Bimbingan Teknik Preservasi Jembatan

Oleh : Rina Windarti, ST & Intan Permata Sari, ST

Diektorat Bina Teknik, Ditjen Bina Marga sebagai institusi terdepan dalam penyelenggaraan jalan dan jembatan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan teknis diantaranya penyelenggaraan jembatan. Sesuai visi dan misi Ditjen Bina Marga yaitu tersedianya infrastruktur jalan (termasuk jembatan)  yang handal, bermanfaat dan berkelanjutan untuk mendukung terwujudnya Indonesia yang aman dan damai, adil dan demokratis , lebih sejahtera. Dalam mendukung peranan tersebut, maka diadakan Bimbingan Teknis Preservasi Jembatan pada tanggal 24-27 Mei 2011 bertempat di Hotel Sahid Imara, Palembang.

Di Indonesia ada sekitar 16.962 buah jembatan (ekivalen 325.5 km) yang terletak di Ruas Jalan Nasional, dimana 77% diantaranya merupakan jembatan dengan panjang bentang kurang dari 20 m. Sesuai UU 38 Tahun 2004 tentang jalan, dinyatakan bahwa jalan (termasuk jembatan) sebagai bagian dari sistem transportasi nasional mempunyai peranan penting terutama dalam mendukung bidang ekonomi, sosial dan budaya serta lingkungan yang dikembangkan melalui pendekatan pengembangan wilayah agar tercapai keseimbangan dan pemerataan pembangunan antar daerah. Sehingga jembatan perlu mendapat penanganan yang sama pentingnya dengan jalan. Adapun bagan alir perencanaan teknik jembatan dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Gambar 1. Bagan Alir Perencanaan Teknik Jembatan

Beberapa upaya mempercepat hal tersebut khususnya infrastruktur jembatan sebagai berikut :

  • Standardisasi bangunan atas jembatan, dengan berdasar pada :
  1. Produk konstruksi jembatan yang aman & berkualitas (adanya jaminan mutu konstruksi)
  2. Mudah & siap dipasang di segala tempat dengan resiko yang minimal
  3. Pembagian biaya konstruksi dengan pemerintah setempat
  • Penyediaan komponen bangunan atas standar termasuk pabrik pracetak
  • Penyediaan standar konstruksi jembatan standar yang dapat di buat di lapangan
  • Penyiapan NSPM bidang Jembatan (BMS)
  • Penyiapan Sistem Informasi Jembatan & Expert System

Selain hal tersebut di atas, diperlukan juga kegiatan untuk menjaga agar jembatan yang sudah ada dapat melayani kebutuhan lalu-lintas secara maksimal dan memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan, sehingga diperlukan pemeliharaan bagi jembatan yang sudah ada tersebut, atau pembangunan jembatan baru pada daerah-daerah terpencil dalam rangka pengembangan wilayah. Salah satunya dengan melakukan pemeriksaan jembatan.

Tujuan utama pemeriksaan jembatan yaitu mengetahui kondisi jembatan dan menetapkan strategi pemeliharaan, apakah termasuk pemeliharaan rutin, berkala, atau rekonstruksi.  Sedangkan tujuan lainnya seperti memeriksa keamanan jembatan saat layan, menjaga lancarnya lalu-lintas, menyediakan data/kondisi jembatan, memeriksa pengaruh beban dan jumlah kendaraan, dan lain-lain.

Jenis pemeriksaan jembantan antara lain ;

  • Inventarisasi (selesai dibangun atau selesai penanganan)

Pendataan jembatan secara detail terhadap fisik jembatan yang mencakup pada panjang, lebar, jenis konstruksi, aliran sungai atau profil lokasi.

  • Rutin (setiap tahun)

Pemeriksaan rutin kondisi jembatan dilaksanakan secara periodic (tahunan) untuk mencatat perubahan-perubahan yang ada terutama terhadap kondisi jembtan sehingga layan jembatan tetap baik.

  • Detail (setiap 5 tahun)

Melakukan pengecekan secara rinci terhadap semua elemen jembatan sehingga diketahui kondisi elemen-elemen tersebut.

  • Khusus (rekomendasi dari pemeriksaan detail/laporan lainnya)

Pemeriksaan khusus dilakukan apabila ada keraguan atas pemeriksaan detail atau tidak dapat menganalisa kerusakan secara tepat yang mencakup pada kondisi jembatan secara spesifik atau lanjutan dari pemeriksaan detail sesuai kondisi yang dibutuhkan sengan inspector ahli dan pengunaan alat khusus.

Dari hasil pemeriksaan jembatan, baru dapat ditentukan jenis penanganan atau pemeliharaan yang dibutuhkan. Pemeliharaan jembatan ini dimaksudkan agar jembatan tetap berfungsi sampai menunggu adanya dana untuk perbaikan atau penggantian. Sistem pemeliharaan jembatan ini dapat dibagi atas 3 pekerjaan, yakni :

  • Pemeliharaan Rutin

Pekerjaan Pemeliharaan yang dilakukan berulang setiap tahun dimulai sejak  jembatan selesai dibangun sampai umur pakai jembatan tersebut dimana pelaksanaan teknisnya cukup sederhana dan bertujuan menjaga jembatan dalam keadaan semula. Pekerjaan ini mencakup pada pembersihan secara umum, pembersihan dan melancarkan aliran air, penanganan kerusakan ringan drainase, pengecetan sederhana, pemeliharaan expansion joint dan lantai kendaraan, dan lain-lain.

  • Pemeliharaan Berkala

Pekerjaan pemeliharaan yang bertujuan menjaga jembatan tetap dalam kondisi dan daya layan yang baik yang mencakup pekerjaan pemeliharaan berkala dan perbaikan sederhana. Pemeliharaan berkala ini mencakup pada: pengecatan ulang, penggantian lapis permukaan, pembersihan jembatan secara keseluruhan, pemeliharaan perletakan atau landasan, penggantian expansion joint dan lain sebagainya. Sedangkan perbaikan sederhana mencakup pada: penggantian elemen/bagian yang kecil, perbaikan tiang dan sandaran, perkuatan bagian-bagian yang bergerak, perkuatan bagian yang structural, perbaikan tebing yang longsor atau terkena erosi, perbaikan bangunan pengaman yang sederhana dan lain sebagainya.

  • Rehabilitasi dan Perbaikan

Pekerjaan perbaikan yang bertujuan mengembalikan kondisi jembatan agar seperti semula sehingga mampu mencapai umur jembatan yang direncanakan.

Selain pertimbangan structural, terdapat beberapa pertimbangan lain yang harus diperhatikan dalam penanganan pemeliharaan jembatan. Sebagai contoh, rencana penanganan jembatan harus memperhatikan faktor ekonomis dan ketersediaan dana dan juga meperhatikan umur rencana pemeliharaan serta masa layan jembatan.

Gambar 1. Studi lapangan ke Jembatan Musi II

Gambar 2. Studi Lapangan Survey Inventarisasi Jembatan Musi II

Gambar 3. Studi Lapangan Survey Inventarisasi Jembatan Musi II

Gambar 4. Studi Lapangan Survey Inventarisasi Jembatan Musi II

Gambar 5. Studi Lapangan Survey Inventarisasi Jembatan Musi II

Gambar 6. Studi Lapangan Survey Inventarisasi Jembatan Musi II