Archive for August, 2011


LOKASI RAWAN KECELAKAAN DAN POTENSI RAWAN KECELAKAAN JALUR LEBARAN 2011 DI PROVINSI LAMPUNG

Oleh: Syarkowi, Ir. M.Sc, Bidang Perencanaan

Provinsi Lampung masuk 12 Penyelengara Mudik Lebaran tahun 2011/ 1432 Hijryah. Untuk itu dalam rangka monitoring jalur lebaran 2011 serta dalam rangka implementasi salah satu Tupoksi Bidang Perencanaan BBPJN III yaitu Aspek Keselamatan jalan dan Lingkungan, maka pada tanggal 12- 13 Agustus  2011, dilakukan Inspeksi lokasi lokasi rawan kecelakaan dan potensi rawan kecelakaan di ruas jalan Lintas Tengah ( Jalinteng) Provinsi Lampung  yaitu Batas kota Bandar Lampung- Bandar Jaya- Terbanggi Besar- Kotabumi- Bukit Kemuning- Batas Prov.Sumsel,dan Penghubung Lintas ruas Bukit Kemuning- Padang Tampak.

Survey lokasi rawan kecelakaan dan potensi rawan kecelakaan  tersebut berdasarkan tanda peringatan rawan kecelakaan atau spanduk yang ada di sepanjang jalan tersebut  bersama  Konsultan Manajemen Proyek ( KMP ) BBPJN III, yaitu Team Leader, Ir. Iwan Hardi dan Pavement  and Material Engineer ( Ir. Komaruddin ).

 

Di ruas Batas Kota Bandar Lampung- Bandar Jaya- ;Terbanggi Besar, didapat lokasi rawan kecelakaan di km 27 -28; km 44 – 45; km 46-47 di tikungan,km 48-49 karena jarak pandang, km 50-51, tikungan  dan di km 69-70, rawan kecelakaan, ada truk dan kendaran pribadi tabrakan saat survey..

Untuk ruas Terbanggi Besar- Kota Bumi, tanda rawan kecelakaan di km 86-87; km 91-92; km 96-97; km 97-98 dengan peringatan sering terjadi kecelakaan; km 99-100 serta peringatan di pohon warna biru muda, sering terjadi kecelakaan sepanjang 5 km ( km 101-106 ).

 

Diruas Bukit Kemuning ( Km 155 +600) – Padang Tambak – Liwa, ada rawan kecelakaan di tikungan antara km 155, 700 – 156,600; km 161-162, tikungan; km 163,300-164,300, tikungan dan licin diwaktu hujan; km 172 ,90 – 173, 300, tikungan tajam dan penurunan serta km 173,900 – 174,900, ada tikungan turun serta jurang.

 

Pada km 181 – 182, ada spanduk rawan longsor; km 183 -184, ada tanda turunan dan jurang. Untuk km 189 -190 dan km 193 -194, ada tikungan dan tanjakan. Pada tikungan km 207+ 685, ada jembatan Way Giham Balak, yang rawan kecelakaan, ada penurunan dan tikungan yang cukur tajam. Pagar jembatan ditabrak kendaraan. Di ruas tersebut ada paket pelebaran jalan yang juga dapat meng-eleminir rawan kecelakaan.

 

Pada ruas Kota Bumi- Bukit Kemuning yaitu di km 116-117; km 132-133; km 137-138; km 149- 154 dengan tanda peringatan rawan kecelakaan sepanjang 5 km serta km 155-156. Sedangkan ruas Bukit kemuning – Batas Sumatera selatan di km 156-157; km 158-159 karena tikungan yang jarak pandang kurang serta km 168-170.

Di km 170, jembatan Way Besai, yang ditabrak truk batubara beberapa waktu lalu  sudah selesai perbaikan oleh Satker/PPK SKPD Provinsi Lampung. Mengingat kekuatan atau kondisi jembatan, maka beban dibatasi dan melintasi jembatan dihimbau satu persatu.

 

Di km 170- 170+500, dan km 171 – 173, ada tanda rawan kecelakaan , ada tikungan ganda; km 176 -177, rawan kecelakaan di perkampungan; km 178- 179, rawan kecelakaan karena alinyemen vertical yang kurang baik. Lokasi rawan kecelakaan yang diberi tanda yaitu km 190-191; km 196-198; di km 200 – 201; km 202-203 tikungan yang tajam; km 206-207; km 208-km 209 juga ada tanda rawan kecelakaan.

Di antara km 211 -212, ada jembatan Way Tahmi, yang baru selesai perbaikan lantai jembatan yang bolong dengan pemasangan pelat baja oleh SKPD Provinsi Lampung dengan PPK nya Syahroni, ST dan Satker SKPD, Ir. Syamsul Bahri, MM. Jembatan ini juga dihimbau agar satu satu kendaraan untuk melintasi jembatan tersebut.

Lokasi dengan tanda rawan kecelakaan sampai ke batas Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan di Jalur Lintas Tengah ( Jalinteng) dengan tanda batas alam di jembatan Way Pisang,yaitu di km 213- 214; 216- km 2018; km 221 -222 serta di km 227-228.

 

Saat ini, para Satker/PPK. Kontrakror dan Konsultan, masih berupaya agar semua lobang tertutup maksima H-10, sedangkan kegiatan utama maksimal H-7 sebelum lebaran.

Di jalur lebaran banyak peringatan “ Bila anda lelah/ngantuk, istirahatlah sejenak’ dan banyak posko-posko jalur lebaran serta ada lokasi Rest Area yang dapat disinggahi dengan pemandangan yang indah untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan untuk keselamatan Pengguna jalan., ingat Safety First !!.

 

PRESENTASI DESAIN TEKNIS JALAN & JEMBATAN P2JN PROVINSI LAMPUNG.

Oleh: Urusan Informasi Publik, Bidang Perencanaan.

Dalam rangka pelaksanaan paket paket Perencanaan Teknis Jalan & Jembatan Tahun Anggaran 2011, Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional ( P2JN) Provinsi Lampung  serta memperhatikan Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Marga No: 04/SE/Db/2011 tanggal 28 Juli 2011 tentang Penajaman Strategi Ruas dan Peningkatan Mutu Desain, maka pada tanggal 12 Agustus 2011 di Bandar Lampung diadakan Presentasi Desain Teknis Jalan & Jembatan tahun Anggaran 2011 untuk digunakan pelaksanaan fisik Tahun Anggaran 2012.

 

Pada acara tersebut di buka oleh Kepala Satker P2JN Provinsi Lampung ( Subagio, ST,MT.),dihadiri oleh Kepala Bidang Perencanaan BBPJN III ( Ir. Syarkowi, M.Sc); Konsultan Manajemen Proyek ( KMP) BBPJN III yaitu Team Leader, Ir. Iwan Hardi dan Komaruddin, ST ( Pavement & Material Engineer) serta dua Team Leader P2JN Provinsi lampung wilayah I & II.

 

Disampaikan oleh Kepala Bidang Perencanaan bahwa sesuai SE Dirjen No;04/SE/Db/2011, bahwa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan SNVT P2JN agar menyusun penajaman rencana strategis penanganan ruas, dengan memperhatikan Kekuatan struktur sisa aktual; Umur Desain yang Optimum. Teknologi penanganan jalan yang sesuai dengan beban lalu lintas;, kondisi tanah,iklim,ketersediaan material lokal dan lingkungan ( green construction). Dalam men-desain harus dengan data kondisi jalan yang akurat, investigasi dengan Falling Weiht Deflectometer (FWD)/Benkelman Beam(BB), bila diperlukan; Pengujian Test Pit dan Pengujian Laboratorium; pengukuran volume lalu lintas serta faktor-faktor lain yang dianggap penting secara lokal. Kegiatan tersebut dikordinasikan oleh BBPJN dan dijadikan masukan dalam penyusunan program Tahun Anggaran 2012 – 2014.

 

Dalam rangka Peningkatan Mutu Desain, BBPJN III akan membentuk Tim Penilai Kelayakan Teknis Desain untuk memberikan rekomendasi kelayakan teknis desain untuk mendapatkan persetujuan Balai Besar Pelaksanaan jalan Nasional. Salah satu upaya peningkatan Mutu Desain dengan dilakukannya Presentasi produk Konsultan Perencana pada setiap tahap, tahap survey pendahuluan, laporan Interim maupun draft laporan akhir.

