BATUBARA PEMBAWA BERKAH SEKALIGUS BENCANA

JALAN NASIONAL LINTAS ANGKUTAN BATUBARA RUSAK SEBELUM WAKTUNYA

Oleh:

1.  Ir. Syarkowi, MSc. (Kabid Renwastek BBPJN III)

2.  Ir. Iwan Hardi (KMP Reg. 3)

3. Ir. Komarudin (KMP Reg. 3)

1.            Berkah Sekaligus Bencana

 Di provinsi Jambi dan Sumatera Selatan saat ini banyak sekali tambang batubara yang baru dibuka.

Hampir semua tambang-tambang batubara ini adalah milik swasta kecuali satu tambang lama yang terdapat di provinsi Sumatera Selatan, yaitu Tambang Batubara Bukit Asam terdapat di kota Tanjung di Kabuaten Muara Enim, sekitar kota Tanjung Enim + 10 km dari kota Muara Enim yang adalah milik BUMN.

Seperti judul dari tulisan ini, batubara yang dihasilkan ini memang merupakan berkah dari Tuhan untuk Negara Republik Indonesia karena menghasilkan devisa yang cukup besar, tetapi juga sekaligus bencana bagi jalan Nasional yang dilalui truk_truk angkutan batubara ini. Banyak truk-truk angkutan batubara ini memuat beban yang sangat berlebihan (overloaded) yang mengakibatkan jalan-jalan menjadi rusak sebelum waktunya. Hal ini mudah terlihat dari perbedaan kondisi perkerasan jalan, dimana pada lajur yang menjadi lajur angkutan batu bara jauh lebih rusak kondisinya dari pada lajur sebelahnya yang tidak menjadi lajur angkutan batubara. Para pengusaha hanya berpikiran sempit untuk mengejar keuntungan dengan memuat beban yang melebihi kapasitas jalan, mungkin mereka berpikir:”jika bisa diangkut pakai 2 truk, mengapa harus pakai 3 truk?” hal seperti inilah menyebabkan sebagian besar jalan-jalan nasional yang dilalui truk-truk batubara rusak sebelum waktunya.

Berbagai cara digunakan pengusaha untuk menambah jumlah angkut truk-truk pengangkut batubara ini. Antara lain dengan menambah panjang Chasis truk, menyambung atau menambah tinggi bak truk standard dengan mengelas kepingan plat baja pada bagian atas bak dan lain sebagainya.

Disamping hal di atas, masyarakat sepanjang jalur jalan angkutan batubara ini mulai mengeluh (Sriwijaya Pos, 1 Januari 2010) mengenai debu dan jatuhan batubara yang diangkut, terutama pengendara sepeda motor dan masyarakat desa sepanjang jalur angkutan batubara. Bak-bak truk pengangkut batubara yang tidak tertutup rapat membuat batubara berjatuhan dan bertebaran di sepanjang jalan.

2.            Jalan Khusus Angkutan Batubara ;  Belum Jelas Ujudnya

Pada Tanggal 13 oktober 2008, diadakan pertemuan tertutup antara Gubernur Sumsel, yang saat itu dijabat oleh Prof. dr. H. Mahyudin NS SpOG dengan perwakilan PT. Servo Lintas Raya (Sumber: Infokito, 14 Oktober 2008), membahas masalah jalan khusus angkutan batubara yang akan dibangun PT. Servo Lintas Raya sepanjang + 229 Km dengan lebar 7 m. Jalan khusus ini nanti akan dibangun mulai dari desa Gunung Agung, Kabupaten Lahat, hingga ke Pelabuhan Gasing, Desa Gasing, Kabupaten Banyu Asin.

Pada Tanggal 25 Oktober 2008, Gubernur Sumsel, Prof. dr. H. Mahyudin NS SpOG melakukan upacara perletakan batu pertama proyek spektakuler ini (Infokito, 27 Oktober 2008). Menurut Manajer PT. Servo Lintas Raya, Fajar Surya Bayuaji, Jalan khusus angkutan batubara ini rencananya akan selesai 3 tahun mendatang pada saat semua perusahaan swasta pemegang KP (Kuasa Pertambang) mulai beroperasi.

