Jembatan Ampera,dulu dan sekarang Oleh: Syarkowi, Ir. M.Sc ( Kepala Bidang Perencanaan )
Jembatan Ampera Palembang,dulu dan sekarang dalam kenangan Kabid. Ren BBPJN III Palembang (Ir. Syarkowi, MSc) serta Paket Pengamanan tiang berupa Fender thn 2011, PPK yaitu Ir. Bismi Arief serta Kasatker yaitu Ir. Aidil Fiqri, M.T.
Jembatan Ampera adalah suatu jembatan yang dibangun di kota Palembang pada tahun 1962 dan selesai pembangunannya pada tahun 1965 yang didanai dari hasil pampasan perang Jepang dengan kata lain, semua biaya pembangunannya di tanggung oleh pemerintah Jepang.
Anak-anak yang lahir dibawah tahun 1965, dapat melihat jembatan naik turun karena kapal dari pelabuhan Kertapati atau sebaliknya lalu lalang di sungai Musi sampai awal tahun 1970.Dekade 70 an, ada lagu cukup ngetop dari Golden Wing dengan Penyanyi Karel Simon “Palembang diwaktu malam,,,, Dikala terang bulan,,,, Bersinar..diatas sungai Musi,,,Teriring nyanyi sang dewi,,,,, dstnya, dstnya,,Lagu lawas tahun 60 an, “Sebiduk di sungai Musi”, karena belum ada jembatan Ampera tsb.
Masyarakat kota Palembang, bahkan masyarakat Indonesia umumnya telah mengetahui bahwa Jembatan Ampera merupakan Landmark Kota Palembang yang selalu diperindah dan dipercantik penampilannya sesuai dengan perkembangan zaman dan aspirasi masyarakat kota Palembang.Pemandangan indah ini terutama dapat dinikmati dari pinggiran sungai musi pada area Benteng Kuto Besak (BKB ).
Pada tanggal 10 Oktober 2010 terjadilah musibah kebakaran yang menghanguskan jembatan Ampera pada bentang 2, 3 dan 4 arah seberang Ulu yang terjadi pada malam hari sekitar jam 2200WIB yang berlangsung lebih kurang 5 jam lamanya.Tragedi ini menyebabkan fungsi dari jembatan Ampera sebagai penghubung bagian seberang Ilir dan seberang Ulu kota Palembang menjadi terganggu karena diperkirakan oleh team ahli bahwa jembatan Ampera mengalami pengurangan daya layannya.

Untuk itu Walikota Madya Palembang telah menginstruksikan agar lalulintas jembatan Ampera dikurangi kapasitasnya dengan melarang angkutan Truk dan sejenisnya melewati jembatan Ampera hingga penelitian dan studi perencanaan telah selesai dilakukan oleh Konsultan dan Team ahli yang terkait.

Telah dilakukan pembahasan/presentasi perkuatan jembatan Ampera yang disampaikan oleh konsultan perencana PT. Delta Tama Wajacorpora, pada tanggal 14 Desember 2010, di ruang rapat BBPJN IIIPelaksanaan penanganan darurat untuk menangani perbaikan jembatan Ampera telah sesuai dengan apa yang disarankan oleh Bintek dan Puslitbang.

Selanjutnya dipaparkan untuk menentukan desain perkuatan jembatan Ampera yang permanen.

Dalam presentasi diusulkan rencana perkuatan permanen untuk jembatan Ampera adalah :

–  Memasang shoring pada bentang 1, 2 dan 3 pada arah seberang ulu dan memasang pelat baja pada box girder berupa : – Penambahan pelat baja setebal 15 mm dengan panjang 3 m dari tumpuan ke sisi kiri dan kanan (momen negatif).

– Penambahan pelat baja setebal 5 mm pada bagian web girder memanjang (Geser).

Kemudian berkembang usulan untuk mengkaji perkuatan dengan cara external presstress atau dengan memasang “Fiber Reinforced Plastic (FRP)”.Untuk itu konsultan perencana akan menampung segala saran dan masukan selama masa diskusi dalam presentasi sebagai acuan untuk mendapatkan hasil desain perkuatan jembatan Ampera yang permanent dan komprehensif.
Penanganan lain yang sangat penting yaitu Pengamanan tiang Jembatan dengan Fender. Fender awal bangunan telah hanyut karena dimakan usia dan telah dipasang Fender baru, namun hilang karena tertabrak tongkang pengangkut batubara, tidak hanya fender yang rusak, namun selimut beton tiang tengah pernah tertabrak dan rusak tahun 1998 sehingga menggemparkan masyarakat awam, padahal beton yang rusak tersebut hanya selimut beton pengaman tiang tidak ada nilai konstruksi.