JALUR LEBARAN  WILAYAH BALAI BESAR PELAKSANAAN JALAN NASIONAL ( BBPJN) III.

Oleh: Urusan Informasi Publik, Bidang Perencanaan

BBPJN III  sebagai Penyelenggara Jalan Nasional meliputi wilayah kerja 4 (empat) Provinsi yaitu Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu dan Lampung.

Jalur Lebaran diwilayah BBPJN III terkecuali Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung merupakan jalur yang cukup padat karena merupakan pintu masuk ke Pulau Sumatera terutama Jalan Nasional maupun Jalan Provinsi di Provinsi Lampung.

Ada tiga lintas utama di pulau Sumatera yaitu Lintas Timur, Lintas Tengah,yang sebelumnya dikenal dengan Jalan Lintas Sumatera ( Jalinsum ) dan Lintas Barat.

Bila mau kearah Utara Pulau Sumatera dari Pulau Jawa, mnyeberang dengan Kapal Ferry dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni di Lampung, melalui Lintas Timur (Jalintim) dengan rute Bakauheni – Ketapang- Way Bunut- Labuhan Maringgai –Sp. Kemuning- Sp. Sribawono- Sukadana- Way Jepara- Mandala- Sp. Bujung Tenuk/ Menggala, sebelumnya dikenal dengan Jalan Pantai Timur Sumatera, sepanjang lebih kurang 150 km. Pada jalur ini ada penyempitan jalan di Labuhan Meringgai dan pasar tumpah si Ketapang.Dari Menggala akan ke batas provinsi Sumatera Selatan melalui Sp. Unit VII – Sp. Talang randu- Sp. Penawar- Sp. Gedung Aji baru- Sp. Pematang- Mesuji/ Batas Provinsi Lampung, sepanjang lebih kurang  82 km.

Bila akan melalui Jalan Lintas Tengah ( Jalinteng), dari Bakauheni –Kalianda- Babatan- Batas Kota Km 10 –Panjang/Tanjung Karang, Bandar Lampung, sepanjang 80 km, didalam kota ada pasar tumpah seperti di Panjang.

Dari Simpang Tanjung Karang akan ke Terbanggi besar, sepanjang 57 km, melalui Tegineneng- Gunung Sugih- Terbanggi Besar. Ada pasar tumpah di Natar dan Bandar Jaya di segmen ini. Dari Terbanggi besar dapat  ke Lintas timur, ke sp. Bujung Tenuk/Menggala sejarak 48 km.

Ke batas Provinsi Sumatera Selatan melalui Jalinteng dari Terbanggi Besar ke Kota Bumi- Aji Kagungan- Bukit Kemuning- Gn. Labuhan – Simpang IV- Smp Way Tuba- batas Provinsi Lampung, sepanjang 169 km.

Dari Bukit Kemuning –Sumber jaya- Padang Tampak- Pekonbalak- Liwa –Gunung Kemala di Lintas Barat, sejarak 121 km, merupakan Jalan Lintas Penghubung topografinya daerah berbukit melintasi Bukit Barisan.

Rute Lintas Barat ( Jalinbar) kea rah Bengkulu dan Sumatera Barat menyambung dari kota Bandar Lampung – Gedong Tataan- Pringsewu – Rantau Tijang – Kota Agung sejauh 62,5 km. Ada pasar tumpah di Pringsewu dan Gisting di rute ini.

Dari Kota Agung, melintasi Bukit Barisan dan Patahan Semangko melalui Wonosobo- Sanggi- Bengkunat sepanjang 86 km. Melalui searah pantai ke Biha – Krui- Sp. Gunung Kemala- Pugung Tampak – Melesom – Batas Provinsi Bengkulu, sepanjang lebih kurang 144 km. Segmen ini ada lokasi rawan longsor dan alinyemen vertical yang tajam di tanjakan Manula.

Memasuki Provinsi Sumatera Selatan dari Jembatan Mesuji wilayah Provinsi Lampung menuju ke Simpang Penyandingan berjarak 93,5 km, ada pasar tumpah di Lubuk Siberuk.Dari simpang ini juga dapat ke Martapura di Lintas Tengah. Dari Sp. Penyandingan ke Kota Kayu Agung, 11 km, melewati Lingkar luar Kota 5 km terus ke Tanjung Raja – Sp. Meranjat- Sp. Inderalaya sejauh 32, 5 km.

