Archive for August, 2011


JALUR LEBARAN  WILAYAH BALAI BESAR PELAKSANAAN JALAN NASIONAL ( BBPJN) III.

Oleh: Urusan Informasi Publik, Bidang Perencanaan

BBPJN III  sebagai Penyelenggara Jalan Nasional meliputi wilayah kerja 4 (empat) Provinsi yaitu Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu dan Lampung.

Jalur Lebaran diwilayah BBPJN III terkecuali Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung merupakan jalur yang cukup padat karena merupakan pintu masuk ke Pulau Sumatera terutama Jalan Nasional maupun Jalan Provinsi di Provinsi Lampung.

Ada tiga lintas utama di pulau Sumatera yaitu Lintas Timur, Lintas Tengah,yang sebelumnya dikenal dengan Jalan Lintas Sumatera ( Jalinsum ) dan Lintas Barat.

Bila mau kearah Utara Pulau Sumatera dari Pulau Jawa, mnyeberang dengan Kapal Ferry dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni di Lampung, melalui Lintas Timur (Jalintim) dengan rute Bakauheni – Ketapang- Way Bunut- Labuhan Maringgai –Sp. Kemuning- Sp. Sribawono- Sukadana- Way Jepara- Mandala- Sp. Bujung Tenuk/ Menggala, sebelumnya dikenal dengan Jalan Pantai Timur Sumatera, sepanjang lebih kurang 150 km. Pada jalur ini ada penyempitan jalan di Labuhan Meringgai dan pasar tumpah si Ketapang.Dari Menggala akan ke batas provinsi Sumatera Selatan melalui Sp. Unit VII – Sp. Talang randu- Sp. Penawar- Sp. Gedung Aji baru- Sp. Pematang- Mesuji/ Batas Provinsi Lampung, sepanjang lebih kurang  82 km.

Bila akan melalui Jalan Lintas Tengah ( Jalinteng), dari Bakauheni –Kalianda- Babatan- Batas Kota Km 10 –Panjang/Tanjung Karang, Bandar Lampung, sepanjang 80 km, didalam kota ada pasar tumpah seperti di Panjang.

Dari Simpang Tanjung Karang akan ke Terbanggi besar, sepanjang 57 km, melalui Tegineneng- Gunung Sugih- Terbanggi Besar. Ada pasar tumpah di Natar dan Bandar Jaya di segmen ini. Dari Terbanggi besar dapat  ke Lintas timur, ke sp. Bujung Tenuk/Menggala sejarak 48 km.

Ke batas Provinsi Sumatera Selatan melalui Jalinteng dari Terbanggi Besar ke Kota Bumi- Aji Kagungan- Bukit Kemuning- Gn. Labuhan – Simpang IV- Smp Way Tuba- batas Provinsi Lampung, sepanjang 169 km.

Dari Bukit Kemuning –Sumber jaya- Padang Tampak- Pekonbalak- Liwa –Gunung Kemala di Lintas Barat, sejarak 121 km, merupakan Jalan Lintas Penghubung topografinya daerah berbukit melintasi Bukit Barisan.

Rute Lintas Barat ( Jalinbar) kea rah Bengkulu dan Sumatera Barat menyambung dari kota Bandar Lampung – Gedong Tataan- Pringsewu – Rantau Tijang – Kota Agung sejauh 62,5 km. Ada pasar tumpah di Pringsewu dan Gisting di rute ini.

Dari Kota Agung, melintasi Bukit Barisan dan Patahan Semangko melalui Wonosobo- Sanggi- Bengkunat sepanjang 86 km. Melalui searah pantai ke Biha – Krui- Sp. Gunung Kemala- Pugung Tampak – Melesom – Batas Provinsi Bengkulu, sepanjang lebih kurang 144 km. Segmen ini ada lokasi rawan longsor dan alinyemen vertical yang tajam di tanjakan Manula.

Memasuki Provinsi Sumatera Selatan dari Jembatan Mesuji wilayah Provinsi Lampung menuju ke Simpang Penyandingan berjarak 93,5 km, ada pasar tumpah di Lubuk Siberuk.Dari simpang ini juga dapat ke Martapura di Lintas Tengah. Dari Sp. Penyandingan ke Kota Kayu Agung, 11 km, melewati Lingkar luar Kota 5 km terus ke Tanjung Raja – Sp. Meranjat- Sp. Inderalaya sejauh 32, 5 km.

Dari Kayu Agung ke Martapura di Lintas Tengah melalui jalan Provinsi. Alternatif ke Baturaja melalui jalan Provinsi dari Tanjung Raja ataupun melalui Simpang Meranjat. Dari Simpang Inderalaya ke Jalinteng dengan rute ke Prabumulih sejauh 62 km. dari Prabumulih ke Baturaja melalui jalan Provinsi via Beringin. Dari Prabumulih ke Simpang Belimbing- Muara Enim/ Lintas Tengah berjarak 70 km. Ada beberapa pelintasan Kereta Api di rute tersebut.

