FORUM “INDII- BINA MARGA ROAD SAFETY “ DAN PAPARAN  PROGRAM “INTERNATIONAL ROAD ASSESSMENT PROGRAMME ( IRAP)”.

Oleh: Syarkowi, Ir, M.Sc,  Kepala Bidang Perencanaan

Sebagai fihak Penyelenggara Jalan, Ditjen Bina Marga telah dan akan terus menerus melakukan upaya meningkatkan Keselamatan Jalan di Indonesia melalui penerapan suatu Sistim keselamatan jalan dalam kegiatan pembangunan dan pembinaan jalan yang saat di bantu Program IndII ( Indonesia Infrastuctura Initiative).

Salah satu Program INDII  yang di danai AusAID dengan Bina Marga yaitu Program Keselamatan Jalan . Program fase 1 akan berakhir di akhir Juni  2011 dan akan dimulai fase 2 mulai Juli 2011. Untuk itu diadakan pertemuan IndII-DGH (Bina Marga) Road Safety Taking Forum, Selasa 31 Mei 2011 di ruang rapat Wakil Menteri, Kementerian Pekerjaan Umum dengan Acara Pembukaan oleh  Direktur Bina Teknik dan kata sambutan  dari David Foster, IndII DGH Lead Advisor.

Laporan  aktifitas IndII Road safety  fase 1 oleh Stuart Dungworth antara lain:telah membentuk RSEU (Road Safety Engineering Unit); Melaksanakan Workshop untuk meningkatkan kesadaran kepedulian aktifitas Keselamatan Jalan; Laporan RSA ( Road Safety Audit)  and Crash Reduction Programme ( CRP ) yang didukung staf RSEU dan menyiapkan Manual Keselamatan Jalan.

Acara forum ini dilanjutkan diskusi tentang Inisiatif kedepan yaitu  untuk melibatkan instansi terkait, kebutuhan-kebutuhan lain dalam hal Road Safety seperti Zona Sekolah; Program Pendidikan/Training-training;Perkuatan staff di Balai-Balai; Analisa Kecelakaan di koridor Trans Kalimantan serta Demonstration Projects serta hal hal lain terkait Peningkatan Keselamatan Jalan di Indonesia. Untuk di wilayah BBPJN III di usulkan agar dilakukan Demonstration Project di JALINTIM ,juga untuk  Road Safety Audit (RSA) Program WINRIP di Provinsi Bengkulu ( Ruas Ipuh-Bantal) dan Provinsi Lampung ( Krui-Biha) seperti halnya di paket-paket EINRIP.

Program IRAP ( International Road Assessment Programme)

Berdasarkan surat undangan Direktur Bina Teknik, rabu 1 Juni 2011, diruang rapat Setditjen Bina Marga ,dilaksanakan kegiatan pemaparan Program IRAP ( International Road Assessment Programme}. IRAP adalah organisasi non-profit yang bertujuan mewujudkan kehidupan yang lebih baik dengan penekanan aspek Keselamatan.Pertemuan dibuka oleh Direktur Bina Teknik ,Ir. Purnomo,. Pemaparan tentang  Pemanfaatan Teknologi HAWKEYE  2000 disampaikan oleh Ir. Pantja Dharma Oetojo, M.Sc, serta Ir. Idris, M.Sc; tentang Keselamatan Jalan, mewakili Kepala Balai Pusjatan Bandung ( DR. Ir. Jawali Marbun, M.Sc).

Dengan di fasilitasi oleh IndII, Demonstrasi hasil kajian awal Pilot Project IRAP, diusulkan untuk melakukan Pilot Project terhadap 1000 km sepanjang ruas jalan PANTURA ( Pantai Utara ) Jawa, yang merupakan salah satu bagian dari jaringan jalan Nasional strategis yang kondisi muatan volume lalu lintas cukup tinggi serta terindentifikasi sering terjadi kecelakaan lalulintas (Lakalantas).

Kegiatan tersebut diatas akan memberikan output berupa iRAP Star Rating, perkiraan adanya Fatalitas,; Evaluasi penilaian ekonomi terhadap rencana investasi jalan yang Berkeselamatan serta Rekomendasi terhadap pelaksanaan infrastruktur Jalan.

Pemaparan oleh Greg Smith, Regional Director, iRAP Asia Pacific dan Nana Soetantri, Tansport Planner,tentang Demonstrations Project iRAP di Jalur Pantura (Pantai Utara) Jawa dan Rekomendasi untuk program jangka panjang serta disampaikan tentang iRAP Indonesia Strategy 2011-2020 yaitu:

  1. Indentifikasi 10 % dari jaringan jalan dengan volume lalu lintas yang tinggi.
  2. Benchmark Kinerja Keselamatan jalan dengan Star Rating,
  3. Mengeliminir jalan-jalan yang beresiko tinggi;
  4. Pencapaian kinerja dalam rangka Decade of Action (DoA) untuk Keselamatan Jalan/ menunjang Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK).

Rencana tahun pertama (2011-2012) yaitu: 1. Pemantapan iRAP Steering Committee; 2. Demontrasi Project, PANTURA Jawa ; 3. Menaikan jumlah Star Rate dari 3.000 km menjadi 5000 km; dan 4, Peningkatan dan Training-training dengan 7 ( tujuh ) Module.

Diskusi dan Tanya jawab dipandu Kepala Subdit Teknik Lingkungan dan Keselamatan Jalan ( Ir. Herry Vaza, M.EngSc) yang juga dihadiri oleh Direktur Bina Teknik, antara lain ; Alat HAWKEYE yang ada, disamping Pusjatan, juga BBPJN IV seperti disampaikan Kepala Bidang Pengendalian Sistem Pelaksanaan, Pengujian dan Peralatan, Ir, Subaiha Kipli, MT. Bina Marga akan membeli alat HAWKEYE seperti disampaikan Direktur Bina Teknik untuk mendukung juga dalam rangka Evaluasi LAIK FUNGSI JALAN sesuai Amanat UU dan PP Jalan dan UU no: 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.