  

Presentasi Desain dipimpin oleh Kepala Satuan Kerja SNVT P2JN Provinsi Lampung ( Subagio,ST.MT )., dilanjutkan Paparan Paket Desain Teknis Jalan Segmen ruas Sanggi- Bengkunat oleh Team Leader PT. Cipta Prakasa Utama. Presentasi selanjutnya Perencanaan Teknis dan LARAP Ruas Jalan Bengkunat – Batas Provinsi Bengkulu oleh Team Leader Konsultan PT. Tubagus Consultant. Yang harus menjadi perhatiaan ruas ruas tersebut yang melintasi patahan Semangko yang rawan longsor dan gempa, daerah Hutan Lindung; topografi yang berbukit di Jalan Lintas Barat ( jalinbar). Juga harus mensinkronkan serta memperhatikan dengan data –data pelaksanaan fisik tahun 2011 serta As Built Drawing paket fisik sesuai sejarah penanganan jalan.

 

Presentasi Perencanaan teknis jembatan yaitu jembatan Way Tenumbang dan Way Atim oleh Team Leader PT. Anugerah Kridapradana JO. , Konsultan harus memperhatikan As Built Drawing jembatan Existing dan koefisien factor gempa yang baru; dengan konstruksi yang tahan terhadap pengaruh air dan udara pinggir pantai Jalan Lintas Barat.

Akan dipertajam selanjutnya hasil diskusi dan Tanya jawab serta solusi serta data –data tambahan yang dibutuhkan untuk keakuratan produk desain. Akan dilakukan kembali presentasi hasil desain tersebut dan juga dua paket lainnya yaitu Paket Perencanaan Teknis Jalan Ruas Way Jepara – Simpang Bunut- Gd. Dalam- Sukadana dan ruas Jalan Liwa – Krui.

PEMBAHASAN SUBSTANSI TEKNIS RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KABUPATEN LAHAT

Oleh: urusan Informasi Publik, Bidang Perencanaan.

Pada hari selasa, tanggal 9 Agustus 2011, berdasarkan undangan Sekretaris Daerah a.n Gubernur Sumatera Selatan, maka diadakan  Pembahsan substansi teknis Rencana Tata Ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Lahat di Ruang rapat Bappeda Provinsi Sumatera Selatan. Rapat pembahasan dihadiri oleh Instansi terkait dari  Pemerintah Provinsi maupun Bappeda Provinsi dan Dinas Kabupaten disekitar Kabupaten Lahat yaitu antara lain Kabupaten Empat Lawang, Kabupaten Muara Enim, Kota Pagar Alam dan Kabupaten Musi Rawas.

Disamping itu juga diundang Bappeda Provinsi Bengkulu serta Bappeda Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu yang bertetangga dengan Kabupaten Lahat, juga instansi Vertikal lainnya seperti Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) III yang diwakili oleh Kepala Bidang Perencanaan ( Ir. Syarkowi, M.Sc ); Kepala Seksi Program dan Data ,Bidang Perencanaan ( Ir. Harunnurasyid,MT) serta Kepala Seksi Perencanaan Teknis dan Lingkungan, Bidang Perencanaan ( Ir. Aidil Fitri).

 

Pembahasan dibuka dengan kata sambutan dari Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Bappeda Provinsi Sumatera Selatan ( Ir. Henderian, MT), mewakili Kepala Bappeda. Selanjutnya presentasi oleh Kepala Bappeda Kabupaten Lahat berupa Draft RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN LAHAT TAHUN 2011-2031 yang disiapkan oleh PT.RSI-Konsultan Manajemen Regional Sumatera Selatan – Bangka Belitung. Pembahasan RTRW Kabupaten Lahat tersebut dibawah koordinasi Tim Koordinasi Penataan ruang Daerah dan di hadiri juga oleh Tim Koordinasi Penataan Ruang Pusat dari Jakarta.

Dalam acara selanjutnya dilakukan tanya jawab dan konfirmasi kesetiap Instansi terkait seperti ke Kabupaten tetangga berkenaan sinkronisasi tata ruang antar Kabupaten (RTRW) Kabupaten tetangga di Provinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Bengkulu Selatan dan Seluma Provinsi Bengkulu dan sinkronisasi dengan Tata Ruang Nasional ( RTRWN ).

Yang terkait dengan BBPJN III, dikonfirmasi tentang khususnya jalan Nasional. Jalan Nasional Lahat-Muara Enim- Smp. Inderalaya-Palembang ke Tanjung Api-Api selama ini digunakan untuk angkutan batubara. Menurut penjelasan yang terkait Pembangunan jalan khusus Angkutan Batubara bekerjasama dengan PT. SERVO menuju Pelabuhan Tanjung Api-Api sepanjang lebih kurang 37 km didaerah Kabupaten Lahat, 130 km di Kabupaten Muara Enim dan 70 km di Kabupaten Banyu Asin akan beroperasi mulai Januari 2012.

Dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasioanal (BBPJN) III menjelaskan bahwa Jalan Nasioanal tetap sesuai SK Menteri PU No; 631 Tahun 2009 yang sudah mengakomodir dengan meningkatakan status jalan Ruas Lahat- Simpang Air Dingin- Pagar Alam – Tanjung Sakti – Batas Provinsi Sumsel/Bengkulu–Manna yang sebelumnya Status Jalan Provinsi menjadi jalan Nasional. Berkenaan Jalan Lingkar Luar Lahat yang telah dibantu dana APBN, akan dievaluasi ulang status jalan dalam sistim jaringan jalan Nasional dalam 5 tahunan atau pada tahun 2014.

LOKASI RAWAN KECELAKAAN DAN POTENSI RAWAN KECELAKAAN SERTA RAWAN KEMACETAN DI LINTAS TIMUR; BATAS KOTA PALEMBANG – BATAS PROVINSI LAMPUNG.

Oleh: Syarkowi, Ir. M.Sc, Kepala Bidang Perencanaan.

Dalam rangka implementasi salah satu Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Bidang Perencanaan BBPJN III yaitu Aspek Keselamatan jalan dan  Aspek Lingkungan bidang Jalan, maka dilakukan inventarisasi dan telah dilakukan Inspeksi lokasi lokasi rawan kecelakaan dan lokasi potensi rawan kecelakaan, data data kasus kecelakaan serta jumlah korban kecelakaan di ruas-ruas jalan Nasional  di Lintas Timur arah Provinsi Lampung baik dari Korlantas, Dishub maupun dari Media massa, untuk segment dari( Batas Kota Palembang/km 14 – Smp. Inderalaya – Smp. Meranjat –Tanjung Raja –Smp. Celikah – Kayu Agung – Smp. Penyandinagan- Lubuk Siberuk – Batas Provinsi Lampung).

Di Ruas  jalan Nasional Lintas Timur ( Jalintim), lokasi rawan kecelakaan ruas Batas Kota Palembang- Simpang Inderalaya – Simp. Meranjat – Kayu Agung – Batas Provinsi Lampung, seperti yang ditulis Koran Sumatera Express hari senin tanggal 8 Agustus 2011, lokasi rawan kecelakaan di kawasan Kabupaten  Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir (OI), mulai dari km 12 (batas kota Palembang ), yaitu di desa Bunut, desa Lubuk Siberuk, Desa Tugu Jaya dan Tugu Agung. Untuk di Ruas Palembang _ Inderalaya yaitu di Km 17 dan Km 21 , di tikungan Rumah Makan Lembah Anai dan Serai Indah., Faktor penyebab karena jumlah kendaraan yang terus bertambah terutama angkutan berat batubara dari Kabupaten Lahat di ruas Palembang – Inderalaya, namun tidak diimbangi dengan sarana dan prasarana yang memadai, dan minimnya rambu lalu lintas,tidak ada marka jalan juga sebagian ruas jalan terdapat tanjakan dan jalan menikung tajam, sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Ruas Jalan Lintas Timur, segmen ruas Penyandingan – Batas Provinsi Lampung ,masih ada lebar jalan 6 m,yang kurang dari Standar Minimal Jalan Nasional, Bahu+ Perkerasan+ Bahu ( 2 m + 7 m + 2 m ), sepanjang 40 km, saat ini dalam masa konstruksi pelebaran jalan sepanjang 9 ,5 km. Di dalam kontrak/ Spesifikasi edisi Novembar 2010 telah tercantum item pembayaran tersendiri manajemen pengaturan lalu lintas,. Zona kerja adalah lokasi yang ber potensi kecelakaan, apalagi di malam hari. Dilapangan cukup baik rambu-rambu lalu lintas sementara di zona kerja, namun perlu di jaga kondisi dan keberadaannya.

