INSPEKSI LOKASI RAWAN KECELAKAAN DAN MONITORING IMPLEMENTASI PROGRAM 2011 DIPROVINSI BANGKA-BELITUNG.

Oleh:Syarkowi, Ir. M.Sc, Kepala Bidang Perencanaan

Salah satu Tupoksi Bidang Perencanaan BBPJN yaitu Pelaksanaan Aspek Keselamatan jalan, maka pada hari minggu tanggal 29 Mei 2011, bersama Asisten Teknik, Lingkungan dan Keselamatan jalan  P2JN Provinsi Kepulauan  Bangka -Belitung( Yusriandyansyah, ST ) dan Staf Asisten, Arief Budiarto, ST melakukan Inspeksi lokasi rawan kecelakaan yang berdasarkan tanda peringatan yang ada di Lintas Pangkal Pinang- Puding Gebak-Puding Besar- Kelapa-Ibul- Muntok sampai di akhir ruas, Pelabuhan Ferry Tanjung Kelian ( Km 144,300), patok IRMS lama, sedangkan patok IRMS baru km 141,264.

Lokasi lokasi rawan kecelakaan yang tercatat yaitu antara km 17-18; km 19-20, tikungan tajam; tanda rawan kecelakaan di  km 63-64; km 89-90; sedangkan km 103-104, tikungan tajam, diperlukan widening. Lokasi lainnya yaitu terdapat tanda lokasi rawan,baik yang dibuat Dinas Perhubungan, Ditlantas maupun Perusahaan Swasta bekerjaama dengan Ditlantas terdapat juga di km 120-121; km 122-123; km 130-131 dan km 132-133.

Di pinggir ruas jalan juga terdapat data kecelakaan  berupa billboard yang dibuat Polres Bangka Barat berupa jumlah kasus 2 (dua) kali di bulan Desember 2010 sepanjang ruas dari batas kabupaten Bangka barat sampai ke Tanjung Kelian ( Pelabuhan  Penyeberangan Ferry ). Dari 2 (dua) kasus kecelakaan tersebut, 2 (dua) orang meninggal dunia dan 1 (satu) luka berat,suatu hal yang sangat memperihatinkan.Di Lintas  tersebut juga dipasang Baleho Sosialisasi Bagian-bagian Jalan sesuai UU No:38/2004 dan PP no:24/2006 tentang Jalan yang dipasang oleh P2JN Prov. Kep. Babel.

Dalam rangka Inventarisasi lokasi rawan kecelakaan, juga dilakukan monitoring pelaksanaan program tahun 2011, baik yang dikontrakan maupun dengan Swakelola.  Paket yang ditinjau yaitu Paket Pemeliharaan Berkala Jalan Mesjid Jamik/Depati Ukur/Jalan Mentok  Pangkal Pinang, PPKnya Muhammad Syazili, ST, MT, salah satu PPK dari SNVT Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi  Kepulauan Bangka-Beltung ( Ka Satker, Ir. Maximilian Abubakar). Kontaraktor PT. Sinar Matahari Abadi yang sedang melaksanakan overlay pada hari minggu tanggal 29 Mei 2011,dengan Konsultan Supervisi   PT. Indah Karya( Persero) dibawah kendali SNVT  Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Kep. Bangka-Belitung ( Ka Satker Ryandra Narlan, ST,MT).

Lintas jalan ruas  mulai Batas Kota Pangkal Pinang ( Km 3+900)- Puding Gebak- Puding Besar- Ibul-Kelapa- Mentok- Tanjung Kelian dibawah kendali SKPD Dinas PU Bina Marga Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung ( Ka Satker, Yopi Wijaya, ST, MM) dengan PPK-6, Bariansyah Saputra, ST. , yang terdiri 5 paket kontrak Fisik dan 3 paket Konsultan Pengawasan.

Paket-paket SKPD tersebut yaitu ;Paket Berkala Bts Kabupaten Bangka/Bangka Barat – Puding Besar, Kontraktor PT. Bangun Bina Karya Utama, Konsultan Pengawas PT. Malta satya Utama; Paket Ruas Tanjung Kelian- Ibul, Kontraktor PT. Arga Makmur, sedangkan Konsultan Pengawasnya CV.Lagadar;  Untuk paket berkala Ruas Jalan Puding Besar- Batas Kota Pangkal Pinang oleh Kontraktor PT. Bangun Cipta Artha dengan Konsultan Pengawas PT. Hasta Satya Utama; Paket ke 4, Kontraktor PT. Bangun Bina Karya Utama untuk paket Berkala Ruas Jalan Puding Gebak- Puding Besar dengan Konsultan Pengawas, PT. Malta Satya Utama.

Untuk ruas Jalan Ibul –Kelapa ( paket 5 ),paket Peningkatan struktur yang telah menyelesaikan tembok penahan tanah untuk dilakukan Rising grade  karena sering banjir  dipercaya kepada kontraktor Pelaksana CV. Satya Karya abadi dan Konsultan Supervisi CV. Lagadar.

Pelaksanaan Swakelola berjalan sangat baik dengan dilakukan  patching lobang perkerasan aspal dan tebasan dibahu , pembersihan siring/saluran dan ambang pengaman jalan yang cukup  bersih dan rapi.

Tim Bidang Perencanaan BBPJN III dan P2Jn Prov. Kep. Bangka-Belitung sempat meninjau jalan akses ke Giri Sasana Manumbing, yaitu tempat Proklamator/mantan Presiden Pertama RI, Ir, Soekarno  ( Bung Karno) diasingkan Penjajah Belanda. Memperhatikan kondisi jalan dan bangunan yang kurang terawat dan karena pentingnya melestarikan Nilai sejarah/ Asset Nasional serta Wisata sejarah yang menurut catatan Penjaga dan pada minggu tanggal 29 Mei 2011,  cukup banyak pengunjung baik lokal maupun Nasional, maka diperlukan Pemeliharaan yang intensif baik dari Pemda Kabupaten/Provinsi Bangka-Belitung  maupu Pemerintah Pusat c.q. Kementerian Kebudayaan & Pariwisata.