JALAN LINGKAR KOTA KABUPATEN/KOTA METROPOLITAN PALEMBANG

Oleh : Syarkowi, Ir. M.Sc, Kepala Bidang Perencanaan

Jalan nasional secara umum untuk melayani pergerakan orang dan barang, untuk angkutan jarak jauh, sebagai urat nadi perekonomian antar provinsi. Dengan perkembangan kota, sejalan dengan peningkatan ekonomi masyarakat terjadi pertumbuhan bangunan di jalan nasional yang melewati kota, baik ibukota provinsi maupun ibukota kabupaten/kota. Sehingga sangat diperlukan jalan lingkar kota sehingga kendaraan berat / truk, bus untuk jarak jauh, tidak perlu masuk kota, sehingga tidak menjadi semerawut dan macetnya lalu lintas kota.

Di provinsi Sumatera Selatan telah, sedang dan perlu dibangun jalan lingkar luar kota,kota Metropolitan Palembang dan ibukota Kabubaten/kota lainnya yaitu :

Kota Metropolitan Palembang , sedang tahap penyelesaian jalan lingkar barat,juga Duplikasi Jembatan Keramasan dari simpang Keramasan/kertapati sebagai bagian jalur lintas timur Sumatera menjadi 4 lajur (2 x 7 m) ,kelas jalan raya. Yang masih tersisa jalan dari jembatan Keramasan ke Jembatan Musi 2 serta sangat mendesak duplikasi Jembatan Musi 2. Kota ini memerlukan juga lingkar timur kota yang saat ini baru selesai study kelayakan dengan jembatan Musi III dilanjutkan LARAP/AMDAL dan Detail Engineering Design ( DED).

Kota Indralaya, sebagai ibukota kabupaten Ogan Ilir yang dilalui jalur lintas timur telah ada Feasibility Study oleh BBPJN III tahun 2008, melingkar dari desa Indralaya ke jalan penghubung lintas ruas Indralaya – Batas Kabupaten Muara Enim, jalur Penghubung Lintas 1.

Kota Kayu Agung, ibu kota Ogan Komering Ilir telah dibangun ruas Celikah – Kota Baru (± 5 km) dengan dana APBN telah berfungsi sebagai bagian  lintas timur.

Kota Prabumulih, yang terkenal dengan kota minyak, telah dibangun lingkar timur kota dengan konstruksi rigid pavement, dana APBD kota 2008-2010, saat ini telah difungsikan.

Kota Muara Enim , ibukota kabupaten Muara Enim telah dibangun jalan dan jembatan rangka dengan dana APBD tahun 2010 dari jalur lintas tengah ruas Muara Enim-Simpang Sugih Waras ke terminal arah kota Lahat- Tebing Tinggi. Lingkar yang perlu dari lintas tengah menyambung yang telah terbangun persimpangan arah Lahat ke arah Muara Lawai ruas penghubung lintas arah Prabumulih-Palembang

Kota Lahat, ibukota kabupaten Lahat, telah dibangun dengan dana APBD dan APBN, ± 10 km telah berfungsi dan peningkatan kapasitas dengan APBN TA 2010 selesai.Tahun 2011 dilakukan peningkatan kapasitas dengan dana APBN.

Kota Pagar Alam, ibukota Pagar Alam, telah dibangun dengan dana APBD, selanjutnya diperlukan peningkatan kapasitas, merupakan bagian dari Penghubung Lintas 3, Lahat-Pagar Alam-batas Sumsel-Manna/Bengkulu.

Kota Tebing Tinggi ibukota Empat Lawang, telah dibangun dengan dana DAK tahun 2009 dan 2010, diperlukan pembangunan jembatan Air Musi Lakitan II.

Kota Muara Beliti, ibukota kabupaten Musi Rawas, di jalur lintas tengah,sedang dibuat RTRWK.

Kota Lubuk Linggau, telah dibangun jalan lingkar utara dengan dana APBD dan jembatan dengan dana APBN tahun 2008,ke lintas tengah arah Jambi. Telah didesain dan diusulkan lingkar selatan dari lintas tengah kearah bandara Silampari dan batas Bengkulu.

Kota Pangkalan Balai, ibu kota kabupaten Banyu Asin, telah dibangun lingkar kota ke arah komplek perkantoran 2 x 7 m sepanjang ± 8 km, disamping itu diperlukan lingkar kota Betung, jalur lintas timur, pertemuan dengan jalur penghubung Lintas 2 arah Sekayu-Lubuk Linggau.

Kota Sekayu, ibukota kabupaten Musi Banyu Asin, lingkar kota ke terminal telah dibangun dengan dana APBD, diperlukan peningkatan kapasitas.

Kota Baturaja, ibukota kabupaten Ogan Komering Ulu, telah dibangun dan berfungsi dua bypass kota, status jalan nasional, diperlukan pelebaran 2 x 7 m.

Kota Martapura, ibukota Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT), jalan existing lingkar tengah, diperlukan pelebaran 2 x 7 m, lingkar kota telah dibangun menggunakan dana APBD dengan konstruksi rigid Pavement dan telah berfungsi.

Kota Muara dua, ibukota kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), tidak dilewati ruas jalan nasional.