Di ruas Jalintim arah Batas Lampung masih banyak daerah potensi kecelakaan karena masih sangat kurang tanda atau rambu lalu lintas terutama belum adanya rambu bentuk chevron di tikungan-tikungan. Juga masih adanya ruang bebas yang cukup di jembatan – jembatan bentang pendek yang belum dilakukan pelebaran jembatan ataupun duplikasi di segmen jalan yang telah di lebarkan dari 5,5 – 6 meter jalan existing menjadi jalan standar dengan lebar 7 m atau lebar standar jalan kelas sedang (2 + 7 + 2) m. Hal lain lokasi ptesi rawan kecelakaan akibat gangguan fungsi jalan dimana banyak kegiatan-kegiatan masyarakat yang menggunakan ruang manfaat jalan ( Rumaja ) sehingga menimbulkan roadside hazard.

Jalan Lintas Timur yang merupakan salah satu koridor ekonomi Pulau Sumatera, sangat padat lalu lintas dengan bermacam jenis kendaraan, baik lokal maupun antar Provinsi (Regional), diperlukan pengaturan yang intensif dan kesadaran serta disiplin para Pengguna Jalan serta Izin  Pemanfaatan dan Penggunaan bagian-bagian jalan. Rawan macet di ruas Palembang- Inderalaya karna banyak angkutan batubara, pasar tumpah diTugu Mulyo, Lubuk Siberuk.

 

Ketertiban atau kepatuhan atas peraturan yang berlaku seperti batasan Muatan/beban kendaraan, Muatan Sumbu Terberat ( MST) sangat diperlukan. Kelas jalan Lintas Timur secara umum masih dalam kelas JALAN SEDANG berdasarkan Undang-Undang No:38/2004 dan Peraturan Pemerintah No:34/2006 tentang Jalan, saat ini telah diprogramkan peningkatan kapasitas. Jalan Lintas Timur rawan macet, dengan kendaraan yang agak kurang terkendali Muatan Sumbu Terberat (MST), memperhatikan hal tersebut, Jalan TOL sudah sangat perlu intensif di programkan. Study Master Plan Arterial Road Sumatra (MARS)- KOICA, Korea maupun JICA- Jepang, telah membuat Rekomendasi tentang Jaringan jalan TOL tersebut. Untuk jaringan jalan di Sumatera Bagian Selatan ( SumBagSel), lebih dikenal dengan BELAJASUMBA, para Gubernur mengintegrasikan program jaringan infrastruktur jalan.

  

Program Pemerintah Daerah telah merencanakan Megaproyek infrastruktur jalan Tol sepanjang 137 km dari kota Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) hingga ke kota Betung, Kabupaten Banyuasin seperti yang ditulis Koran Sumatera Ekspres pada hari Jumat tanggal 5 Agustus 2011, terdiri dari 3 (tiga) koridor yaitu Kayu Agung- Palembang; Lingkar Timur kota Palembang, dan Palembang- Betung, sedangkan Koridor I: Jakabaring (Palembang) – Jejawi- Kayu Agung,sepanjang 37,5 km adalah koridor yang paling siap untuk pelaksanaan pembangunannya yang diperkirakan 1,5 tahun selesai.

LOKASI RAWAN KECELAKAAN DAN POTENSI RAWAN KECELAKAAN DI JALAN  NASIONAL LINTAS TIMUR BATAS KOTA PALEMBANG – BATAS PROVINSI JAMBI.

Oleh: Syarkowi, Ir. M.Sc, Kepala Bidang Perencanaan.

Dalam rangka implementasi salah satu Tupoksi Bidang Perencanaan BBPJN III yaitu Aspek Keselamatan jalan dan  Aspek Lingkungan bidang Jalan, maka pada hari minggu,tanggal 7 Agustus  2011, dilakukan Inspeksi lokasi lokasi rawan kecelakaan dan lokasi potensi rawan kecelakaan, data data kasus kecelakaan serta jumlah korban kecelakaan di ruas-ruas jalan Nasional  di Lintas Timur arah Provinsi Jambi ( Batas Kota Palembang/km 12 – Pangkalan Balai- Betung – Sei Lilin – Peninggalan- Bayung Lencir – Batas Provinsi Jambi).

Di Ruas  jalan Nasional Lintas Timur,lokasi rawan kecelakaan ruas Batas Kota Palembang- Betung, seperti yang ditulis Koran Sriwijaya Post hari kamis tanggal 4 Agustus 2011, sedikitnya terdapat lima titik rawan kecelakaan yaitu lokasi rawan kecelakaan, mulai dari km 12 (batas kota Palembang ), yaitu di km 12-18,  desa Air batu, km 18- 20, desa Musi Landas dan Sembawa; Km 29-32, desa Pulau Harapan; km 44-46, Pangkalan Balai, ibukota Kabupaten Banyuasin; serta Km 65, desa Durian Daun dan Kota Betung.

Dari catatan Unit Laka Lantas, kasus lakalantas di Jalintim wilayah Kabupaten Banyuasin tergolong tinggi. Data tahun 2010 terdapat 113 kasus lakalantas, korban meninggal dunia 53 orang, luka berat (luber) 84 orang, luka ringan ( luring) sebanyak 98 orang dan kerugian material 764 juta rupiah lebih. Menurut AKP Andi, faktor penyebab karena jumlah kendaraan yang terus bertambah namun tidak diimbangi dengan sarana dan prasarana yang memadai, kondisi jalan yang masih banyak berlubang, jalan yang sempit,dan minimnya rambu lalu lintas,tidak ada marka jalan juga sebagian ruas jalan terdapat tanjakan dan jalan menikung tajam, sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan.

 

Ruas Jalan Lintas Timur, masih ada lebar jalan yang kurang dari Standar Minimal Jalan Nasional, Bahu+ Perkerasan+ Bahu ( 2 m + 7 m + 2 m ), saat ini dalam masa konstruksi pelebaran jalan.Di dalam kontrak/ Spesifikasi edisi Novembar 2010 telah tercantum item pembayaran tersendiri manajemen pengaturan lalu lintas,. Zona kerja adalah lokasi yang ber potensi kecelakaan, apalagi di malam hari. Dilapangan cukup baik rambu-rambu lalu lintas sementara di zona kerja, namun perlu di jaga kondisi dan keberadaannya.

 

Di ruas Betung – Sei Lilin- Peninggalan- Batas Jambi masih banyak daerah potensi kecelakaan karena masih sangat kurang tanda atau rambu lalu lintas terutama belum adanya rambu bentuk chevron di tikungan-tikungan. Juga masih adanya ruang bebas yang cukup di jembatan – jembatan bentang pendek yang belum dilakukan pelebaran jembatan ataupun duplikasi di segmen jalan yang telah di lebarkan dari 5,5 – 6 meter jalan existing menjadi jalan standar dengan lebar 7 m atau lebar standar jalan kelas sedang (2 + 7 + 2) m. Hal lain lokasi ptesi rawan kecelakaan akibat gangguan fungsi jalan dimana banyak kegiatan-kegiatan masyarakat yang menggunakan ruang manfaat jalan ( Rumaja ) sehingga menimbulkan roadside hazard.

 

Jalan Lintas Timur yang merupakan salah satu koridor ekonomi Pulau Sumatera, sangat padat lalu lintas dengan bermacam jenis kendaraan, baik lokal maupun antar Provinsi (Regional), diperlukan pengaturan yang intensif dan kesadaran serta disiplin para Pengguna Jalan serta Izin  Pemanfaatan dan Penggunaan bagian-bagian jalan.

 

Ketertiban atau kepatuhan atas peraturan yang berlaku seperti batasan Muatan/beban kendaraan, Muatan Sumbu Terberat ( MST) sangat diperlukan. Kelas jalan Lintas Timur secara umum masih dalam kelas JALAN SEDANG berdasarkan Undang-Undang No:38/2004 dan Peraturan Pemerintah No:34/2006 tentang Jalan, saat ini telah diprogramkan peningkatan kapasitas. Jalan Lintas Timur rawan macet, dengan kendaraan yang agak kurang terkendali Muatan Sumbu Terberat (MST), memperhatikan hal tersebut, Jalan TOL sudah sangat perlu intensif di programkan. Study Master Plan Arterial Road Sumatra (MARS)- KOICA, Korea maupun JICA- Jepang, telah membuat Rekomendasi tentang Jaringan jalan TOL tersebut. Untuk jaringan jalan di Sumatera Bagian Selatan ( SumBagSel), lebih dikenal dengan BELAJASUMBA, Integrasi Program para Gubernur Bengkulu, Lampung, Jambi, Sumatera Selatan dan Bangka-Belitung, pernah di presentasikan Penulis dalam rangka shortcourse dalam rangka Program MARS di Korea tahun 2009.