Dari Simpang Inderalaya ke Batas Kota Palembang, sejarak 16 km sangat padat lalu lintas. Dalam kota, melewati lingkar barat kota Metropolitan Palembang sepanjang 22 ,5 km. Ruas ini sangat padat lalu lintas, ada penyempitan di Jembatan Musi II yang belum di bangun Duplikasi serta Peningkatan kapasitas sepanjang jalan Lingkar barat  Metropolitan Palembang menjadi 2 x 7 m dalam tahap pelaksanaan.

Dari batas kota Palembang di km 12 terus ke Pangkalan Balai, ibukota Kabupaten Banyu Asin – Betung sepanjang 55 km. Dari Betung dapat ke Lubuk Linggau/Lintas Tengah- ke Bengkulu melalui Sekayu – Mangunjaya- Batas Kabupaten Muba/Mura- Muara Kelingi- Muara Beliti, 185 km.

Dari Betung kea rah batas Provinsi Jambi melalui Sungai Lilin- Peninggalan – Bayung Lincir – Bts Provinsi Sumatera Selatan, sejarak 167,5 km. Ada pasar tumpah di Sungai Lilin.

Dari bts Provinsi Lampung ke Martapura/Kota Baru – Baturaja , sejarak 42,5 km. Ada 2 pelintasan KA sebidang di segmen ini. Dari Baturaja – Smp. Sugihwaras – Muara Enim sejauh lebih kurang 114, 5 km, rawan longsor di tepi sungai.

Apabila dari kota Muara Enim akan ke Palembang via Prabumulih dan Simpang Inderalaya. Bila akan ke arah barat melalui Lahat berjarak 40 km, jalan dalam kota 5 km. Dari Lahat alternative ke Bengkulu via Pagar Alam- Tanjung Sakti- Batas Bengkulu/ arah Manna sejauh 114 km, jalan sempit lebar 4,5 m dan rawan longsor.

Dari Lahat- Tebing Tinggi- Muara Beliti- Sp. Periuk-Lubuk Linggau, sejarak 150 km dan ke batas Provinsi Bengkulu 7 km dari pusat kota. Dari Lubuk Linggau ke batas Provinsi Jambi melalui Terawas – Maur- Karang dapo- Sarolangun- bts Provinsi berjarak 97 km, jalan datar. Ada Lingkar Utara kota ( Jalan Strategis Nasional Rencana/SNR) dari Sp. Periuk ke Jalinteng arah Terawas.

Dari Lubuk Linggau/ Batas Provinsi Sumatera Selatan ke kota Bengkulu via Padang Ulak Tanding- Curup – Kembang sari- Kota Bengkulu berjarak lebih kurang 80 km, jalan berliku melintasi bukit barisan.

Dari bts Prov. Lampung-  Manna, sejarak 124 km. Dari Manna ke batas Prov Sumasel berjarak, 41 km dengan jalan sempit berliku dan berbukit dengan lebar 4,5 m. Manna- Tais- Kota Bengkulu berjarak 130 km.

Jalan dal kota lebih kurang 20 km. dariKota Bengkulu – Kerkap – Lais –Bintunan, berjarak  53 km. ke Ketahun via jalan lama tergerus erosi pantai. Jalan Nasional Bintunan- Air Limas –Ketahun, 31 km dengan alinyemen agak curam. Dari Ketahun- Ipuh- Bantal- Mukomoko- batas Sumatera Barat sejarak 213 km, ada daerah rawan abrasi air laut.

Provinsi Kepulauan Bangka- Belitung tidak termasuk Jalur Lebaran, dmana kondisi jalan kedua Pulau tersebut lebih dari 90 % Mantap dan relatif aman.

SOSIALISASI DAN DESIMINASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN JASA KONSTRUKSI DAN PERATURAN LAINNYA YANG TERKAIT.

Oleh: Urusan Informasi Publik, Bidang Perencanaan.

Sosialisasi dan Desiminasi PeraturanPerundang-Undangan Jasa Konstruksi dan Peraturan Lainnya yang terkait yang diselenggarakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Provinsi Sumatera Selatan pada tanggal 19 -20 Juli 2011, pelaksanaannya bertempat di Gedung “WISMA ATLIT” Jalan Kolonel Wahid Udin No. 25 Sekayu K,abupaten Musi Banyu Asin ( MUBA).

