PELINTASAN REL KERETA API DENGAN JALAN NASIONAL DI WILAYAH BBPJN III.

Oleh: Syarkowi, Ir.M.Sc, Kepala Bidang Perencanaan

 Di wilayah Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional III (BBPJN III), meliputi  Provinsi Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka-Belitung; Bengkulu dan Lampung, hanya Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Lampung yang ada jalur Kereta Api dari zaman Penjajahan Belanda dengan jalur Palembang/ Stasiun Kertapati- Prabumulih- Muara Enim- Lahat- Stasiun akhir Lubuk Linggau/Batas Provinsi Bengkulu. Dari stasiun Prabumulih ke Baturaja- Martapura-batas Provinsi Lampung- Baradatu- Kotabumi- Stasiun akhir Tanjung Karang terus ke Panjang. Sebelum tahun 1980,Pelabuhan Panjang adalah stasiun akhir untuk menyeberang ke Jawa melalui Pelabuhan Merak, Provinsi Banten saat ini.

Di Provinsi SUMATERA SELATAN ada 30 ( tiga  puluh ) pelintasan rel Kereta Api dengan jalan Nasional yang dilalui lintas berat dan jarak jauh, yang sebelumnya ada 32 (tiga puluh dua ),. Dengan adanya 2 (dua) pelintasan sebidang yang sangat dekat, maka diadakan pengalihan rute  Jalan Nasional di Kemelak Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu.

Dari 30 puluh pelintasan rel kereta api tersebut ada 9 (Sembilan ) pelintasan yang tidak sebidang ( Flyover). Ada 2 (dua ) rel diatas jalan Nasional yaitu di Kota Tebing Tinggi dan Desa Sawah Kabupaten Empat Lawang. Ada 7 (tujuh) Flyover rel dibawah jalan yang dibangun Bina Marga.

Lokasi-lokasi pelintasan rel kereta api dengan jalan nasional rute Stasiun Kertapati/ Palembang- Prabumulih-MuaraEnim-Lahat- Lubuk Linggau yaitu terdapat di:

  • Jalan Yusuf Singedekane (Palembang), Flyover Keramasan, tidak jauh dari Stasiun Kertapati (Stasiun akhir Palembang),.Dari stasiun Kertapati ke Indralaya juga digunakan untuk kereta mahasiswa ke Kampus Universitas Sriwijaya di Indralaya.
  • Ruas Sp. Indralaya- prabumulih, yaitu Plintasan Flyover Payakabung ( Km 42 dari PLG) dan Pelintasan sebidang km 60+200, desa Gelumbang.
  • Ruas jalan Parbumulih-Simpang belimbing, yaitu di Km 90+000, Pelintasan sebidang, dalam kota Prabumulih, Km 96+00, Pelintasan Sebidang Patih Galung dalam kota Prabumulih. Pelintasan sebidang ini telah di Desain Flyovernya oleh P2JN Provinsi Sumatera Selatan tahun 2007, saat ini sedang dibangun Doubletrack Kereta Api oleh PT. KAI. Di kota Prabumulih pertemuan antara arah Palembang- Lubuk Linggau dan Palembang-arah Lampung serta Pelintasan sebidang Smp. Belimbing km 127+300.
  • Pada ruas Sp. Belimbing_ Muara Enim merupakan  lanjutan  Jalan Penghubung Lintas I ( Simp.Indralaya- Prabumulih- Simp. Belimbing- Muara Enim), terdapat di Km 138+050, pelintasan sebidang, Pelintasan ini sudah di Desain Flyover oleh P2JN Provinsi SumSel tahun 2007; Pelintasan sebidang  Gunung Megang /Parjito( Km 140+200), dan Pelintasan sebidang Bantaian Km 146+150 yang sangat rawan/sering terjadi kecelakaan.
  • Untuk di ruas Muara Enim-Lahat, Pelintasan sebidang didalam kota Muara Enim, ibukota kabupaten Muara Enim ada  di km 172+200, ;Flyover di km 175+00 dan Pelintasan sebidang di km 202+300.Di kota Muara Enim merupakan pertemuan arah Lubuk Linggau dan arah Tanjung Enim untuk pengangkut batubara yang lebih di kenal Babaranjang.
  • Pada ruas Muara Enim- Simpang Sugih Waras ada 2 ( dua ) pelintasan Kereta Api, ada di PLTU Tanjung Enim, yang dibuat PT. BA dan di kota Tanjung Enim.
  • Didalam kota Lahat, ibukota Kabupaten Lahat di km 212+450 dan di km 216+400 (pelintasan sebidang), pelintasan sebidang. Di ruas Non Status (NS), Lingkar Lahat yang baru, km 211+000, usulan Bupati Kabupaten Lahat untuk dibuat Flyover.
  • Pada ruas Lahat –Km 256+00, batas Kabupaten Empat Lawang, Pelintasan sebidang berada di km 244+200,sedangkan di ruas km 256+00 – Tebing Tinggi, ibukota Kabupaten Empat Lawang di Km 272+200 ,berupa Flyover ( Viaduck ) serta Viaduck II (Flayover) di km 289+900.
  • Ruas Tebing Tinggi- Muara Beliti, ada di kota Tebing Tinggi, Flyover,rel diatas Jalan Nasional yang dibuat PT. KAI; di Km 293+800, Pelintasan sebidang, selanjutnya di desa sawah, Flyover, rel KA diatas jalan Nasional; di km 305+00, viaduct/Flayover dan di Km 311+400, Viaduck I ( Flayover), rel dibawah 2 (dua) jembatan satu lajur di jalan nasional.
  • Dikota Lubuk Linggau, ibukota Kota Lubuk Linggau, kota terakhir jalur Kereta Api arah Bengkulu di km 367+900,merupakan pelintasan sebidang.