Program Pemerintah Daerah telah merencanakan Megaproyek infrastruktur jalan Tol sepanjang 137 km dari kota Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) hingga ke kota Betung, Kabupaten Banyuasin seperti yang ditulis Koran Sumatera Ekspres pada hari Jumat tanggal 5 Agustus 2011, terdiri dari 3 (tiga) koridor yaitu:

Koridor I: Jakabaring (Palembang) – Jejawi- Kayu Agung,adalah koridor yang paling siap untuk pelaksanaan pembangunannya yang diperkirakan 1,5 tahun selesai.

Koridor II: Alang-Alang Lebar ( Palembang)- Betung, Kabupaten Banyuasin, untuk Feasibility study nya sudah dilakukan.;

Koridor III: Jaka Baring- Pulau Borang –Alang-Alang Lebar, adalah jalan lingkar Timur Palembang dan mengarah ke Tanjung Api-Api (TAA), lokasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK- Perindustrian).

RAPAT KORDINASI CORETEAM P2JN BBPJN III DAN CORETEAM DINAS PU BINAMARGA PROVINSI SUMATERA SELATAN, 6 AGUSTUS 2011

Oleh: Urusan Informasi Publik, Bidang Perencanaan

Pada hari sabtu tanggal 6 Agustus 2011, jam 9.30 -13.00 di Kantor Coreteam SNVT Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Provinsi Sumatera Selatan, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) III dilaksanakan rapat koordinasi yang dipimpin oleh Kepala Bidang Perencanaan BBPJN III ( Ir. Syarkowi, M.Sc), dihadiri Satker P2JN ( Ir. Marsudi, MT), PPK Metropolitan Palembang P2JN Prov. Sumsel ( Azwar Edy,ST,MT), Team Leader CT P2JN ( Ir. Maratoga) dan seluruh Personil Professional staf Coreteam dan wakil dari Konsultan Manajemen Proyek ( KMP) BBPJN III serta para Site Engineer terkait.

 

Pokok bahasan yaitu persiapan bahan-bahan dalam rangka para Pejabat Bina Marga pendamping Eselon I dalam Pemantauan Kesiapan Mudik Lebaran 2011/1432 H pada tanggal 8 Agustus 2011 dari Jambi ke Palembang dan tanggal 9-10 Agustus 2011 ke arah Lampung dengan rute Jalan Lintas Timur (Jalintim).

Bahan yang disiapkan yaitu leaflet tiap paket, stripmap dan foto-foto yang menggambarkan kondisi keseluruhan ruas, lebar jalan dan jembatan, kegiatan konstruksi yang sedang dalam masa pelaksanaan, program-program yang ada menuju kondisi jalan mantap ( Kondisi Baik dan sedang). Laporan tersebut di compile untuk dijadikan laporan Dirjen Bina Marga tentang kesiapan jalan menyambut Mudik Lebaran 2011 kepada Menteri PU, Menteri Perhubungan dan Kapolri yang di kordinasikan oleh Bina Program.

Rapat juga membahas tentang masalah teknis dilapangan, juga tentang proses paket yang sudah selesai dan dilakukan Provisional Hand Over (PHO) tentang uji petik mutu/ kwalitas serta kesiapan As Built Drawing (ABD) yang diperlukan untuk pemutakhiran leger jalan. Leger jalan digunakan sebagai salah satu syarat Administrasi untuk Uji Laik Fungsi Jalan.

 

Pembahasan juga berkenaan surat Direktur Bina Pelaksanaan Wilayah I tentang usulan daftar nama-nama Anggota Tim Laik Fungsi Jalan (LFJ). Tim LFJ tiap Balai terdiri dari minimal 5 orang dengan komposisi minimal 3 orang dari Bina Marga, satu orang dari Kepolisian dan satu orang dari Perhubungan. Ketua Tim, Kepala Bidang Perencanaan masing-masing Balai, Sekretaris Tim berasal dari P2JN yang berada dilingkungan Balai. Khusus Provinsi Sumasel, untuk Jalan Wilayah, Sekretarisnya Satker P2JN, sedangkan untuk Jalan Metropolitan Palembang yaitu PPK P2JN Metropolitan Palembang. Untuk Pegawai Bina Marga yang berada dalam Satuan Kerja  Pelaksanaan Wilayah, termasuk PPK tidak boleh masuk sebagai anggota Tim LFJ tersebut.

Kepala Bidang Perencanaan menjelaskan Surat Edaran Dirjen Bina Marga No:04/SE/Db/2011, tanggal 28 Juli 2011 tentang Penajaman Strategi ruas dan Peningkatan Mutu Desain, antara lain berkenaan hal dimana para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan SNVT P2JN agar menyusun penajaman rencana strategis penanganan ruas untuk dikordinasikan oleh Balai dan akan dijadikan masukan dalam penyusunan program tahun Anggaran 2012-2014. Dalam hal peningkatan mutu Desain, maka Presentasi atau pembahasan hasil survey/ study agar melibatkan fihak-fihak terkait antara lain Direktorat Bina teknik dan Direktorat Bina Pelaksanaan Wilayah.

 

Penajaman Strategi ruas dan Mutu Desain dalam kesempatan rapat kordinasi tersebut yang dibahas khusus untuk Jalintim dari Batas Provinsi Jambi- Palembang – Batas Provinsi Lampung sepanjang lebih kurang 406 km, yang akan diprogramkan menjadi sistim Multiyears contract( MYC) tahun 2012-2013 pada segmen-segmen pelebaran jalan dari 6 m menjadi 7 m ( program 2 + 7 + 2 ) m, sepanjang 60 km serta peningkatan kapasitas  menjadi 2 x 7 m di Lingkar barat kota Metropolitan Palembang.

RAPAT KOORDINASI DAN SILATURAHMI SKPD DINAS PU BINA MARGA PROVINSI SUMATERA SELATAN.

 

Sesuai undangan KPA Perencanaan & Pengawasan Teknis Jalan Dinas PU Bina Marga Provinsi Sumatera Selatan ( Ir. Ansori AZ ) dan Team Leader Core Team SKPD Dinas PU Prov Sumsel ( Ir. Irwanto ) dari PT. Visi Teknikatama Unggul, BBPJN III diundang yang dihadiri oleh Kepala Bidang Perencanaan, sebagai Nara sumber dalam rangka Fasilitasi jalan daerah dalam Rapat koordinasi dan silaturahmi dengan para Site Engineer dilingkungan Dinas PU Bina Marga Prov. Sumsel dari jam 14.30 -17.30 di Resto River Side, Jalan Benteng Kuto Besak (BKB) dipinggir sungai Musi Palembang.

Rapat dipimpim oleh KPA, Ir. Ansori, AZ yang dihadiri oleh Kepala Bidang Pelaksanaan wilayah I Dinas PU Bina Marga Provinsi Sumsel ( Ir.H. Darwin, MM ) membahas tentang Manajemen Pengendalian dan Prosedure Operasional Pelaksanaan Kegiatan yang disiapkan oleh Team Leader Core Team SKPD Dinas PU Bina Marga , Ir. Irwanto.

Tujuan rapat yaitu Evaluasi dan Monitoring serta hal-hal yang harus diperhatikan untuk perbaikan kedepan antara lain yang dibahas:

  • Menyampaikan gagasan penerapan prosedure Administrasi dan Koordinasi dalam kaitan tatalaksana jasa Konstruksi;
  • Standar Operational Pelaksanaan ( SOP) Administrasi Proyek;
  • SOP Kaji Ulang kondisi awal lapangan Paket Kegiatan untuk perubahan rancangan sesuai kebutuhan lapangan ( Field survey Engineering) dan Justifikasi Teknis.;
  • Dan hal-hal apa saja yang perlu dipersiapkan pada awal proyek.