Acara dibuka dengan kata sambutan mewakili dari Kepala Dinas PU Bina Marga Prov. Sumatera Selatan, Ir.H. Heri Amalindo, MM.,serta sambutan dari wakil Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Musi Banyu Asin. Dalam acara tersebut dihadiri peserta dari Instansi Dinas PU Bina Marga Kabupaten MUBA; PU Cipta Karya ,Bappeda, Dinas Perhubungan, Asosiasi Perusahaan Jasa Konstruksi, Penyedia Fasilitas Utilitas, PDAM, PLN, Telkom serta dari Instansi Pemerintah dan swasta lainnya dilingkungan Kabupaten Musi Banyu Asin ( MUBA ).

 

Materi yang disampaikan dalam acara Sosialisasi dan desiminasi tersebut yaitu Undang-Undang No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi ( Jakon) oleh Ir. A. Sjarbani Balik, M.Eng Sc ( Sekretaris Dinas PU Bina Marga Prov. Sum Sel); Perpres No, 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, oleh Ir. IsmetHariadi, MTdari Dinas PU Bina Marga Sum Sel; Peraturan-Peraturan LPJK, oeh DR. Firdaus, ST,MT ( Sekretaris DPD Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Prov. Sumatera Selatan serta Sertifikasi Tenaga Kerja Jasa Konstruksi oleh Sekretaris DPD Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia ( DPD HPJI Provinsi Sumatera Selatan), M. Yusuf Usman, M.Eng Sc.

Berkenaan acara tersebut, sesuai dengan permintaan dari Dinas PU Bina Marga Prov. Sumatera-Selatan untuk sebagai Pembicara khusus dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) III, yaitu Ir. Syarkowi, M.Sc ( Kepala Bidang Perencanaan) untuk meyampaikan Materi Undang-Undang RI No.38 Tahun 2004 dengan Peraturan Pemerintah No. 34 tahun 2006 tentang Jalan serta Undang-Undang No: 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Dalam kesempatan tersebut, juga disampaikan tentang Peraturan Menteri No; 11/PRT/M/2010 tentang Tata cara dan Persyaratan tentang LAIK FUNGSI JALAN. Pembicara khusus dari BBPJN III untuk Materi Hukum Kontrak/Pelaksanaan Kontrak yaitu Ir. Sailan Ibrahim, MM ( Kepala Bagian Tata Usaha).

Setiap sessi dilakukan Tanya  jawab, tanggapan dan permintaan dari para Peserta antara lain agar dari BBPJN III, Ditjen Bina Marga,Kementerian Pekerjaan Umum maupun Dinas PU Bina Marga Prov. Sumatera Selatan untuk dapat terus melakukan Sosialisasi/Desiminasi materi-materi seperti dalam acara ini dan teknis pelaksanaan pekerjaan dalam rangka peningkatan Sumber Daya Manusia di Kabupaten Musi Banyu Asin. Untuk ke Bina Marga-an, dari Ditjen Bina Marga melalui Direktorat Bina Pelaksanaan Wilayah I/ Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional III telah dan terus melakukan Sosialisasi dan Desiminasi seperti untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Teknis lainnya dalam rangka Fasilitasi Penyelenggaran Jalan daerah sesuai Rencana Strategis ( Renstra) Bina Marga 2010-2014.

Rencana Pembangunan Jalan Tol Ogan Komering Ilir-Palembang- Banyuasin.

Oleh: Ir, Harunnurasyid, MT dan Sari Novrianti, ST,MT, Bidang Perencanaan

 

Rapat pembahasan dilaksanakan pada tanggal 9 Juni 2011 dan tanggal 19 Juli 2011 bertempat di ruang rapat Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Pemda Provinsi Sumatera Selatan yang dihadiri oleh  dengan Pimpinan rapat   : Assisten. II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Pemda Sumatera Selatan serta Peserta rapat dari: Sekretaris Daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI),;Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten OKI.; Kepala Dinas PU Kabupaten Banyuasin.;Unsur Dinas PU Bina Marga Prov. Sumatera Selatan; Unsur Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) III, yang diwakili oleh Kepala Seksi Program dan Data, Bidang Perencanaan BBPJN III ( Ir. Harunnurasyid, MT) dan Staf Bidang Perencanaan, Sari Novrianti, ST.MT;dari Unsur Dinas Perhubungan dan Informatika Prov. Sumsel serta Unsur Jajaran Pemda Prov. Sumsel.

