LOKASI RAWAN KECELAKAAN DAN RAWAN BANJIR DI SUMATERA SELATAN

Oleh: Syarkowi, Ir. M.Sc, Kepala Bidang Perencanaan

Inventarisasi lokasi rawan kecelakaan dan rawan banjir tanggal 3-5 Mei 2011 berdasarkan tanda peringatan dilokasi baik yang dibuat oleh Bina Marga, Polantas, Dinas Perhubungan, Perusahaan maupun masyarakat.

Dari catatan ditiap ruas –ruas yang didata, masih belum teliti, diperlukan lagi pengecekan ulang dan inspeksi lebih detail dan perlu data jumlah dan jenis kecelakaan dari pihak Polantas untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Pada ruas Batas Kota Palembang( km 12)- Betung ( km 68 ), Lintas Timur Sumatera,lokasi rawan kecelakaan di km 14 -15, km 25-26; km 27-28; km 54-55 dan km 64-65  ( tikungan tajam); serta km 66 – km 67, tanjakan.Di ruas ini terjadi truk terguling karena bahu yang mempunyai beda tinggi, hal ini juga seperti diberitakan Koran Sriwijaya post tanggal 16 April 2011 dengan judul, Bahu jalan terlalu tinggi berpotensi rawan kecelakaan.

Untuk Penghubung lintas 2 ( Betung- Sekayu- Mangunjaya-bts Cabdin- Muara Beliti),Di ruas Betung – Sekayu, rawan kecelakaan di km 68 -69, sedangkan rawan longsor tepi Sunagi Musi  di dua tempat desa Bailangu. Di kota Sekayu, ibukota Kabupaten Musi Banyuasin, rawan kecelakaan di ruas Lingkar kota karena jalan berlubang. Ruas tersebut status jalan Kabupaten,dengan terminal klas C.

Rawan longsor di ruas Sekayu- Mangunjaya di desa Sugih waras, sedangkan ruas Mangunjaya- batas Cabdin Muba/Mura diantara  km 174-km 175. Untuk ruas Batas Cabdin – Muara Beliti, rawan lonsor di km 213-214 serta dua lokasi di km 251-252. Rawan kecelakaan di ruas ini di km 259-260, tikungan tajam.

Bagian ruas Lintas tengah, ruas Muara Beliti- Simpang Periuk- Lubuk linggau, tercatat lokasi rawan kecelakaan di km 347-348; km 353-354, tikungan dan jembatan serta tanda rawan kecelakaan di. km 355-356.

Tanda rawan kecelakaan di ruas Lubuk linggau- Terawas- Maur, tercatat di km 379-380; km 381-382, km 401-402; km 402-403 yang dikenal dengan Bukit beton, tanjakan dengan bahu yang sempit. Lokasi lainnya di km 405-406; km 420-421 serta di km 448-449 dari Palembang via Muara Enim-Lahat- Lubuk linggau.

Di ruas Tebing tinggi – Muara Beliti, lokasi rawan kecelakaan di km 338-339 dan km 341-342, sedangkan rawan longsor di km 295+500. Untuk ruas Lahat- Tebing Tinggi di km 244-245 dan km 246 – 247, sedangkan di ruas Muara Enim –Lahat di km 185-186 dan di km 196-197.

Ruas Penghubung Lintas 1 ( Simpang Inderalaya – Prabumulih- Muara Enim ), Tanda rawan kecelakaan di ruas Smp. Indralaya- Prabumulih, di km 31-32; km 43-44; km 74-75;dan km 87-88. Untuk ruas Prabumulih-Muaraenim, di km 120-121; tukungan maut km 136-137; pelintasan Kereta Api km 141-142; Area kecelakaan km 142-143; km 143-144; km 148-149 dan km 150-151. Sedangkan rawan longsor Sungai Lematang di km 160-161.

Lintas Timur Sumatera arah Lampung, ruas Batas kota Palembang ( km 14 )- Simpang Indralaya ( km 30,5 ), terdata rawan kecelakaan di km 16-17;serta di km 27-28. Ruas ini sangat padat lalu lintas dan selalu diberitakan di Media seperti dikoran Berita Pagi tanggal 28 Maret 2011 dengan judul’ Jalintim Palembang – Indralaya langganan macet.