 

Dalam pembahasan dan Tanya jawab, Kepala Bidang Perencanaan BBPJN III ( Ir. Syarkowi, M.Sc) menyampaikan info tentang Peraturan- peraturan atau Ketentuan-ketentuan baru yang perlu menjadi perhatian antara lain: Perpres No: 54/2010 yang telah juga dibuat Permen No:07/2011 pengganti Permen No. 43/2007, Ketentuan dalam UU No, 22/2009 tentang Road safety yang telah diakomodir dalam Spesifikasi Edisi November 2010 berkenaan item pembayaran Rambu sementara di Zona Kerja, Aspek Keselamatan Jalan & Aspek Lingkungan, Uji Laik Fungsi Jalan, Sertifikasi Laik Operasi Asphalt Mixing Plant (AMP), Asbuton, Antistriping dan hal-hal teknis lainnya tentang Desain dan Supervisi.

 

Rapat koordinasi dan silaturahmi di tutup dengan buka bersama di Resto River Side. Rapat koordinasi dan silaturahmi selanjutnya direncanakan bersama dengan P2JN Provinsi Sumatera Selatan dalam rangka Halal Bi Halal setelah Hari Raya Idhul Fitri 1432 Hijryah.

KUNJUNGAN KERJA KOMISI III DPRD PROVINSI BENGKULU

Oleh: Urusan Informasi Publik, Bidang Perencanaan.

Hari kamis, tanggal 4 Agustus 2011 bertempat di ruang rapat Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional III, diadakan pertemuan dengan Komisi III DPRD Bengkulu, yang hadir yaitu ibu Elmi Supiati,S.So ( Wakil Ketua DPRD Provinsi Bengkulu), Bapak  ( Wakil Ketua Komisi III) dan para anggota dewan lainnya beserta staf Sekretariat DPRD.

Pertemuan tersebut diawali dibuka oleh Wakil Ketua DPRD dengan perkenalan dan diskusi serta Tanya jawab dipandu Wakil Ketua Komisi III, dilanjutkan Presentasi tentang kegiatan pelaksanaan tahun anggaran 2011 dan Program 2012 serta Program sesuai Renstra 2010-2014 oleh Kepala BBPJN III, Ir. Bastian S. Sihombing, M.Eng.Sc yang didampingi oleh Kepala Bidang Perencanaan, Ir. Syarkowi, M.Sc., Kepala Bagian Tata Usaha, Ir. Sailan Ibrahim, MM,  dan staf  Bidang Pelaksanaan, Dina Febrianty,ST.MT.

Dalam Presentasi, diskusi dan Tanya jawab disampaikan beberapa hal tentang Arahan RPJPN 2005-2025, Visi dan Misi serta Rencana Startegis    (Renstra) Direktorat Bina Marga/BBPJN III tahun 2010-2014. Provinsi Bengkulu dengan panjang jalan Nasional sepanjang 783, 87 km, kondisi mantap  82,97 %( Baik dan sedang ) per 15 Februari 2011, diharapkan dengan pendanaan total Fisik dan Manajemen pelaksanaan tahun 2011 sebesar  275 Milyar, dapat mencapai kondisi mantap diakhir tahun 87,47 %. Di programkan pencapaian kondisi di tahun 2012, yaitu 89,05 % mantap,di tahun 2013 sebesar 93,90 % mantap,serta ditahun 2014 sesuai Renstra tahun 2014 menjadi 96,74 % mantap, diatas target Nasional 2014 sebesar 94 % Mantap ( kondisi Baik dan sedang).

Hal lain yang dibahas yaitu tentang Manajemen Penanganan jalan Nasional, Fasilitasi jalan daerah, Penilik/ Mandor Jalan, Overloading serta Angkutan batubara dari 3 arah ke Pulau Baai yaitu dari arah Selatan, dari Karang Tinggi, 48 km, dari Timur, Curup-Kapahiyang, 40 km serta dari  Napal Putih-Bkt Berlian-Ketahun, 90 km dari arah Utara. Kepala Balai mengusulkan agar Pengusaha Batubara membuat pelabuhan  sendiri di dekat lokasi tambang agar tidak melewati jalan Nasional. Berdasarkan info dari anggota DPRD ada 3 pelabuhan khusus yang sedang dibangun.

 

Pemeliharaan rutin jalan/jembatan perlu diutamakan, seperti tambal lobang karena banyaknya lobang yang akan menimbulkan kecelakaan dan telah terjadi kecelakaan yang mempunyai konsekwensi pidana dan perdata bagi Penyelenggara jalan sesuai UU no 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya dan tentunya terhambatnya pertumbuhan ekonomi. Dijelaskan Ka Balai, bahwa dengan dana Rutin seluruh lobang harus ditambal/patching dengan aspal, tidak ada lagi dengan batu pecah/kerikil dan harus selesai sebelum H-10 sebelum Lebaran 2011/ 1432 H.

Anggota DPRD Bengkulu juga menyoroti hasil pekerjaan SKPD yang relatif masih agak  kurang, sedangkan yang diwilayah Satker I dan II relatif lebih baik, untuk diusulkan anggota Dewan agar wilayah kerja SKPD hanya di kota Bengkulu agar mudah diawasi. DPRD siap untuk mendukung perubahan lingkup wilayah tanggung jawab penanganan tersebut. Hal ini dijelaskan Ka Balai bahwa Jalan Lintas Barat (Jalinbar) menjadi perhatian utama Bina Marga.

Penanganan jalan Nasioanl di Bengkulu dibagi 3 Wilayah Satker Fisik, yaitu wilayah Utara ( Ka Satker Wilayah 1,  Bambang Eko Saputro, ST,MSi.) , Wilayah 2, bagian Selatan ( Ka Satker, Ir. Muchtar Effendi Harahap ), sedangkan bagian tengah, SKPD dengan Atasan Langsung Kepala Dinas PU Provinsi Bengkulu ( Ka Satker, Hasnul Basri, ST ) serta 1 Satker SNVT Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional ( P2JN ) Provinsi Bengkulu dengan Ka satker,Zakaria, ST.

 

Kepala BBPJN III minta dukungan DPRD Provinsi Bengkulu, besama Dinas PU Provinsi Bengkulu untuk mengawasi Pelaksanaan Pemeliharaan dan Peningkatan Kapasitas/ Pembangunan Jalan & Jembatan yang dilaksanakan SKPD dan wilayah yang menjadi tugas dan tanggung jawab Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN ) III di Provinsi Bengkulu melalui Satker Wilayah I dan Wilayah II.

Permintaan lainnya yaitu jalan Provinsi di Bengkulu yang menyambung ke Sumatera Selatan yang sudah baik kondisinya agar ditangani oleh BBPJN III, namun dijelaskan bahwa jaringan jalan akan di evaluasi setiap 5 tahun untuk menjadi status jalan Nasional.

Yang menjadi sorotan lainnya yaitu ex -jalan Nasional ruas Bintunan- Ketahun yang statusnya sekarang Strategis Nasional Rencana(SNR) yang ada abrasi pantai perlu penanganan karena masyarakat lebih menggunakan jalan tersebut dari pada jalan Nasional Bintunan-Air Limas- Ketahun yang banyak grade yang curam. Di jelaskan hal ini telah menjadi perhatian BBPJN III.

DISEMINASI PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN JALAN DIPUSJATAN BANDUNG, TGL 18-29 JULI 2011

Oleh : Rina Windarti, ST & Intan Permata Sari, ST, Staf Bidang Perencanaan.

Dalam rangka meningkatkan profesionalisme pelaksanaan dan pengawasan, bidang jalan dan jembatan, Pusat Litbang Jalan dan Jembatan, Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum pada tahun Anggaran 2011 mengakan kegiatan peningkatan profesionalisme pada pelaksanaan dan pengawasan dalam bentuk “Diseminasi Pelaksanaan dan Pengawasan Lapangan” . Melalui kegiatan Diseminasi Pelaksanaan dan Pengawasan ini diharapkan dapat memberikan penyegaran/pembekalan kepada para engineer yang akan terlibat langsung dalam pelaksanaan dan pengawasan pekerjaan jalan dan jembatan.

Diseminasi dibuka oleh Kepala Sub Bidang Diseminasi, Ir. Benyamin Saptadi R, M.Si. Kegiatan diseminasi diikuti oleh 50 orang peserta yang berasal dari lingkungan Satuan Kerja, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional, serta utusan-utusan dari Dinas PU Provinsi seluruh Indonesia.