Materi pembahasan adalah  rencana pembangunan 3 koridor jalur ekonomi dengan pembangunan secara bertahap jalan tol, yaitu :

  1. Koridor I Kayu Agung (Kabupaten OKI) – Jakabaring (Palembang).= 37 km
  2. Koridor II Alang-alang Lebar – Betung.= 58 km
  3. Koridor III Jakabaring (Palembang) – Alang-alang Lebar/Lingkar Timur- TAA= 42 km

No

Ruas

FS

Amdal

DED

Bebas

Lahan

1

 Koridor I Kayu Agung (Kab.OKI) – Jakabaring (Plg) 

ya

ya

ya

ya

2

 Alang-alang Lebar – Betung. 

ya

blm

blm

blm

3

 Koridor II Jakabaring (Palembang) – Alang-alang Lebar. 

ya

blm

blm

blm

Seperti di ketahui selama ini, tahap pertama yatiu Tol Palembang= Simpang Inderalaya,  Kabupaten Ogan Ilir ( OI), yang pernah ditenderkan namun tidk ada peminat, selanjutnya Tol ruas Palembang- Betung ( Kabupaten Banyu Asin).

Koridor I, Jakabaring (Palembang)-Jejawi-Kayu Agung, adalah koridor yang paling siap untuk pelaksanaan pembangunannya (diperkirakan 1,5 tahun selesai).

Koridor II, Alang-alang Lebar (Palembang)-Betung untuk feasibility study sudah dilakukan.

Koridor III, Jakabaring-Pulau Borang-Alang-alang Lebar adalah jalan lingkar timur dan mengarah ke Tanjung Api-Api (TAA ) lokasi Kawasana Ekonomi Khusus (KEK-Perindustrian).

Menurut Assisten II : Ada dua hal yang menjadi pendorong untuk pembangunan jalan tol ini,

Pertama, investor yang siap mendukung Pemerintah Daerah dalam pembangunan jalan tol ini.

Kedua, pola penanganannya dilakukan dengan schema baru yang kita tawarkan kepada Pemerintah Pusat dan PMA, yaitu joint venture antara Indonesia dan pemodal asing dengan    system penyertaan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten (2 Kabupeten + 1 Provinsi)

Untuk melaksanakan pola ini Pemerintah Provinsi akan membentuk Perusahaan Daerah Baru, yang akan menjadi mitra PMA, pola ini akan menjadi pola pembangunan jalan tol di Pulau Sumatera Khususnya dan dimana Prov. Sumsel akan menjadi Pilot Project-nya.

 

Tanggal 13-14 Juni 2011, Pemerintah Provinsi akan bertemu Presiden dan akan memaparkan pembangunan jalan Tol ini. Dan kita berharap pada tanggal 11 Bulan 11 tahun 2011 pelaksanaan pembangunan jalan tol koridor I ini bisa diresmikan oleh Presiden RI.

Menurut Sekda Kabupaten OKI : Pembebasan Lahan sudah selesai seluruhnya ± 50 m..Apapun pola atau skema yang ditawarkan kami siap dan tidak masalah. Jalan Lingkar Timur Kota metropolitan (Koridor III) melewati  Pulau Borang di Sungai Musi.sedabgkan menurut Kadis PU Kab. OKI :Berkaitan dengan pembangunan jalan tol ini Pemerintah Daerak Kabupaten OKI sudah membuat Perda Kab. OKI.

Kadis PU Kab. Banyuasin  menyatakan:Kabupaten Banyuasin sangat mendukung rencana pembangunan jalan tol ini khusunya pada Koridor III yang merupakan daerah perindustrian.Pada Koridor III ini ada Jembatan Sei Rebo yang sudah rawan roboh, pihak Pertamina sudah tidak lagi mau melakukan pemeliharaan jembatan tersebut.

Seksi Program & Data Bidang Prencanaan BBPJN III , menyampaikan bahwa Kami mendukung sepenuhnya pembangunan jalan tol ini serta siap membantu bila dalam rencana pembangunan jalan tol ini membutuhkan advis teknis melalui Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum.

Kesimpulan rapat pembahasan yang disampaikan oleh  Assisten II Pemda Provinsi Sumatera Selatan yaitu; Dinas PU Bina Marga Prov. Sumsel bersama BBPJN III, agar mempersiapkan yang diperlukan dalam mendukung program ini.;BBPJN III, diminta untuk membantu meyakinkan Kementerian PU dan Bappenas untuk suksesnya program pembangunan jalan tol ini.Kabupaten Banyuasin, agar memberikan modal penyertaan yang lebih besar dalam pembangunan jalan tol ini.,sedangkan Kabupaten OKI, agar menyiapkan semua dokumen yang diperlukan, bila saatnya diperlukan dokumen itu harus sudah siap.Semua kelengkapan harus sudah disiapkan dan akan dibawa menghadap ke Menteri PU.

Menurut study Koica-Korea, tahun 2009, tahapan pembangunan jalan Tol di Sumatera, program Masterplan Arterial Roads Sumatera terdiri dari beberapa tahapan, Palembang arah Lampung masuk tahap 1, sedangkan ke arah Jambi masuk tahap 2 serta tahap 3 untuk kearah Bengkulu.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 398 other followers