Hari Minggu-Senin, tanggal 21 -22 November 2010, di Provinsi Jambi, Kabid Renwastek BBPJN III ( Ir. Syarkowi, M,Sc) dan Team Leader dan Highway Engineer KMP Regional-3 ( Ir. Iwan Hardi dan Ir. Komaruddin )serta Team Leader dan Highway Engineer Coreteam P2jj Jambi ( Ir. Martono dan Ir. Gustom) mendampingi Tim dari The Indonesian Infrastructure Initiative (IndII) dalam usaha mereka untuk membuat “Indonesia Road Safety Manual”, serta melihat perbaikan yang telah dilakukan Provinsi Jambi terhadap black spot dan black length yang disarankan oleh Mr. Philip Jordan(Team Leader IndII) pada bulan Juli 2009.IndII membantu Direktorat Jenderal Bina Marga dalam membangun Teknik Keselamatan Jalan (RSE = Road Safety Engineering). Bantuan mereka juga mencakup  pengembangan terus menerus keselamatan jalan di Indonesia dengan menyediakan bantuan konsultansi, training dan masukan teknis ke Ditjend Bina Marga. Dibawah ditampilkan beberapa foto berkaitan kegiatan yang dilakukan Team IndII ini:

Black Length, KM. 66 Batas Tanjab – Merlung. Foto diatas adalah kondisi

pada bulan Juli 2009

Black Length, KM. 66 Batas Tanjab – Merlung. Foto diatas adalah kondisi pada bulan November 2010. Ditambah Marka tepi, tetapi belum dilengkapi Rambu LL yang cukup

Black Spot Sta. 2+800,tikungan tajam Ruas Sp. Rimbo – Kenali Atas . Foto diatas adalah kondisi pada bulan Juli 2009. Superelevasi di tikungan ini terlalu curam, sedang kecepatan sangat rendah, sehingga menyebakan banyak kecelakaan ( truk terbalik)

Black Spot Sta. 2+800, tikungan tajam Ruas Sp. Rimbo – Kenali Atas . Foto diatas adalah kondisi pada bulan November 2010. Superelevasi di tikungan ini telah diperbaiki, sehingga tidak ada lagi kecelakaan terjadi. Tetapi  Marka dan Rambu jalan masih tetap belum ada

KM. 66 Batas Tanjab – Merlung. Longsor terjadi pada tikungan sebelah dalam, karena pemasangan yang kurang sempurna, rambu-rambu ikut terjun ke dalam longsoran. Perlu rambu-rambu dengan cat memantul (reflective paint) agar mudah terlihat di malam hari. Tampak Kabid Renwastek    BBPJN III  ( Ir. Syarkowi, M,Sc)membantu dan memerintahkan Konsultan untuk memperbaiki dan memasang kembali rambu yang terjun  ke dalam longsoran tersebut.
  • Black Spot baru, Sta. 3+050, tikungan Ruas Sp. Rimbo – Kenali Atas, berada 250 meter di depan Black Spot pertama (Sta. 2+800 yang telah diperbaiki).
  • Radius lengkung R= 75 m , kurang lebih sama dengan tikungan sebelumnya (yang pertama R-70 m), tetapi karena tikungan ini berada dilengkungan dan secara bersamaan gorong yang tersedia di lokasi ini sudah tidak berfungsi dengan baik (buntu, sedimentasi) dan kapasitasnya jauh dari kebutuhan, maka air hujan melimpah kekepermukaan jalan.
  • Permukaan jalan rusak berat, hampir tidak dapat dilalui, dementara ruas ini merupakan jalur yang dilalui truk-truk berat (batu bara) ke Pelabuhan Talang Duku. Tiap kendaraan mencari jalannya sendiri untuk menghindari lobang-lobang dalam ini, sehingga tidak jelas lagi lajur kanan atau kiri untuk kendaraan dari arah mana. SImpang siur ini menyebabkan lokasi ini menjadi Black Spot baru.