Kasubdis Standard dan Diseminasi Diseminasi menyampaikan tentang profil Puslitbang secara umum, tugas dan fungsi pokok, hasil-hasil pencapaian serta juga informasi tentang SIMPUL layanan. Simpul layanan merupakan salah satu bentuk sarana komunikasi yang dikembangkan oleh Puslitbang untuk memberikan advis teknis mengenai permasalahan yang terjadi di daerah-daerah. Simpul layanan sendiri akan direncanakan akan dilaunching pada tahun 2012 di 5 provinsi diantaranya Bangka Belitung, Surabaya, Bandung, dll.

Dalam acara pembukaan, Kepala Bidang Standard dan Diseminasi, Ir. Tranggono, M.Sc  juga memberikan materi tentang Akreditasi laboratorium yang mulai diterapkan di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. Berdasarkan surat edaran Direktorat Jenderal Bina Marga pada tahun 2011 yang menyatakan bahwa dalam sasaran pencapaian mutu, diperlukan suatu sarana laboratorium yang mempunyai suatu metode kerja dan alat-alat yang telah memenuhi standar secara internasional. Hal ini juga sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 02/SE/M/2007 yang menyatakan untuk menjamin produk konstruksi yang handal di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum, setiap laboratorium pengujian baik milik pemerintah maupun swasta harus memiliki sertifikat dari Komite Akreditasi Nasional (KAN).  Untuk mendorong laboratorium di setiap Balai Besar/Balai Pelaksana Jalan Nasional I sampai dengan  XI dalam memenuhi persyaratan tersebut, Badan Litbang Kementerian Pekerjaan Umum akan membantu menfasilitasi pembinaan melalui Evaluasi Kelayakan Operasional Laboratorium Pengujian oleh Assesor dari para peneliti Pusat Litbang Jalan dan Jembatan.  Pada tahun 2011 ditargetkan semua laboratorium pengujian di Kementerian PU telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) sebagai lembaga independen yang memberikan penilaian tentang akreditasi di Indonesia. Dengan adanya akreditasi laboratorium diharapkan mutu pekerjaan dapat dicapai sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.

Para peserta diseminasi juga diajak melakukan kunjungan lapangan Balai-balai  yang ada di Puslitbang, antara lain yaitu :

  1. Balai Bahan dan Perkerasan Jalan yang mempunyai tugas melaksanakan perencanaan teknis, pelaksanaan penelitian dan pengembangan, penunjangan ilmiah, layanan pengujian laboratorium dan lapangan serta pemberian saran teknis, teknologi bahan dan perkerasan jalan.
  2. Balai Geoteknik jalan yang mempunyai tugas melaksanakan perencanaan teknis, pelaksanaan penelitian dan pengembangan, penunjangan ilmiah, layanan pengujian laboratorium dan lapangan serta pemberian saran teknis, teknologi geoteknik jalan.
  3. Balai Teknik Lalu Lintas dan Lingkungan Jalan, yang mempunyai tugas melaksanakan perencanaan teknis, pelaksanaan penelitian dan pengembangan, penunjangan ilmiah, layanan pengujian laboratorium dan lapangan serta pemberian saran teknis, teknologi teknik lalu lintas dan lingkungan jalan.
  4. Balai Jembatan dan Bangunan Pelengkap Jalan, yang mempunyai tugas melaksanakan perencanaan teknis, pelaksanaan penelitian dan pengembangan, penunjangan ilmiah, layanan pengujian laboratorium dan lapangan serta pemberian saran teknis, teknologi jembatan dan bangunan pelengkap jalan.

Peserta diajak untuk melihat kondisi peralatan laboratorium serta penjelasan secara umum tentang fungsi dan penggunaan alat-alat laboratorium yang ada di masing-masing Balai. Secara ringkas materi yang disampaikan dan kunjungan lapangan yaitu sbb:

MATERI BALAI BAHAN DAN PERKERASAN JALAN

Disajikan oleh: Prof.M. Furqon Affandi dan Dr. Ir. Raden Anwar Yamin, MT

CAMPURAN ASPAL

Proses produksi campuran beraspal panas pada prinsipnya dimulai dari pemenuhan persyaratan manajemen dan teknis dan kemudian dilanjutkan dengan langkah-langkah operasional seperti pembuatan Formula Campuran Rencana, FCR (Design Mix Formula), dan formula Campuran Kerja, FCK (Job Mix Formula, JMF), kegiatan rutin di unit pencampur aspal (Asphalt Mixing Plant, AMP) dan kemudian kegiatan penghamparan dan pemadatan di lapangan.

Proses produksi campuran beraspal dimulai dari pengadaan bahan dan pemeriksaan bahan dan proses pencampuran di AMP, dan pelaksanaan di lapangan yang meliputi pelaksanaan penggelaran dan pemadatan di lapangan. Pada bagian ini, diuraikan kegiatan yang berhubungan dengan proses produksi campuran beraspal panas di AMP.

PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT)

Perkembangan jalan beton di Indonesia dimulai pada tahun 1985. Pada awalnya perkembangannya sangat lambat karena harga semen yang mahal. Tetapi semakin berkembang jalan beton mulai diminati di Indonesia akibat harga aspal yang mahal sehingga dijadikan salah satu alternatif konstruksi perkerasan jalan. Disamping itu Indonesia mempunyai produksi semen berlimpah dengan kapasitas produksi pabrik 47 juta ton/tahun, namun konsumsi domestic hanya sekitar 35 juta ton/tahun.

Permasalahan yang terjadi pada Perkerasan Kaku (rigid pavement) antara lain faktor biaya konstruksi  (initial cost) yg mahal dan pelaksanaan perkerasan kaku yang dibangun di Indonesia tidak selalu menunjukkan kinerja seperti yang diharapkan.

KUNJUNGAN LAPANGAN KE AMP SEWO

Kunjungan lapangan dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 20 Juli 2011, bertempat di AMP Sewo, di Kabupaten Subang. Adapun data-data AMP Sewo sebagai berikut:

Lokasi                                     : Desa Sewo, Kab Subang

Jenis Alat                               : AMP type Batching Plant

Merk/Type                            : Bukaan/ type timbangan

Tahun Pembuatan              : 2007

Kapasitas                                : 35-40 ton/jam setelah dikalibrasi

FOTO DOKUMENTASI KUNJUNGAN LAPANGAN KE AMP SEWO

MATERI PENANGGULANGAN LONGSORAN JALAN DAN GALIAN & TIMBUNAN

disajikan oleh Dr. Ir. Munarto Eddie Sunaryo, M.Sc. & slamet Prabudi Setianto, ST

PENANGGULANGAN LONGSORAN JALAN

Sebelumnya disajikan materi Pengantar Geologi yang disampaikan oleh Ir. Benyamin Supriyadi, M.Si ini dijelaskan mengenai fisiografi daerah yang membantu ahli geoteknik untuk mengindentifikasikan dan menyusun karakteristik alam dari setiap daerah dengan suatu prosedur yang ideal. Batas-batas fisiografi daerah ditentukan oleh perubahan besar dalam topografi, struktur geologi, serta jenis tanah dan batuan. Pemahaman tentang faktor-faktor ini dalam masing-masing daerah memberikan suatu kerangka yang baik untuk perencanaan dan interpretasi hasil-hasil dari eksplorasi bawah permukaan dan korelasi dari satu lokasi ke lokasi yang lain.

Kemudian dijelaskan pula klasifikasi batuan yang dibagi secara garis besar menjadi butiran sedimen mekanis yang dibawa ke daerah pengendapan oleh air, angin, atau aliran es atau salju,  serta batuan yang terbentuk oleh pengendapan secara kimia dari larutan dalam air, dan atau akumulasi sisa-sisa bahan organik dari tanaman dan hewan yang hidup.

