LOKASI RAWAN KECELAKAAN DAN RAWAN LONGSOR DI PROVINSI BENGKULUOleh : Syarkowi, Ir. M.Sc, Kepala Bidang Perencanaan
Inspeksi lapangan tanggal 19 dan 20 April 2011 dengan Sakker P2JN Provinsi Bengkulu, Zakaria, ST dan Team Leader Coreteam PT. Cremonapratama Total Enginering, Dedy, ST ke lokasi lokasi rawan kecelakaan dan rawan longsor di ruas,Kota  Bengkulu- Tais- Manna, arah selatan Bengkulu;dan  Ruas Manna- Batas Sumsel, arah Timur serta kota Bengkulu- Kerkap, arah Utara.
Pencatatan daerah rawan kecelakaan dan rawan longsor dari rambu/ tanda peringatan, maka didapat lokasi-lokasi sebagai berikut; Untuk ruas N. 18, Kota Bengkulu –Tais, lokasi rawan kecelakaan di km 12-13; km 23-24; km 31-32; km 42-43 dan km 51-56. Sedangkan rawan longsor di km 38-39.
Lokasi rawan kecelakaan di ruas Tais- Manna terdapat di km 60-61,5; km 62-63; km 87-88, km 90-91; km 118-119 serta km 128-129., sedangkan untuk rawan kecelakaan ruas Manna- batas Sumsel , ruas N. 028 terdapat di km 145-146; km 150-151; km 157-158,5. Ruas ini berbukit ,melintasi Bukit barisan sehingga banyak lokasi rawan longsor baik di sisi tebing maupun jurang.apalagi Kondisi jalan dan jembatan ruas Manna-bts sumsel, banyak yang rusak berat, yang baru mulai pelaksanaan penanganan sepanjang 3 km oleh PT.RICO PUTRA SELATAN  di batas provinsi Bengkulu dan Sumatera Selatan dengan grade jalan existing yang belum memenuhi standar. Railing hampir seluruh jembatan hilang dicuri, hal ini juga akan menjadikan rawan kecelakaan.
Dari data data lokasi rawan kecelakaan tersebut diatas diperlukan data data dari Korlantas Polda Bengkulu/Polres Bengkulu Selatan  berupa jumlah dan arah/posisi kejadian serta jumlah fatalitas, luka berat dan luka ringan untuk dikaji lagi, apakah masuk katagori Blackspot dan akan dibuat rekomendasi penanganan lebih lanjut.
Ruas Manna-bts Sumsel/bts Bengkulu- Tanjung Sakti- Pagar Alam- Lahat, yang baru masuk Status jalan Nasional denga SK Menteri tahun 2009 sangat penting fungsinya bagi Provinsi Bengkulu, terutama bagian selatan, khususnya  untuk keluar Provinsi Bengkulu ke Sumatera Selatan/ Palembang, krn tidak perlu ke kota Bengkulu terlebih dahulu lalu ke Curup terus ke Lubuk Linggau, hal tersebut seperti disampaikan oleh Kepala Bappeda Kabupaten Bengkulu Selatan, Ir. Ramlan Saim, MM didampingi Kepala Dinas PU, Yandra, ST, disaat inspeksi bersama ke lapangan, maupun melalui surat usulan ke BBPJN III, termasuk juga usulan perbaikan alinyemen dan perpanjangan  Lingkar kota Manna, menyambung ke jalan Nasional menuju Lampung, sehingga kendaraan berat dan Bus tidak masuk kota Manna.
Jalan Nasional di Provinsi Bengkulu juga melayani angkutan batubara ke pelabuhan Pulau Baai. Dari arah selatan yaitu dari Karang Tinngi sepanjang 48 km, dari arah utara yaitu dari Napal Putih dengan jarak 90 km, sedangkan dari Timur , yaitu dari Curup/Kapahiang dengan jarak 40 km dari Pelabuhan Pulau Baai., tentunya diperlukan perhatiaan khusus.
Lintas barat Pulau Sumatera di provinsi Bengkulu yang menyusuri pantai Samudera Hindia dengan pasir putih yang bersih dan ombak yang indah, sedangkan kea rah timur yang melintasi bukit barisan dengan pemandangan dan air terjun yang menpesona perlu dibuat lokasi lokasi peristirahatan/REST AREA untuk menghilangkan kelelahan,sebagai tempat refreshing bagi pengguna jalan di perjalanan yang tentunya sebagai salah satu penunjang untuk mengeliminir rawan kecelakaan.