Namun demikian sampai akhir tahun 2010, tidak terdengar lagi berita mengenai perwujudan pelaksanaan jalan khusus batubara ini. Dalam Harian Berita Pagi Tanggal 12 desember 2010, Kepala Dishub Kabupaten Muara Enim,

Drs. H. Fathur Rahman, MM, menyatakan sudah kewalahan menindak angkutan batubara yang melanggar peraturan angkutan.  Dia juga mempertanyakan realisasi jalan khusus angkutan batubara yang sampai sekarang belum terwujud

3.            Ruas-Ruas Jalan Nasional Yang Dilalui Angkutan Batubara

 Di Wilayah Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional III (BBPJN III) terdapat 2 provinsi yang jalan nasionalnya dilalui angkutan batubara, yaitu provinsi Jambi dan Sumsel. Ruas-ruas jalan tersebut adalah sebagai berikut:

  • Provinsi Jambi (N.11)
No. No. Ruas Nama Ruas Jalan Nasional Panjang Ruas (Km) Panjang Yang Dilalui Angkutan Batubara (Km)
N.005.12.KN.005.13.KN.009

N. 009.11.K

N. 010

N.010.11K

N.011

N.011.11.K

N.012

N.012.11.K

N.013

N.014

N.015

N.016

N.017

N.018

N.018.11.K

N.019

N. 020

N.021

N.022

N.023

N.023.11.K

N.024

N.024.11.K

N.025

N.026

N.026.11.K

N.027

Sp. Pal Sepuluh-Sp. Pal Merah-Lingkar Timur ILingkar Timur I-Lingkar Timur II-SijenjangBts. Prov. Sumbar-Bts. Kota Muara bungo

Jln. Lintas Sumatera II (Muara Bungo)

Bts Kota Muara Bungo-Bts. Kab. Bungo/Kab. Merangin

Jln. Lintas Sumatera I (Muara Bungo)

Bts. Kab. Bungo/Kab. Merangin – Bts. Kota Bangko

Jln. Lintas Sumatera II (Bangko)

Bts. Kota angko-Bts. Kab. Sarolangun/Kab. Merangin

Jln. Lintas Sumatera I (Bangko)

Bts Kab. Sarolangun/Kab. Merangin –

Sarolangun

Sarolangun – Bts. Prov. Sumsel

Muara Tembesi-Bts Kab. Batanghari/Kab. Sarolangun

Bts. Kab. Batanghari/Kab. Sarolangun – Pauh

Pauh – Sarolangun

Bts. Kota Muara bungo – Bts. Kab Tebo/Kab. Muara Bungo

Jln. Arah ke Muara Tebo/Patimura (M.Bungo)

Bts. Kab.Tebo/Kab. Bungo – Muara Tebo

Muara Tebo – Sei Bengkal

Sei Bengkal – Bts. Kab. Batanghari/Kab. Tebo

Bts. Kab. Batanghari/Kab. Tebo – Muara Tembesi

Muara Tembesi – Bts. Kota Muara Bulian

Jln. Muara Tembesi (Muara Bulian)

Bts. Kota Ma. Bulian – Bts. Kab. Muaro Jambi/Kab. Batanghari

Jln. Gajah Mada (Muara Bulian)

Bts. Kab. Muaro Jambi/Kab. Batanghari – Sp. Mandalo Darat

Sp. Mandalo Darat – Bts. Kota Jambi / Sp. Rimbo

Bts. Kota Jambi / Sp. Rimbo – Sp. Kenali Atas (Jambi) – Bts. Kota Jambi – Talang Duku