Mengenai penanganan longsoran, dengan nara sumber Bapak Dr. Ir. Munarto Edie Sunaryo, M.Sc Dijelaskan bahwa persyaratan dalam melaksanakan penggalian adalah :

  1. Kenali morfologi (topografi)
  2. Geologi yang akan memberikan arahan tanah termasuk sedimen atau residual
  3. Investigasi mengenai karakteristik per lapisan
  4. Peruntukan (land use) dan pola aliran air

GALIAN DAN TIMBUNAN

Materi Galian dan Timbunan disampaikan oleh Slamet Prabudi Setiyanto, ST. Timbunan pada tanah mengakibatkan tekanan air pori tanah menjadi naik, sebagai akibat beban yang terkompresi, sehingga kuat geser tanah turun. Akibatnya faktor keamanan turun dan dapat menyebabkan keruntuhan, sedangkan untuk penanganannya diperlukan stabilitasi jangka panjang. Pada Galian mengakibatkan tekanan air pori turun sampai dengan kondisi minimal (dengan kuat geser tanah tetap stabil), kemudian kembali berubah sampai kondisi tekanan air setimbang (kuat geser tanah turun). Dalam pelaksanaan galian biasanya proses keruntuhan berlangsung pada saat konstruksi tergantung jenis tanahnya sehingga diperlukan penanganan stabilitas jangka pendek.

KUNJUNGAN LAPANGAN KE TOL CIPULARANG

Kunjungan lapangan dilaksanakan pada hari Jum”at, tanggal 22 Juli 2011, bertempat di Tol Cipularang Km. 91,2 di Kabupaten Purwakarta.

Pada saat peserta melakukan kunjungan ke lokasi, ditemukan beberapa permasalahan, yaitu :

  1. Longsoran terjadi Tol Cipularang yang menyebabkan turunnya badan jalan sekitar sepanjang 20 meter.
  2. Drainase yang kurang baik sehingga menyebabkan tekanan air lebih besar daripada daya dukung tanah

FOTO KUNJUNGAN LAPANGAN KE TOL CIPULARANG

 

MATERI PEMERIKSAAN JEMBATAN

disajikan oleh Panji Krisna Wardana, ST. MT dan Imam Murtosidi, ST

PEMERIKSAAN JEMBATAN,

Tujuan dari pemeriksaan jembatan adalah untuk meyakinkan bahwa jembatan berada dalam keadaan aman terhadap pemakai jalan dan juga mengamankan nilai investasi jembatan itu. Data hasil pemeriksaan jembatan digunakan untuk merencanakan suatu program pemeliharaan, rehabilitasi, dan perkuatan jembatan.Pemeriksaan Jembatan dibagi menjadi inventarisasi jembatan, pemeriksaan detail, pemeriksaan rutin, dan pemeriksaan khusus.

Preservasi Jembatan adalah upaya mempertahankan suatu struktur jembatan dari penurunan kualitas atau kerusakan, melalui kegiatan pemeliharaan rutin, berkala, rehabilitasi (perbaikan dan perkuatan) untuk mempertahankan dan mengembalikan fungsi jembatan.

KUNJUNGAN LAPANGAN KE JEMBATAN CITARUM (ORTHOTROPIK)

Kunjungan lapangan dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 26 Juli 2011, bertempat di Jembatan Citarum. Adapun data-data umum jembatan citarum adalah sebagai berikut :

Nama Jembatan            :  Jembatan Citarum

Nomor jembatan          :  22.048.022.1

Panjang Bentang           : 55 Meter

Kelas Jembatan             :  Kelas A

Type bangunan atas    :  Rangka Baja T

Jembatan citarum selesai dibangun pada tahun 1996, seiring dengan peningkatan lalu  lintas dimana jembatan tersebut menerima beban – beban berat sehingga terjadi kerusakan pada pelat lantai jembatan.  Untuk mengatasi permasalahan tersebut telah dilakukan rehabilitasi lantai dengan menggunakan metode Orthotropik pada tahun 2009.

FOTO DOKUMENTASI KUNJUNGAN LAPANGAN KE JEMBATAN CITARUM (ORTHOTROPIK)

 

MATERI AUDIT KESELAMATAN JALAN

Diisajikan oleh Ir. Erwin Kusnandar & Drs. Muhammad Idris

ROAD SAFETY ENGINEERING ,

Rekayasa Keselamatan Jalan adalah modifikasi/rekayasa lingkungan fisik jalan dengan menggunakan proses-proses dan teknik-teknik, dalam upaya mengurangi resiko semua pengguna jalan. Dua proses utama dalam Rekayasa Keselamatan Jalan adalah:

-        Investigasi kecelakaan “blackspot” (proses reaktif) – berdasarkan pada data tabrakan suatu lokasi, dan bertujuan untuk mengurangi jumlah tabrakan dan/atau tingkat keparahan pada lokasi tersebut.

-        Audit Keselamatan Jalan (proses proaktif) – dengan menggunakan keahlian yang sama, tetapi dilakukan dalam tahap perencanaan untuk  mencegah tabrakan.

Inspeksi keselamatan jalan merupakan pemeriksaan sistematis dari jalan atau segmen jalan untuk mengidentifikasi bahaya-bahaya, kesalahan-kesalahan dan kekurangan-kekurangan yang dapat menyebabkan kecelakaan. Bahaya-bahaya atau kesalahan-kesalahan dan kekurangan-kekurangan yang dimaksudkan adalah potensi-potensi penyebab kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh penurunan (defisiensi) kondisi fisik jalan dan atau pelengkapnya, kesalahan dalam penerapan bangunan pelengkapnya, serta penurunan kondisi lingkungan jalan dan sekitarnya.

Prinsip Inspeksi Keselamatan Jalan :

  • Proaktif, mencegah terjadinya kecelakaan;
  • Tidak bergantung pada data kecelakaan lalu lintas;
  • Bukan pemeliharaan rutin
  • Penanganan efektif dan berbiaya rendah
  • Meminimalisasikan peluang terjadinya kesalahan-kesalahan manusia yang  dapat mengakibatkan kecelakaan dan apabila kesalahan tersebut masih terjadi menimalisasikan dampak “forgiving road

Tahapan Inspeksi :

KUNJUNGAN LAPANGAN LOKASI JALAN LINGKAR NAGREG ,

Jalan Lingkar Nagreg merupakan jalan baru yang umumnya digunakan sebagai salah satu jalan alternatif arus mudik lebaran. Jalan Nagreg ini dibangun akibat jalan Raya Nagreg yang selalu mengalami kemacetan menjelang mudik lebaran. Jalan Lingkar Nagreg dibangun pada  dari tahun 2006 sampai dengan sekarang. Jalan Nagreg  ini menghubung kan arus mudik dari Bandung menuju ke Garut danTasik. Jalan Lingkar Nagreg merupakan salah satu jalan arteri yang dibangun dengan satu jalur yang lebarnya 8 m.

Keuntungan dari pembangunan Jalan Lingkar Nagreg  yaitu :

  1. Memberikan alternatif baru untuk mengurangi kemacetan sehingga dapat mecegah terjadinya kecelakaan.
  2. Meningkatkan kondisi keselamatan  jalan dan keselamatan pengguna jalan.

Kekurangan dari pembangunan Jalan lingkar Nagreg yaitu :

  1. Rute perjalanan melalui jalan lingkar Nagreg yang menghubungkan Bandung menuju Garut dan Tasik lebih jauh dari rute perjalanan melalui jalan raya nagreg yang menjadi jalan rute awal.
  2. Jalan lingkar Nagreg banyak tikungan tajam dengan Jarak pandang yang tidak baik serta tidak mempunyai rambu jalan yang dapat memudahkan dan memberikan keselamatan bagi para pengguna jalan.
  3. Elenyemen vertikal lebih besar dari 10%, sehingga kurang memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan.
  4. Pada bagian dalam drainase ditumbuhi banyak rumput sehingga drainase tidak berfungsi  maksimal.
  5. Guardrail tidak sesuai dengan standar keselamatan jalan.
  6. Bahu jalan turun lebih rendah 10 cm dari permukaan jalan.

FOTO DOKUMENTASI KUNJUNGAN LAPANGAN LOKASI JALAN LINGKAR NAGREG

 

 

 

RAKER KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM TAHUN ANGGARAN 2011

Oleh: Urusan Informasi Publik, Bidang Perencanaan

Pada tanggal 28-29 Juli 2011 di Ruang Pendopo Kementerian PU Jakarta, diadakan Rapat Kerja ( Raker ) Kementerian PU untuk Evaluasi Pelaksanaan Program Tahun Anggaran 2011 dan Persiapan Pelaksanaan Program Tahun Anggaran 2012. Dihari pertama kamis, 28 Juli 2011 diadakan siding Pleno untuk  seluruh Peserta, sedangkan hari kedua, Jumat tanggal 29 Juli 2011, Pembahasan desk untuk masing-masing Satminkal.

