JALAN NASIONAL MERADANGOleh : Syarkowi; Ir., MSc. (Kabid Perencanaan BBPJN III) dan Rina Windarti, ST.
Tulisan ini lanjutan dari artikel sebelumnya “Batubara pembawa berkah sekaligus bencana , jalan nasional lintas angkutan batu bara rusak sebelum waktunya.”
JALAN KHUSUS BATUBARA SEGERA SELESAIMenurut koran berita pagi tanggal 14 Maret 2011, Gubernur Sumsel H. Alex Nurdin menyatakan jalan khusus pengangkut batubara segera selesai.  Mobil pengangkut batubara diberi waktu sampai September 2011 distop melewati jalan nasional, karena jalan angkutan khusus batubara akan selesai. Jika sampai September jalan khusus tersebut belum juga selesai Gubernur akan menyetop mobil angkutan batubara yang lewat jalan nasional.Bupati Muara Enim, Ir. Muzakir Sa’i Soher menyatakan tidak lama lagi jalan nasional akan rusak akibat truk angkutan batubara yang melebihi tonase. Sebelumnya keberadaan truk batubara  itu telah mendapat reaksi keras dari kalangan DPRD Muara Enim maupun kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
MASSA HENTIKAN TRUK PENGANGKUT BATUBARASeperti diberitakan berita pagi tanggal 11 Maret 2011, truk pengangkut batubara yang melintas kabupaten Muara Enim dicegat warga setempat. Warga kesal lantaran jalan mengalami kerusakan dan debu dari angkutan batubara beterbangan. Aliansi Masyarakat Muara Enim Bersatu (AMMB) yang bergabung dalam LSM  Serasan Watch, LSM Lingkungan Sekudang, LSM ICM dan LSM MKGR kamis tanggal 10 Maret 2011 pukul 09.00 menyetop truk angkutan batubara.
DOUBLE TRACK 293 KM DAN JALAN KHUSUS 206 KMBerita pagi 8 Maret 2011, program Double Track telah selesai Reability study, panjangnya bertambah dari 270 km menjadi 293 km, seperti yang dipaparkan PT Adam Sumatera Selatan, sedangkan jalan khusus batubara yang dipaparkan PT Servo tahap 1 selesai Agustus 2011 dengan panjang 116 km, dari Lahat ke Ulu Musi sedangkan tahap 2 panjang 90 km dari Ulu Musi ke Banyu Asin (Pelabuhan Tanjung Api – Api).
JALUR LINTAS JALAN NASIONALSeperti halnya yang ditulis sebelumnya, jalan nasional yang dilalui yaitu ruas Lahat – Muara Enim – Palembang ke Pelabuhan Tanjung Api – Api; Ruas Muara Enim – Baturaja – Martapura ke pelabuhan Payang  Rampung (Lintas Tengah).Dari kabupaten Muba dan Banyu Asin yang dikelola PT Putra Muba Coal (PMC) yang saat ini berproduksi sekitar 40.000 metrik ton, yang melalui Lintim Sp. Keluang / Sekayu ke pelabuhan Sei Lilin.

Jalan nasional akan lebih meradang jika  double track maupun jalan khusus tidak selesai bila 9 perusahaan penambang batubara di Kabupaten Oku yang telah ada izin sejak 2005 (Sriwijaya Post, 14-03-2011), telah melakukan kegiatan dan diangkut melalui jalan nasional.

APA YANG TELAH DILAKUKAN BBPJN IIIBBPJN III Bidang Perencanaan dengan tim Ir. Aidil Fitri (Kasi Perencanaan Teknik dan Lingkungan) dengan staf Fedi Chandra ST, M.Eng, M.Sc., Rina Windarti, ST., Esa Sampurno, S.ST, dan Syafaat, ST bersama dengan Ditlantas Polda Sumsel, Kompol Aspan Sanjaya, Aiptu Nyoman K. dan Aipda Made S, serta Dinas Perhubungan  Provinsi Sumatera Selatan mengadakan pemerikasaan beban muatan truk batubara di Terminal Kertajaya KM 12 ruas Palembang – Sp. Indralaya tanggal 10 Maret 2011.Dari empat truk (dua tuk diesel dan dua truk Fuso ) ada dua mobil yang tidak ada surat – syrat kendaraan.

No.

Jenis Dump Truck

Berat (kg)

Keterangan

Kosong

Muatan

Diijinkan

Surat Jalan

Pemeriksaan

1.

Colt Diesel 4200

11331.75

Tidak ada surat

E 9701 HA

2.

Colt Diesel

3450

4380

5870

7022.64

R 1828 EA

3.

Fuso

10130

35944.43

Tidak ada surat

BG 8225 LO

4.

Fuso

10130

9470

25700

24935.98

BG 8765 UA
Dari Rimus LIDDLE, Untuk ESA = 8, 16 tonP = beban ganda kendaraan untukSumbu tunggal Pmax = 8 atau 10 ton

Sumbu tandem Pmax = 15 atau 18 ton

Sumbu triple Pmax = 20 atau 21 ton

DENGAN KELEBIHAN TEKANAN GANDA TERSEBUT, yang DAYA RUSAK (VDF = VEHICLE DAMAGING FACTOR) 4 kali, maka jalur angkutan batu bara membuat jalan nasional meradang sampai akhir tahun bila memang jalan khusus selesai, bila tidak ????