18.6175.01651.819

4.078

33.549

5.786

33.429

5.660

35.651

4.830

33.430

30.236

38.482

39.671

23.389

21.077

2.905

18.955

50.783

15.065

52.470

10.653

4.526

33.037

5.138

13.073

3.256

9.303

3.890

18.6175.01651.819

4.078

33.549

5.786

33.429

5.660

35.651

4.830

33.430

12.536

38.482

39.671

23.389

21.077

2.905

18.955

50.783

15.065

52.470

10.653

4.526

33.037

5.138

13.073

3.256

9.303

3.890

Total Kilometer Lajur Jalan Nasional Dilalui Angkutan Batubara di Provinsi Jambi 590.074
  • Provinsi Sumatera Selatan (N.15)
No. No. Ruas Nama Ruas Jalan Nasional Panjang Ruas (Km) Panjang Yang Dilalui Angkutan Batubara (Km)
N.003N.005N.005.15.K

N.006.12.K

N.006.13.K

N.006.14.K

N.006.15.K

N.019

N.019.11.K

N.019.12.K

N.020

N.020.11.K

N.021

N.021.11.K

N.022

N.023.11.K

N.024.11.K

N.025

N.026

N.027

N.028

N.029.11.K

N.029

N.029.11.K

N.030

N.030.11.K

Sei Lilin – BetungBts. Kota Palembang – Simpang IndralayaJln. Sri Jaya Raya (Palembang)

Jln. Letjen. Harun Sohar  (Palembang)

Jln. Soekarno-Hatta (Palembang)

Jln. Letjen. H. Alamsyah Ratu Perwiranegara (Palembang)

Jln. Mayjen. Yusuf Singadekane (Palembang)

Jembatan Kikim Besar/Km. 256 – Bts. Kota Lahat

Jln. Jend. Ahmad Yani (Lahat)

Jln. Letnan Marzuki (Lahat)

Bts. Kota Lahat – Muara Enim

Jln. Kol. Burlian (Lahat)

Bts. Kota Muara Enim – Simpang Sugih Waras

Jln. Ahmad Yani (Muara Enim)

Simpang Sugih Waras – Bts. Kota Baturaja

By Pass II / Jl. Garuda  (Baturaja)

By Pass I / Jl. Garuda  (Baturaja)

Bts. Kota Baturaja – Martapura

Martapura – Batas Prov. Lampung

Simpang Indralaya – Bts. Kab. Prabumulih

Bts. Kab. Prabumulih – Bts. Kota Prabumulih

Jln. Sudirman (Prabumulih)

Bts. Kota Prabumulih – Sp. Belimbing

Jln. Sudirman (Prabumulih)

Sp. Belimbing – Bts. Kota Muara Enim

Jln. Sudirman (Muara Enim)

43.67316.2646.222

3.247

8.368

3.101

5.175

33.683

4.138

1.160

38.000

2.200

52.176

0.919

52.877

4.800

3.600

31.325

7.257

14.263

33.307

13.417

22.850

13.375

43.381

3.750

16.36016.2646.222

3.247

8.368

3.101

5.175

12.600

4.138

1.160

38.000

2.200

52.176

0.919

52.877

4.800

3.600

31.325

7.257

14.263

33.307

13.417

22.850

13.375

43.381

3.750

Total Kilometer Lajur Jalan Nasional Dilalui Angkutan Batubara di Provinsi Sumsel 414.132
  • Panjang Total Jalan Nasional di Provinsi Jambi 936,480 Km, panjang lajur jalan yang dilalui angkutan batubara 590,074 Km,

atau 63,01%. Total panjang Jalan Nasional. Jadi kemungkinan kerusakan dini jalan Nasional di Provinsi Jambi adalah sebesar

63,01% akibat angkutan batubara ini.

  • Panjang Total Jalan Nasional di Provinsi Sumsel 1444,261 Km, panjang lajur jalan yang dilalui angkutan batubara 414,132 Km, atau 28,67% dari Total panjang Jalan Nasional. Jadi kemungkinan kerusakan dini jalan Nasional di Provinsi Sumsel adalah sebesar 28,67% akibat angkutan batubara ini.

4.            Peta Jalan Nasional Yang Dilalui Angkutan Batubara

 5.            Ilustrasi Kerusakan Jalan Yang Kemungkinan Akibat Angkutan Batubara

Jalan  Lingkar Timur I – Lingkar Timur II – Sijenjang (N.11.005.13.K) di kota Jambi. Sebagian besar kerusakan berat terdapat di sebelah kiri arah ke Pelabuhan Talang Duku, tempat batubara ini dimuat ke dalam kapal untuk diexport.

