LOKASI RAWAN KECELAKAAN DAN PEMBINAAN SDM DI LINGKUNGAN BBPJN III

Oleh: Syarkowi, Ir. M.Sc, Bidang Perencanaan

Dalam rangka implementasi salah satu Tupoksi Bidang Perencanaan BBPJN III yaitu Aspek Keselamatan jalan dan Lingkungan, maka pada tanggal 9 – 10 Mei 2011, dilakukan Inspeksi lokasi lokasi rawan kecelakaan di ruas jalan Lintas Tengah ( Jalinteng) yaitu Batas kota Bandar Lampung- Bandar Jaya- Terbanggi Besar- Kotabumi- Bukit Kemuning- Batas Prov.Sumsel, hanya sampai ke Jembatan Way Besai II ( Km 170 ) yang rusak ditabrak truk Batubara tanggal 12 April 2011, sedangkan Lintas Barat ( Jalinbar )ruas Batas kota Bandar Lampung-Gedong Tataan- Pringsewu Kabupaten Tanggamus.

Survey lokasi rawan kecelakaan tersebut berdasarkan tanda peringatan rawan kecelakaan yang ada di sepanjang jalan tersebut dimana Bidang Perencanaan memberdayakan potensi SDM Fakultas Teknik Sipil Universitas Lampung yang peduli terhadap Road Safety Engineering yaitu Ir. Martono, MT; DR. Setyorini dan satu orang mahasiswa Teknik Sipil seprti halnya yang pernah mengadakan inventarisasi rawan kecelakaan tanggal 13-14 April 2011 bersama Tim Bintek Bina Marga dan INDII.

Di ruas Batas Kota Bandar Lampung- Bandar Jaya- ;Terbanggi Besar, didapat lokasi rawan kecelakaan di km 27 -28; km 44 – 45; km 46-47 di tikungan,km 48-49 karena jarak pandang, km 50-51, di tukangan ada truk batubara terjungkir dan di km 69-70.

Untuk ruas Terbanggi Besar- Kota Bumi, tanda rawan kecelakaan di km 86-87; km 91-92; km 96-97; km 97-98 dengan peringatan sering terjadi kecelakaan; km 99-100 serta peringatan di pohon warna biru muda, sering terjadi kecelakaan sepanjang 5 km ( km 101-106 ).

Pada ruas Kota Bumi- Bukit Kemuning yaitu di km 116-117; km 132-133; km 137-138; km 149- 154 dengan tanda peringatan rawan kecelakaan sepanjang 5 km serta km 155-156. Sedangkan ruas Bukit kemuning – Batas Sumatera selatan di km 156-157; km 158-159 karena tikungan yang jarak pandang kurang serta km 168-170. Di km 170 terdapat Jembatan Calender Hamilton di tikungan yang rawan kecelakaan di desa Banjarmasin, ditabrak truk batubara tanggal  12 April 2011 yang saat ini dalam masa perbaikan, semua kendaraan roda empat melalui jalan Kabupaten dan Jalan Lintas Timur ( Jalintim ).

Tanggal 10 Mei 2011, inventarisasi rawan kecelakaan di Jalinbar, ruas Batas Kota bandar Lampung- Gedong Tataan Kabupaten Pasawaran tanda lokasi rawan kecelakaan di batas kota km 10-11, ; km 14-15; km 16-17 karena jarak pandang ; km 19-20 serta km 24-25. Sedangkan segmen ruas Gedong tataan- Pringsewu, Kabupaten Tanggamus terdapat di km 30+500- km 31+500, jalan rusak dan simpang tiga serta di km 32- 33. Diperlukan lanjutkan investigasi detail dan survey rruawan kecelakaan di as-ruas lainnya.

‘Satu tewas, tiga luka’, Radar Lampung tanggal 10 Mei 2011. Kecelakaan tabrakan beruntun di jalan lintas tengah Sumatera, ruas Kalianda – Bakauheni km 89 – 90,jam 12.30 tanggal 9 Mei 2011, menyebabkan tiga korban luka. Truk yang rem nya blong, terguling  dan ringsek setelah menabrak tronton, tronton menabrak speda motor.Sepanjang jalan didepan pintu Pelabuhan Ferry Bakauheni menurun dan curam. Satu orang tewas ditempat dalam kecelakaan di jalur lintas barat ( Jalinbar)  jam 05.30 tanggal 9 Mei 2011 di tikungan desa Pekon Wates, Kecamatan Gading rejo, Pringsewu.

PEMBINAAN SDM BBPJN III, KONTRAKTOR DAN KONSULTAN SUPERVISI.

Dalam rangka peningkatan Kompetensi Sumber daya manusia ( SDM ) dilingkungan BBPJN III dan Mitra kerja yaitu Kontraktor, Konsultan Supervisi maka diadakan Diseminasi Bidang jalan dan jembatan dalam rangka peningkatan SDM dalam pengendalian mutu pekerjaan campuran aspal panas menggunakan asbuton dan pelebaran jalan menggunakan perkerasan beton, maka  BBPJN III bekerjasama dengan Pusjatan Bandung melaksanakan Desiminasi tersebut di Hotel Bukit Randu  Bandar Lampung tanggal 9 – 11 Mei 2011, sebelumnya pada tanggal 3 -5 Mei 2011 di Hotel Sandjaya, Palembang.

Materi yang disampaikan :Spesifikasi Umum 2010 tentang Aspal, Antistring, Pelaksanaan dan Pelebaran jalan menggunakan Perkerasan Beton Oleh DR. Ir. Anwar Yamin, M.Sc dan Ir. Tatang dan Tim Laboratorium Pusjatan menjelaskan Perencanaan  campuran dengan Asbuton, Pelaksanaan ,penghamparan dan pemadatan campuran Asbuton , Produksi campuran Asbuton Panas dan hangat.

Pada kesempatan ini juga penjelasan tentang Asbuton Pracampur Retona Blend -55 oleh, Ir, Ferry serta pengarahan dari Kepala Pusjatan DR. Ir. Jawali Marbun, M.Sc saat Pembukaan dan pengarahan dari Kepala BBPJN III, Ir. Bastian S. Sihombing, M. Eng. Sc saat Penutupan.

Dalam acara Desiminasi ini juga dilakukan Pengenalan Alat-alat laboratorium dan lapangan dengan kunjungan ke Asphalt Mixing Plant (AMP ) serta Evaluasi awal dan Evaluasi akhir para Peserta Desiminasi.