Untuk jalur Prabumulih- Baturaja- Martapura arah Provinsi Lampung, yang merupakan juga jalur Kereta Babaranjang, pengangkut batubara ke Srengsem Provinsi Lampung terdapat dilokasi sbb:

  • Di ruas Smp. Sugih Waras – Baturaja, dikota Baturaja, ibukota Kabupaten Ogan Komering Ulu ( OKU) di Jalan Bypass Baturaja I, Pelintasan tidak sebidang ( Flyover) dari beton.
  • Pada ruas Baturaja- Martapura di km 300+550 dan Km 301+400, dua pelintasan sebidang di desa Kemelak, Jalan Nasional di relokasi, sehingga tidak menggangu kelancaran lalu lintas berat maupun jarak jauh.Pelintasan sebidang yang lain di ruas ini di Km 323+900.
  • Di kota Martapura, ibukota Kabupaten Ogan komering Ulu Timur ( OKUT). Ada di Km 328+300 dan di Km 331+300, keduanya pelintasan sebidang.

Pelintasan KA pada umumnya rawan kecelakaan, baik yang ada penjaga dan berpintu,seperti diberitakan Koran Sumatera Express tanggal 30 Mei 2011, ‘KECELAKAAN MENGINTAI’,dimana palang pintu pelintasan Kereta Api ( KA ) hancur di jalan Lintas Tengah ( Jalinteng ) Sumatera di Desa Sungai Tuha, Kabupaten OKUT., sejumlah kecelakaan sering terjadi di lokasi tersebut terutama di malam hari.

Disamping rawan kecelakaan, kondisi jalan nasional dipelintasan rel KA juga rusak. Tahun 2011, dengan dana APBN di Satker SKPD Dinas PU Bina Marga Provinsi Sumatera Selatan ( Ka satket M. Affandi, ST, MSc), melaksanakan rehabilitas perkerasan jalan di Pelintasan KA Gelumbang km 60 +200; Pelintasan Patih Galung Km 96+000 Kota Prabumulih; Pelintasan Smp. Belimbing km 127+300; Pelintasan sebidang Parjito Km 138+050 dari Palembang serta Pelintasan Bantaian/Penanggiran km 146 +150. Kedepan diperlukan pembangunan Flyover dan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan/ PT.KAI ( Kereta Api Indonesia).

Jalur Kereta Api di Provinsi Lampung, dari batas Provinsi Sumatera Selatan di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur,ibukotanya Martapura- ke Baradatu-Kota Bumi- Natar- Stasiun Tanjung Karang terus ke Pelabuhan Panjang/Serengsem/Tarahan.Di Provinsi LAMPUNG, hanya ada 5 ( lima ) pelintasan Kereta Api dengan jalan Nasional dan semuanya tidak sebidang/Flyover, yaitu Flyover Banjar ratu; Flyover Natar; Flyover Asrama Haji /Kampung Baru, Ruas Sukarno-Hatta; Flyover Simpang Pugung serta Flyover Tarahan/Panjang yang dibangun PT. BA (Bukit Asam),karena Kereta Api Babaranjang membawa Batubara ke Pelabuhan, untuk kebutuhan PLTU Suralaya/Merak di Provinsi Banten.