BLACK SPOT DITLANTAS DAN INVETARISIR LOKASI RAWAN KECELAKAN DI JALAN NASIONAL METROPOLITAN PALEMBANG.

Oleh: Syarkowi, Ir, M.Sc, Kepala Bidang Perencanaan

Dalam rangka pelaksanaan Tupoksi Bidang Perencanaan yaitu Pelaksana Informasi Publik dan dalam rangka peningkatan kordinasi instansi yang terkait dalam melaksanakan Amanat Undang-Undang Jalan No: 38/2004 dengan PP no :34/2006 maupun UU no:22/2009 tentang LLAJ dalam konteks Penyelengaraan Jalan Nasional, serta sesuai surat permintaan dari Direktur Lalu Lintas atas nama  Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan tanggal 19 Mei 2011 tentang pemberian materi Pelatihan penanganan dan Penentuan daerah Black Spot, maka Kepala Bidang Perencanaan ( Ir. Syarkowi, M.Sc ) dibantu staf BidRen, Intan Permata Sari, ST menjadi pemberi Materi tentang Prasarana Jalan, khususnya keterkaitan antara UU dan PP Jalan dengan UU LLAJ dalam penyelengaraan Jalan termasuk Permen PU no: 20/PRT/M/2010 tentang Tata Cara dan Persyaratan Laik Fungsi Jalan.

Data kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas ) yang di lansir Sumatera Express, rabu, 25 Mei 2011 berdasarkan data dari Ditlantas Polda Sumatera selatan yang disampaikan Wadir Lantas AKBP R Jarot V, tahun 2008 terjadi 2200 kasus lakalantas, dari jumlah tersebut, 1051 meninggal dunia, luka berat (luber) = 1500 orang dan luka ringan 1700 orang. Sedangkan pada tahun 2010 kasus lakalantas naik menjadi 2400 kasus, dengan jumlah pengendara yang meninggal 1067 orang, luka berat lebih dari 1000 orang dan luka ringan lebih dari 2000 orang.

Bidang Perencanaan telah dan akan terus menerus inventarisasi daerah rawan kecelakaan dan menginvestigasi penyebab khususnya Prasarana jalan. Rawan kecelakaan disamping yang pernah didata di jalan antar kota, di jalan Nasional di empat Provinsi SumSel, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu dan Lampung juga di Jalan Nasional  didalam kota Metopolitan Palembang, yang baru terdata antara lain di Jalan Harun Sohar lebar 2 x 3 lajur, jalan menuju dan keluar ( 2 sisi ) dari bandara Sultan Machmud Baddarudin II terdapat di tikungan jalan ke Akses Bandara.

Di Jalan Sukarno –Hatta, sedang dilakukan peningkatan kapasitas menjadi 2 x 7 m terdapat tanda Rawan Kecelakaan di +/-  500 m dari Simpang empat Tanjung Api-Api, sedangkan di jalan Alamsyah Prawira Negara, terdapat di depan SPBU Polygon sampai ke oprit Jembatan Musi II.

Selanjutnya akan diadakan survey untuk semua ruas dan berkordinasi dengan Ditlantas untuk mendapatkan data-data jumlah kecelakaan, jenis , posisi serta waktu kejadian untuk dikaji penyebab dan membuat Rekomendasi penanganan perbaikan lokasi Rawan Kecelakaan ( Black Spot ).