Jalan Gajah Mada, dalam kota Muara Bulian (N.11.024.11.K) rusak berat. Sesungguhnya bagian rusak ini adalah jalur kiri arah ke Muara Tembesi, sedang jalur angkutan batubara adalah dari arah Muara Tembesi ke kota Jambi (jalur Kanan). Tetapi kerusakan akibat angkutan batubara ini terjadi saat lajur kanan (lajur angkutan batubara) dalam kondisi rusak berat dan tidak mungkin dilalui lagi, sementara ditutup dan diperbaiki, semua kendaraan termasuk truk angkutan batubara bara dialihkan ke lajur sebelahnya. Akibatnya lajur inipun hancur, seperti tampak dalam foto.

Ruas Sp. Sugihwaras – Baturaja (N.15.022), Prov. Sumsel, kerusakan banyak di sebelah kiri arah ke Baturaja, yaitu lajur angkutan batu bara untuk dibawa ke Provinsi Lampung. Batubara dari kabupaten Lahat dibawa ke Lampung untuk dikapalkan.

Tiga (3) foto berikut ini adalah foto dokumentasi Ruas Jalan antara Muara Tembesi dan Sarolangun (ex-JM 01), Provinsi Jambi. Tampak jelas kerusakan yang terjadi adalah pada lajur angkutan batubara, yaitu lajur dari arah Sarolangun menuju Muara Tembesi (N.11.015, N.11.016 dan N.11.017). Batubara dari tambang-tambang sepanjang ruas Muara Tembesi – Sarolangun diangkut menuju kota Jambi yaitu ke Pelabuhan Talang duku. Karena itu kerusakan berat yang terpantau semuanya berada pada lajur kiri dari Sarolangun – Muara Tembesi – Muara Bulian – Kota Jambi – Pelabuhan Talang Duku.

6.            Ilustrasi Foto-Foto Truk Pengangkut Batubara

Type Truk Angkutan Batubara di ruas Muara Tembesi – Sarolangun (N.11. 015, N.11.016 & N.11.017), Provinsi Jambi. Truk ini mengangkut batubara dari Sarolangun menuju Jambi, ke Pelabuhan Talang Duku.

Salah satu truk angkutan Batubara yang terbalik di Ruas Simpang Sugihwaras – Baturaja (N.15.022), Provinsi Sumsel. Truk ini mengangkut batubara dari Lahat ke Pelabuhan di Lampung.

Truk pengangkut batubara yang terpal penutupnya tidak rapat, menyebabkan batubara berjatuhan dari bak truk, mengotori jalan dan mengganggu pengguna jalan lainnya. Ruas Sp. Inderalaya – Prabumulih (N.15.005).

Truk Angkutan Batubara yang baknya tidak tertutup rapat, di ruas Muara Tembesi – Sarolangun (N.11. 015, N.11.016 & N.11.017), Provinsi Jambi. Truk ini mengangkut batubara dari Sarolangun menuju Jambi, ke Pelabuhan Talang Duku.

Salah satu truk angkutan Batubara yang baknya disambung lebih tinggi dari bak standar. Ruas Simpang Belimbing – Muara Enim (N.15.030), Provinsi Sumsel. Batubara ini dibawa ke Palembang, ke Pelabuhan Gasing, jalan Tanjung Api-Api.

Konvoi Truk pengangkut batubara antara muara Enim – Lahat (N.15.020). Truk yang di belakang adalah truk dengan single axle yang jika dimuati lebih akan menimbulkan kerusakan yang lebih tinggi terhadap perkerasan (VDF besar).

Truk Angkutan Batubara yang dimuati berlebihan, mengakibatkan As patah. Ruas Prabumulih – Simpang belimbing (N.15.029).

7.            Lokasi Tambang Batubara Ruas Mura Tembesi – Sarolangun, Provinsi Jambi