Tema Rapat kerja yaitu: “PERCEPATAN DAN OPTIMALISASI PELAKSANAAN PROGRAM SERTA PENINGKATAN KUALITAS LAPORAN KEUANGAN TA. 2011 MENUJU WTP”.,dengan lingkup rapat kerja yaitu:

  • Percepatan dan Optimalisasi Pelaksanaan Program TA 2011,
  • Peningkatan kualitas laporan Keuangan (SAK-SIMAK BMN) menuju WTP;
  • Persiapan Pelaksanaan Progran Tahun Anggaran 2012.

Dalam Penyelenggaraan Rapat kerja tersebut dihadiri Kepala Balai, Kepala Dinas PU terkait dan Satker tertentu yaitu Satker Perencanaan dan Pengendalian, Satker dengan Progres Kritis serta Satker yang terkait dengan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

 

Hari pertama pembukaan dengan laporan Oleh Kepala Biro PKLN ( Ir. Taufik Widjoyono, M.Sc) dan dilanjutkan arahan dan pembukaan secara resmi Raker oleh Menteri Pekerjaan Umum dilanjutkan Sesi Monitoring dan Evaluasi Kinerja Pelaksanaan program 2011, yaitu paparan oleh:

  1. Wakil Menteri; Pencapaian Kinerja Pelaksanaan Program TA 2011 sesuai Sisstem Pelaporan UKP-4.
  2. Sekretaris Jenderal; Hasil Monev ( e-monitoring dan e-procurement) pelaksanaan program dan Kegiatan TA 2011.
  3. Inspektur Jenderal: Sistim Pengendalian Internal Pemerintah Menuju WTP,(Peningkatan Pelaksanaan Permen PU No.6,7 dan 8 Tahun 2008 dan Inmen PU No.2 Tahun 2011);
  4. Ka. Balitbang; Optimalisasi Pemanfaatan Produk Litbang untuk Meningkatkan kualitas Pembangunan Infrastruktur ke –PU-an dan Meningkatkan Konektifitas ke dunia usaha Jasa Konstruksi.
  5. Dirjen Penetaan Ruang: Percepatan penyelesaian RTRWN KSN dan Pembinaan/ Fasilitasi dalam rangka penyelesaian RTRW Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Sesi selanjutnya yaitu Evaluasi dan Percepatan Pelaksanaan Anggaran  2011 serta persiapan Tahun Anggaran 2012., dengan paparan berturut-turut sebagai berikut:

  • Ka. BP Konstruksi: Sosialisasi dan Penjelasan Permen PU sebagai Pedoman Pelaksanaan Perpres No. 54 Tahun 2010 dan PP No. 29 Tahun 2000 mengenai Penyelengaraan Jasa Konstruksi;
  • Dilanjutkan oleh Dirjen SDA, Dirjen BIna Marga(BM)  dan Dirjen CK dengan paparan;: Upaya Percepatan Pelaksanaan Program TA 2011 serta Persiapan Pelaksanaan Program  TA 2012.

 

Pada hari kedua jumat, 29 Juli 2011, diadakan desk serta Laporan hasil desk yang disampakai oleh masing-masing Direktur Jenderal Sumber Daya Air ( SDA), Bina Marga ( BM) dan Cipta Karya (CK). Selanjunya ditutup secara resmi oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum.

JALUR ANGKUTAN LEBARAN, KEAMANAN DAN KESELAMATAN JALAN.

Oleh: Syarkowi, Ir,M.Sc, Kepala Bidang Perencanaan

Hajatan besar Bangsa Indonesia itu bernama Lebaran, tidak lama lagi hanya dalam hitungan hari, akan tiba musim lebaran 2011/Hari Raya Idhul Fitri 1432 Hijryah.

Musim mudik lebaran tahun 2009 dan 2010, menyisakan pekerjaan rumah bagi pemerintah, betapa tidak sepanjang arus mudik tersebut seantero wilayah nusantara tecatat lebih dari 702 orang tewas selama H-7 dan H+7 Lebaran tahun 2009 Walaupun angka kematian ini turun 50 % dari tahun 2009, tahun 2010 sebanyak 311 meninggal. Luka ringan (luring) tercatat tahun 2009 sebanyak 1.076 orang turun menjadi 855 orang serta luka berat (luber) menjadi 418 orang dengan nilai kerugian materil sekitar 5,6 milyar.

Angka kecelakaan yang perlu diperhatikan bukan saja saat musim mudik lebaran, angka kecelakaan dari data Kepolisian RI sepanjang tahun 2010, jumlah kematian mencapai 31.186 jiwa, jadi rata-rata sebanyak 84 jiwa meninggal dunia setiap hari atau rata-rata 3-4 orang setiap jam nya meninggal dunia akibat kecelakaan, suatu hal yang ironis.

Kematian akibat laka-lantas selama mudik lebaran telah melampaui angka kematian akibat FLU BURUNG yang mengegerkan dunia selama wabah 3 tahun (2006-2008) yang merenggut sekitar 68 jiwa per 116 kasus (86%) di seluruh dunia. Sementara kasus Flu Babi yang bikin dunia heboh, hanya merenggut 1.100 jiwa atau 1.154 menurut versi WHO diseluruh dunia selama 2008-2009 ini.

KONDISI MUDIK LEBARAN INI HANYA TERJADI DI INDONESIA DAN TIDAK TERJADI DIBELAHAN DUNIA MANAPUN !

 

Kita tidak boleh  BERBANGGA mengumbar cerita sukses mudik lebaran, dan menurunnya angka kecelakaan,tetapi tidak secara terus menerus memperbaiki secara signifikan di bidang transportasi dan keselamatan. Bina Marga/BBPJN III menyadari tugas dan tanggung jawab tersebut.

 

Upaya tersebut telah dilakukan oleh BBPJN III dengan penanganan jalan berupa Pemeliharaan Rutin, Pemeliharaan Berkala, Rekonstruksi, Pelebaran Jalan/Peningkatan Kapasitas maupun Pembangunan jalan/jembatan baru.

Melalui dana APBN dan Loan tahun 2011, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) III melaksanakan beberapa kegiatan, seperti Pembangunan Jalan/jembatan, Peningkatan struktur Jalan/rekonstruksi jalan, Peningkatan kapasitas/pelebaran jalan dan Jembatan dan Pemeliharaan Berkala serta Pemeliharaan Rutin Jalan dan Jembatan Nasional dan Jalan Strategis Nasional Rencana ( SNR ). Paket-paket kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kontrak tahun tunggal maupun tahun jamak ( Multiyears contract).

 

Untuk Pemeliharaan pekerjaan Rutin fungsional jalan yang dilaksanakan dengan sistim Swakelola. Untuk mendukung para PPK/Satker dilapangan untuk Pemeliharaan Rutin jalan & Jembatan dan persiapan bila ada bencana atau pekerjaan darurat maka tahun anggaran 2011, BBPJN III untuk empat Provinsi wilayah kerja,mengalokasikan dana pengadaan alat-alat berat maupun motor box roda tiga untuk mengangkut peralatan dan sisa pekerjaan yang harus disingkirkan.

 

Performance atau Kinerja jaringan jalan/jembatan tersebut merupakan tanggung jawab Penyelenggara jalan secara berjenjang yaitu PPK dengan Satker, Satker dengan Kepala Balai, Kepala Balai dengan Direktur dan Dirjen, terus ke Menteri PU dan ke Presiden sesuai Kontrak Kinerja yang sudah ditanda tangani awal tahun anggaran. Kontrak Kinerja tersebut di Monitoring dan di evaluasi setiap 3 bulan. Diakhir tahun anggaran menjadi tanggung jawab dan kewajiban Kepala Balai sebagai Eselon II berupa Laporan Akuntansi Kinerja Instansi Pemerintah ( LAKIP).

Dengan penerapan system kontrak Kinerja diharapkan jaringan jalan yang menjadi tanggung jawab BBPJN III tetap terjaga, baik terutama perioritasnya untuk memperbaiki jalan jalan yang berlobang dan rusak akan selesai pertengahan Agustus 2011 atau sebelum H-10 Lebaran tahun 2011/1432 H.

 

Tanggung jawab ini bukan hanya terbatas untuk musim Lebaran, tapi sepanjang tahun dan sesuai Rencana Strategis    (Renstra) Bina Marga/BBPJN III tahun 2010-2014. Hal tersebut terkait dengan amanat UU No 38/2004 dengan PP No. 34/2006 tentang jalan serta UU No.22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan  Jalan.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 398 other followers