“ REST AREA” DI JALAN NASIONAL PROVINSI KEPULAUAN BANGKA_BELITUNGOleh: Syarkowi, Ir, M.Sc, Kepala Bidang Perencanaan
Jalan Nasional di Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung, sesuai SK Menteri no:  631/KPTS/M/2009,  tgl 31 Desember 2009,  Sepanjang 509,589 Km,namun ada perbedaan panjang setelah disurvey oleh P2jj ternyata sepanjang   561,254  km, hal ini akan disempurnakan untuk penerbitan SK Menteri yang baru.Jalan Nasional tersebut merupakan peningkatan status dari jalan Provinsi dan jalan Kabupaten setelah Kepulauan Bangka-Belitung menjadi Provinsi,adanya pemekaran Provinsi atau  memisahkan diri dari Provinsi Sumatera Selatan sejak 9 Februari 2001,
Pulau Bangka merupakan penugasan kedaerah pertama penulis setelah masuk kejajaran Kantor Wilayah Departemen Pekerjaan Umum Provinsi Sumatera Selatan tahun 1988. Ada kebijakan dari Kanwil PU, agar CPNS ditugaskan di Cabang Dinas PU Bina Marga.Penugasan di daerah tersebut menjadi Kepala Seksi Jembatan dan setelah itu kepala Seksi Jalan serta merangkap sebagai Pemimpin Bagian Proyek dana APBD /Loan OECF dan IBRD. Sebagai Kepala seksi, Eselon V a,bertanggung jawab terhadap Program Project level dan Pemeliharaan Rutin Jalan/Jembatan dengan fasilitas alat yang seadanya, dibantu oleh staf sebagai Pengamat jalan, MASRUNI ,sedangkan Pengamat Jembatan INDRA BHAKTI, keduanya  sekaligus Pelaksana Pekerjaan Rutin,saat ini sudah Purnabhakti, dengan disiplin dan dedikasi yang tinggi, berbhakti sesuai Motto PU: Bekerja keras, bergerak cepat dan bertindak tepat. Terima kasih teman-teman semua di Cabang Dinas PU Bina Marga Bangka 1989_1991.
Panjang Jalan Nasional di Pulau Bangka spanjang 356,1 km, dan di Pulau Belitung sepanjang 153,5  km. Pulau dengan dikelilingi pantai yang indah, yang merupakan Daerah tujuan Wisatawan  Nusantara maupun Mancanegara. Hal tersebut pernah Penulis tulis disaat pembuatan makalah Prajabatan tahun 1989, sesuai dengan Program Pemerintah , Sumatera Selatan tentunya Bangka-Belitung merupakan ‘DAERAH TUJUAN WISATA (DTW) ke 17, yang dicanangkan MENPARPOSTEL saat itu karena cukup memenuhi minimal 3 S ( Sand, Sun and Souvenier ).
Ruas ruas jalan yang ada bagian bagian yang menyusuri pantai yang indah  antara lain, Ruas Namang- Koba- Air Bara di Pulau Bangka, Ruas Tanjun Pandan_Tanjung Ru dan Tanjung pandan-Tanjung Kelayang-Tanjung Tinggi di Pulau Belitung. Seiring dengan semakin mantapnya kondisi jalan Nasional dan perkembangan pariwisata, maka Program penanganan jalan sudah saatnya perlu membuat program yang memperhatikan Aspek Ekonomi Pariwisata, Aspek Keselamatan Jalan dan Lingkungan berupa “REST AREA”, tempat istirahat,melepas lelah sambil menikmati keindahan alam di Kepulauan Bangka_Belitung.