Dari Kayu Agung ke Martapura di Lintas Tengah melalui jalan Provinsi. Alternatif ke Baturaja melalui jalan Provinsi dari Tanjung Raja ataupun melalui Simpang Meranjat. Dari Simpang Inderalaya ke Jalinteng dengan rute ke Prabumulih sejauh 62 km. dari Prabumulih ke Baturaja melalui jalan Provinsi via Beringin. Dari Prabumulih ke Simpang Belimbing- Muara Enim/ Lintas Tengah berjarak 70 km. Ada beberapa pelintasan Kereta Api di rute tersebut.

Dari Simpang Inderalaya ke Batas Kota Palembang, sejarak 16 km sangat padat lalu lintas. Dalam kota, melewati lingkar barat kota Metropolitan Palembang sepanjang 22 ,5 km. Ruas ini sangat padat lalu lintas, ada penyempitan di Jembatan Musi II yang belum di bangun Duplikasi serta Peningkatan kapasitas sepanjang jalan Lingkar barat  Metropolitan Palembang menjadi 2 x 7 m dalam tahap pelaksanaan.

Dari batas kota Palembang di km 12 terus ke Pangkalan Balai, ibukota Kabupaten Banyu Asin – Betung sepanjang 55 km. Dari Betung dapat ke Lubuk Linggau/Lintas Tengah- ke Bengkulu melalui Sekayu – Mangunjaya- Batas Kabupaten Muba/Mura- Muara Kelingi- Muara Beliti, 185 km.

Dari Betung kea rah batas Provinsi Jambi melalui Sungai Lilin- Peninggalan – Bayung Lincir – Bts Provinsi Sumatera Selatan, sejarak 167,5 km. Ada pasar tumpah di Sungai Lilin.

Dari bts Provinsi Lampung ke Martapura/Kota Baru – Baturaja , sejarak 42,5 km. Ada 2 pelintasan KA sebidang di segmen ini. Dari Baturaja – Smp. Sugihwaras – Muara Enim sejauh lebih kurang 114, 5 km, rawan longsor di tepi sungai.

Apabila dari kota Muara Enim akan ke Palembang via Prabumulih dan Simpang Inderalaya. Bila akan ke arah barat melalui Lahat berjarak 40 km, jalan dalam kota 5 km. Dari Lahat alternative ke Bengkulu via Pagar Alam- Tanjung Sakti- Batas Bengkulu/ arah Manna sejauh 114 km, jalan sempit lebar 4,5 m dan rawan longsor.

Dari Lahat- Tebing Tinggi- Muara Beliti- Sp. Periuk-Lubuk Linggau, sejarak 150 km dan ke batas Provinsi Bengkulu 7 km dari pusat kota. Dari Lubuk Linggau ke batas Provinsi Jambi melalui Terawas – Maur- Karang dapo- Sarolangun- bts Provinsi berjarak 97 km, jalan datar. Ada Lingkar Utara kota ( Jalan Strategis Nasional Rencana/SNR) dari Sp. Periuk ke Jalinteng arah Terawas.

Dari Lubuk Linggau/ Batas Provinsi Sumatera Selatan ke kota Bengkulu via Padang Ulak Tanding- Curup – Kembang sari- Kota Bengkulu berjarak lebih kurang 80 km, jalan berliku melintasi bukit barisan.

Dari bts Prov. Lampung-  Manna, sejarak 124 km. Dari Manna ke batas Prov Sumasel berjarak, 41 km dengan jalan sempit berliku dan berbukit dengan lebar 4,5 m. Manna- Tais- Kota Bengkulu berjarak 130 km.

Jalan dal kota lebih kurang 20 km. dariKota Bengkulu – Kerkap – Lais –Bintunan, berjarak  53 km. ke Ketahun via jalan lama tergerus erosi pantai. Jalan Nasional Bintunan- Air Limas –Ketahun, 31 km dengan alinyemen agak curam. Dari Ketahun- Ipuh- Bantal- Mukomoko- batas Sumatera Barat sejarak 213 km, ada daerah rawan abrasi air laut.

Provinsi Kepulauan Bangka- Belitung tidak termasuk Jalur Lebaran, dmana kondisi jalan kedua Pulau tersebut lebih dari 90 % Mantap dan relatif aman.