IRI) dengan menggunakan alat ukur NAASRA (National Association Of Australian State Road Authorities) hanya dilakukan pada perkerasan jalan sistem flexibel pavement (jalan aspal) dengan kondisi rusak ringan, baik, dan baik sekali. Keluaran dari hasil survai ini adalah kondisi jalan yang dibagi menjadi 4 tipe yaitu, baik, sedang, rusak ringan, dan rusak berat, dengan pembagian kategori mantap untuk baik dan sedang serta tidak mantap untuk rusak ringan dan rusak berat.

Data Perhitungan Lalulintas Rutin (LHR)

Survai perhitungan lalu lintas adalah kegiatan pokok dan sangat penting dilakukan untuk mendapatkan data volume lalu lintas untuk berbagai keperluan teknik lalu lintas maupun perencanaan transportasi. Metode yang digunakan dengan cara manual, semi manual (dengan bantuan kamera video), otomatis (dengan bantuan tube maupun loop).

Dokumentasi : Foto dan Video

Pembuatan foto dokumen jalan dimaksudkan sebagai acuan dan pegangan bagi petugas survai jalan dalam pembuatan foto-foto dokumen jalan dengan kamera digital agar terdapat keseragaman dalam pelaksanaannya.

Data-data yang diperoleh dari survai-survai diatas menjadi masukan dalam sistem perencanaan teknis jalan  dan program pembinaan jaringan jalan. Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa hasil keluaran perangkat lunak IRMS ini merupakan pedoman awal pada perencanaan penanganan jalan, sedangkan pemograman penanganan jalan ditetapkan berdasarkan pengamatan kondisi lapangan yang muktahir. Survai IRMS dilakukan oleh tim dari P2JN (Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional) di masing-masing provinsi sebanyak dua kali setahun. Data hasil IRMS masing-masing provinsi kemudian dilaporkan ke Balai Pelaksanaan Jalan Nasional yang menaungi provinsi tersebut untuk diverifikasi.  Lalu dari Balai Pelaksanaan, data dari masing-masing provinsi  akan dikirim ke Pusat untuk digunakan sebagai dasar perencanaan penanganan jalan nasional ke depan. (Sumber : Sosialisasi dan Pengolahan Data IRMS dan BMS T.A 2011-Bina Program Kementerian PU).